Karimun– Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus memacu program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tahun 2025. Program ini menjadi unik karena menggabungkan kekuatan berbagai organisasi, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi yang solid antar lembaga agar program ini berjalan sukses. Hal ini disampaikannya saat pelatihan SDM KDKMP di Hotel Karimun 21, Senin (24/11).
“Ini adalah kolaborasi multi organisasi yang unik, oleh karena itu merapikan kembali komunikasi karena tujuan kita semua sama,” ujar Riki. Ia menambahkan bahwa prinsip gotong royong harus menjadi landasan utama, meskipun terdapat perbedaan kemampuan finansial antar daerah.
Fokus utama saat ini adalah koordinasi terkait kesiapan lahan untuk pembangunan koperasi. Riki menjelaskan bahwa pencairan dana dari Kodim/TNI sangat bergantung pada kesiapan lahan di lapangan, yang merupakan kewenangan kepala daerah.
“Kodim atau TNI dananya akan dikucurkan setelah lahan secara keadaan di lapangan siap bangun, sementara lahan itu kewenangan kepala daerah,” jelas Riki. Oleh karena itu, keterlibatan aktif Bupati dalam penentuan lokasi sangat krusial.
“Jadi mestinya ada komunikasi, Bupati juga harus tahu titik itu karena ada rancangan RT/RW yang secara estetika tidak hanya hadir sendiri tetapi kepada ekosistem di lingkungan itu terpadu,” tambahnya.
Setelah dana cair, tenggat waktu penyelesaian proyek sangat ketat, yaitu 93 hari. Riki optimis bahwa tahap pertama dan kedua program KDKMP telah berjalan lancar secara administrasi, dengan melibatkan personel TNI, lurah, kades, dan masyarakat.
Target utama dari program ini adalah membangkitkan semangat berkoperasi di tengah masyarakat melalui hasil nyata.
“Kembangkan dulu supaya semangat berkoperasi kita hidup di tengah-tengah masyarakat. Kalau sudah di Januari awal ada koperasi yang hadir di kampung kita, ada pelayanan nilai sembako, pergudangan, hasil pertanian dan UMKM, itu semangatnya akan semakin kuat,” papar Riki.
Secara khusus, Riki menyoroti perlunya mendorong kehadiran koperasi yang berfungsi optimal di Karimun.
“Program KDKMP ini diharapkan dapat mengisi kekosongan tersebut dan menjadi role model koperasi yang sukses,” tutupnya.
Dengan kolaborasi yang solid dan komitmen dari berbagai pihak, Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi di Kepulauan Riau.
*Nichita Bella

