Karimun, beritakita.info– Kabar gembira bagi masyarakat Karimun dan sekitarnya! Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun terus berbenah dan kini tengah menjajaki potensi pembukaan rute penerbangan baru yang akan dilayani oleh tiga maskapai besar di Indonesia, yaitu Citilink, Lion Air, dan Tirta Air Jet. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Kepala Bandara RHA Karimun, M Subiat Wiranata Kusumah, mengungkapkan bahwa pengembangan infrastruktur yang telah dilakukan membuat bandara ini semakin siap untuk melayani penerbangan dengan pesawat jenis ATR-72.
“Sertifikat bandara udara (SBU) telah kami terima dari Kemenhub setelah adanya peningkatan infrastruktur. Ini artinya, untuk pengembangan penerbangan menggunakan ATR-72, Bandara RHA Karimun sudah aman,” ujarnya usai acara FGD Peningkatan Transportasi Udara di Karimun, Senin (24/11).
Saat ini, landasan pacu Bandara RHA Karimun memiliki panjang 1.700 meter dan akan terus dikembangkan secara bertahap. “Untuk jangka pendek, kita optimalkan dulu yang ada, yaitu ATR-72. Nantinya, jika sudah mencapai 2.000 atau 2.200 meter, kita bisa menerima pesawat yang lebih besar seperti Airbus atau Boeing,” jelas Subiat.
Beberapa rute potensial yang diusulkan antara lain:
– Karimun – Tanjungpinang
– Karimun – Pekanbaru
– Karimun – Dabo Singkep
– Karimun – Dumai – Medan
– Karimun – Padang
“Tentu saja, pihak maskapai akan melakukan kajian komersial untuk menentukan rute mana yang paling layak. Namun, kami berharap rute Karimun – Pekanbaru dan Karimun – Tanjungpinang bisa segera terealisasi,” imbuhnya.
Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menyambut baik rencana ini dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan sektor transportasi udara.
“Dengan kapasitas 1.700 meter dan pesawat ATR-72, ini adalah bagian dari upaya memperkuat posisi Karimun. Kita harus bekerja sama untuk mewujudkannya,” kata Bupati Iskandarsyah.
Pemda Karimun bahkan siap memberikan subsidi untuk membantu maskapai memenuhi aspek komersial, sehingga operasional penerbangan dapat berjalan optimal.
“Jika ini untuk menguatkan Karimun, kita siap mendukung melalui blok site atau subsidi. Artinya, dari 52 kursi, tidak ada lagi yang kosong,” tegasnya.
Bupati Iskandarsyah menambahkan bahwa keberadaan transportasi udara yang representatif sangat penting bagi Karimun, mengingat kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat.
“Tidak semua orang ingin naik kapal ke Karimun, terutama saat musim utara dengan gelombang yang kuat. Oleh karena itu, pengembangan bandara ini menjadi fokus agar masyarakat memiliki opsi perjalanan yang lebih nyaman,” pungkasnya.
*Nichita Bella

