Sabtu, Januari 31, 2026
BerandaKarimunNelayan Asal Riau Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos Karimun
spot_img

Nelayan Asal Riau Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos Karimun

Karimun, beritakita.info– Warga Kelurahan Sei Lakam Timur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam kamar kos, Jumat (23/1/2026) sore. Korban diketahui berinisial SD (41), seorang nelayan kapal rawai asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Jasad korban ditemukan di kamar kos yang berada di kawasan RT 004 RW 003, Kelurahan Sei Lakam Timur, sekitar pukul 17.00 WIB, setelah warga mencium bau busuk menyengat dari dalam kamar.

Kapolsek setempat, AKP Andri Yusri, mengatakan penemuan bermula dari kecurigaan warga sekitar yang mencium bau tak sedap selama dua hari terakhir.

“Warga mencium bau menyengat dari arah kamar korban. Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar kos,” ujar AKP Andri Yusri saat dikonfirmasi, Jumat sore.

Ditemukan Terlungkup di Lantai Kamar

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi terlungkup di lantai kamar kos. Berdasarkan keterangan kepolisian, SD diketahui baru menempati kamar kos tersebut sekitar satu pekan terakhir dan dikenal tertutup serta jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas menduga korban telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan. Polisi juga menemukan sejumlah obat-obatan di dalam kamar korban.

“Untuk penyebab kematian masih dalam penyelidikan. Jenazah sudah kami evakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas AKP Andri.

Warga Curiga Setelah Melihat Banyak Lalat

Salah seorang tetangga korban, Asep, mengungkapkan bahwa bau busuk sudah tercium sejak malam sebelumnya. Namun, warga awalnya mengira bau tersebut berasal dari bangkai hewan.

“Sejak semalam kami sudah mencium bau busuk. Kami kira bangkai tikus. Tapi karena curiga dan melihat banyak lalat keluar masuk dari Kamar 12, kami cek lewat jendela,” kata Asep.

Saat melihat ke dalam kamar melalui jendela, Asep bersama warga lainnya mendapati korban sudah tergeletak di lantai dalam kondisi tidak bergerak. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan ke pihak kepolisian.

Asep menambahkan, terakhir kali ia melihat korban masih beraktivitas di sekitar kos pada rentang 18 hingga 20 Januari 2026.

“Korban baru tinggal di sini, mungkin sekitar semingguan. Kami jarang bertegur sapa,” ujarnya.
Jenazah Dievakuasi ke RSUD Muhammad Sani

Usai dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), jasad korban dievakuasi ke RSUD Muhammad Sani, Karimun, untuk menjalani Visum Et Repertum (VER) guna memastikan penyebab pasti kematian.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.

*Ayat