Senin, Januari 12, 2026
BerandaKarimunPerkuat Ketahanan Pangan Daerah, 2.000 Bibit Bawang Merah di Uji Coba di...
spot_img

Perkuat Ketahanan Pangan Daerah, 2.000 Bibit Bawang Merah di Uji Coba di Karimun

Karimun, beritakita.info– Pemerintah Kabupaten Karimun terus memperkuat langkah menuju kemandirian pangan. Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, memimpin langsung uji coba penanaman 2.000 bibit bawang merah di lahan seluas satu hektare yang berlokasi di Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Rabu (7/1/2026).

Program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk menekan ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah, khususnya komoditas bawang merah yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat Karimun. Berdasarkan data, konsumsi bawang merah di Kabupaten Karimun mencapai sekitar 25 ton per pekan, angka yang dinilai sangat tinggi.

Wabup Rocky menegaskan bahwa Kabupaten Karimun memiliki potensi lahan yang sangat mumpuni untuk pengembangan bawang merah secara mandiri. Dengan dukungan tenaga ahli dan pendampingan teknis, sektor pertanian diyakini mampu menjadi salah satu pilar ketahanan pangan daerah.

“Kebutuhan bawang kita cukup tinggi. Kita ingin meminimalisir ketergantungan dari daerah luar. Lahan kita masih luas dan tim ahli sudah memastikan kondisi tanah di Karimun sangat cocok untuk ditanami bawang,” ujar Rocky.

Proses budidaya bawang merah ini dilakukan dengan perencanaan teknis yang matang bersama para penyuluh pertanian dan kelompok tani setempat. Estimasi masa tanam mencakup 32 hari masa semai dan 75 hari pasca tanam hingga panen, sehingga hasil yang diperoleh diharapkan maksimal dan berkelanjutan.

Program ini juga selaras dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia. Pemerintah daerah berperan aktif dalam menyiapkan lahan, sarana pendukung, serta pendampingan ahli agar produksi pangan lokal mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menariknya, dalam kegiatan uji coba ini, Wabup Rocky turut menyoroti antusiasme generasi muda yang mulai tertarik terjun ke sektor pertanian. Menurutnya, kehadiran petani milenial menjadi energi baru bagi pembangunan pertanian di Karimun.

“Kemarin saya sudah bertemu mereka. Ternyata ada kelompok generasi muda kita yang sangat berminat mengembangkan pertanian. Ini adalah energi baru bagi Karimun,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Karimun telah mengalokasikan satu hektare lahan tambahan yang dipersiapkan khusus untuk ekspansi budidaya bawang merah serta komoditas sayur-sayuran lainnya.

Kegiatan tanam perdana ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), penyuluh pertanian, serta kelompok tani. Dengan kolaborasi lintas sektor tersebut, Kelurahan Pamak diharapkan dapat menjadi pilot project ketahanan pangan bagi wilayah lain di Kabupaten Karimun.

Jika uji coba ini berhasil, masyarakat Karimun tidak hanya diuntungkan dari stabilitas harga bawang merah, tetapi juga semakin dekat dengan cita-cita mandiri pangan di tanah sendiri—bukan lagi sekadar mimpi, melainkan sebuah keniscayaan.

*Nichita Bella