1443 Butir Telur Berkah Hiasi Cukur Rambut Massal di Masjid Baitul Hikmah Gg Awang Noor Meral

Karimun- Dalam rangka memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW tahun 1443 hijriah atau tahun 2021 masehi, pengurus Masjid Baitul Hikmah bersama Pemuda Gang Awang Noor menggelar cukur rambut massal,  di Masjid Baitul Hikmah Gang Awang Noor Kelurahan Baran Barat Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, Minggu (17/10/21) Pagi


Acara cukur rambut massal yang merupakan adat suku Melayu Islam Kabupaten Karimun setiap tahunnya dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW akhirnya tergelar kembali, kegembiraan masyarakat melihat landainya angka terkonfirmasi covid-19 di Kabupaten Karimun terlihat dengan jelas. Sebab sudah dua tahun belakangan acara cukur rambut massal ditiadakan karena pandemi.


Menurut ajaran Agama Islam, mencukur rambut bayi ketika baru lahir bukan merupakan hal yang wajib, tetapi sunnah muakkad bagi bayi laki-laki maupun perempuan. Sunnah muakkad artinya sangat dianjurkan pelaksanannya atau mendekati wajib.

Etika mencukur rambut bayi dalam Islam diterapkan sejak bayi lahir. Hal ini merupakan kebaikan dan untuk menunjukkan iman kepada Allah SWT. Mencukur rambut bayi setelah ia dilahirkan juga dimaksudkan untuk “membersihkan” bayi.

Namun, jika pada saat itu orang tua tidak mampu untuk menyelenggarakan aqiqah serta cukur rambut, maka dapat menunda pelaksanaan sampai mampu secara finansial.

Jadi, tujuan masyarakat Kabupaten Karimun menggelar cukur rambut massal tentunya untuk mempermudah masyarakat dalam melaksanakannya tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak.

Menurut pantauan, dalam acara cukur rambut massal yang digelar secara hikmah tersebut, diiringi dengan berzanji dan asrakal yang dilakukan oleh para tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Kecamatan Meral.


Para tokoh masyarakat itu pula didominasi dengan para orang tua yang sudah lanjut usia. Dalam berzanji dan asrakal tersebut, terdapat shalawat-shalawat dan doa-doa indah yang dilantunkan saat prosesi cukur rambut berlangsung.


Yang sangat unik pada peringatan tahun ini, panitia penyelenggara menyediakan 1443 butir telur berkah sesuai dengan tahun 1443 hijriah yang dibagikan kepada masyarakat.

Sebagai Ketua penyelenggara acara cukur rambut massal, Joko mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur karena dapat kembali melaksanakan acara tersebut.

“Ini merupakan acara yang sangat dinanti-nantikan masyarakat di daerah kita, sudah lama kita tak buat acara ini, wabah covid-19 membuat kita selalu dibatasi, tapi sekarang Alhamdulillah, Covid-19 di Kabupaten Karimun akhirnya sudah melandai,” ungkap Joko

Kata Joko, antusias masyarakat dalam mengikuti acara tersebut sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya jumlah peserta yang ikut dalam cukur rambut massal tersebut.

Joko, Ketua Panitia Penyelenggara


“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias, ada 18 orang bayi yang mengikuti cukur rambut massal ini, selain itu masyarakat sekitar juga sangat kompak dan bersemangat bergotong-royong dalam mempersiapkan segala sesuatunya, baik itu dari yang tua hingga ke yang muda,” ujar Joko


Sementara, salah seorang tamu undangan yang diketahui sebagai Pembina Muda GAMAWA Kabupaten Karimun, Yova Apriazir sangat mengapresiasi atas upaya masyarakat Gang Awang Noor yang hingga saat ini masih mempertahankan adat kekeluargaan.

Salah seorang tamu undangan yang diketahui sebagai Pembina Muda GAMAWA Kabupaten Karimun, Yova Apriazir


“Alhamdulillah ini adalah tahun yang spesial, karena pandemi perlahan mulai melandai, saya sangat mengapresiasi kepada pengurus masjid dan pemuda Gang Awang Noor yang telah berupaya membuat kegiatan yang positif untuk masyarakat,” ungkap Yova

Yova mengaku merasa bangga dengan kekompakan masyarakat Gang Awang Noor yang masih menjunjung tinggi rasa persaudaraan serta tetap menjaga adat istiadat yang saat ini sedang bersaing terhadap kecanggihan teknologi, dimana zaman sekarang banyak pemuda yang sangat terlena dengan game-game online, namun pemuda di Gang Awang Noor masih banyak yang berpartisipasi dalam mempersiapkan acara-acara yang positif dan sangat bermanfaat bagi masyarakat.


“Masyarakat di Gang Awang Noor ini masih terlihat suasana perkampungannya, masyarakatnya sangat kompak, dari yang tua sampai yang muda ikut bergotong royong rewang untuk menyiapkan makanan, tanpa harus pesan katering, kekompakannya sangat luar biasa, ini harus dipertahankan dan dijadikan contoh bagi daerah lain,” pungkas Yova

*Nichita Bella

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *