TMMD ke-109 di Karimun Resmi Dimulai, Ini Sasarannya

Karimun – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 tahun 2020 Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, telah resmi dimulai, Selasa (22/9/2020).

komandan Kodim (Dandim) 0317 Tanjung Balai Karimun (TBK), Letkol Inf Denny mengatakan, sasaran fisik TMMD pada tahun ini dipusatkan di Kecamatan Buru untuk membangun jalan penghubung dua Kelurahan, antara lain Kelurahan Buru dengan Kelurahan Lubuk Puding sepanjang 3,04 kilometer, serta pembangunan 3 unit box culvert.

“Dengan pembangunan itu, akan berdampak pada peningkatan akselerasi ekonomi warga setempat mengingat akses jalan tersebut merupakan kebutuhan utama untuk mendistribusikan hasil bumi masyarakat sekitar,” ungkap Letkol Inf Denny kepada beritakita.info, Selasa (22/9/2020)

Kata Dandim Denny, pembangunan itu dinilai penting karena masyarakat yang berada di lokasi sasaran TMMD itu umumnya berprofesi sebagai petani dan nelayan, sehingga keberadaan jalan itu akan sangat dibutuhkan demi menjamin kualitas ekonomi masyarakat.

“Jalan ini sangat strategis dan akan menjadi jalan utama, jika sebelumnya warga harus jalan memutar sejauh 17 kilometer, tapi dengan adanya jalan ini dapat ditempuh dengan hanya 3 kilometer,” ujar Dandim Denny.

Orang nomor satu di Kodim 0317/TBK ini menjelaskan tujuan pelaksanaan program TMMD tersebut guna membantu pemerintah daerah dalam hal pemerataan pembangunan.

“Ini akan sangat membantu, apalagi dari segi keamanan ini bisa lebih mudah mengevakuasi jika terjadi bencana. Kami pikir itu yang menjadikan jalan ini sangat strategis,” ucap Dandim Denny.

Dandim Denny mengatakam bahwa terdapat 250 orang personil yang akan menggarap pengerjaan tersebut, termasuk dari unsur TNI-Polri dan masyarakat, mereka akan bekerja selama satu bulan penuh hingga 21 Oktober 2020 mendatang untuk menyelesaikan pengerjaan jalan tersebut dengan tepat waktu.

Disamping fisik, sasaran non fisik juga dilakukan seperti halnya wawasan kebangsaan (Wasbang), bela negara, penyuluhan kesehatan, sosialisasi bahaya narkoba dan pencegahan paham radikalisme.

“Ada 10 program non fisik yang kami lakukan disana, pada kegiatan non fisik ini kami sisipkan masalah protokol kesehatan. Kami sudah koordinasi dengan Pemda dan dapat dukungan masker 3-5 ribu,” pungkas Dandim Denny

*red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *