Tentang Gaji 13 PNS ..Ini Kata Bupati Karimun


Karimun- Gaji 13 Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diperkirakan keluar pada bulan Oktober 2020 akibat dampak dari wabah covid-19 namun ada perubahan. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, Selasa (7/7/2020) Pagi

Pemerintah memfasilitasi keperluan sekolah peserta didik dengan memberikan gaji ke-13 kepada para ASN, untuk membantu kebutuhan di tahun ajaran baru

Dinamai gaji ke-13, karena “uang kaget” ini diberikan dengan besaran yang sama dengan 1 kali gaji (termasuk tunjangannya), di luar 12 bulan gaji rutin. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah nomor 19, 20, 21, dan 22 yang telah disahkan tahun 2016 lalu.

Akibat adanya wabah covid-19 yang sudah menjadi pandemi, pemerintah mengatur peserta didik untuk menjalankan aktivitas belajar dari rumah agar dapat memutus rantai penularan covid-19 di dunia pendidikan.

Sehingga gaji 13 yang seyogyanya dikeluarkan untuk para ASN pada tahun ajaran baru sempat direncanakan akan keluar pada bulan Oktober 2020 mendatang.

Namun kebijakan new normal yang diterapkan pemerintah sepertinya membuat gaji 13 para PNS tidak jadi dibayarkan pada bulan Oktober mendatang.

“Tanggal 13 Juli 2020, akses pendidikan akan kita buka, untuk SMA, SMK dan  Aliyah, kemudian SMP, MTS dan Pondok Pesantren, sementara SD sampai ke bawah seperti paud dan TK kita tunda dulu kita lihat perkembangannya nanti seperti apa,” ungkap Bupati Karimun Aunur Rafiq

Kata Bupati Rafiq, dengan dibukanya akses pendidikan yang berawal dari tingkat SMP dan SMA, akan berdampak terhadap kemajuan pencairan gaji 13 yang pernah direncanakan terlambat.


“Gaji 13 akan kita bayar, sekarang sedang berproses, kan untuk anak-anak sekolah perkiraan mungkin akhir atau pertengahan Juli 2020 ini,  yang jelas akan secepatnya kita bayarkan, masalahnya kan ini di teknis yang berdasarkan uang masuk, berdasarkan kemampuan kita bayarkan. Tapi insyaallah itu hak dan tidak akan hilang,” jelas Bupati Rafiq


Untuk dibukanya askes pendidikan, Bupati mengatakan pihaknya akan terus melakukan evaluasi.

“Kalau serasa tidak aman, dua minggu berjalan kalau ada penambahan kita tutup kembali, sekarang kan kita zona kuning, saya berkeyakinan kita sudah hijau karena PDP juga kebanyakan pendatang dari luar,” Pungkas Bupati Rafiq

Reporter: Nada Suhallah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *