Sabtu, Januari 31, 2026
BerandaKarimunAsah Kesiapsiagaan Karyawan, PT TIMAH Tbk Area Kundur Gelar Lomba Tanggap Darurat...
spot_img

Asah Kesiapsiagaan Karyawan, PT TIMAH Tbk Area Kundur Gelar Lomba Tanggap Darurat dalam Peringatan Bulan K3 Nasional 2026

KARIMUN, beritakita.info — Di sebuah lapangan terbuka di Area Kundur, Kabupaten Karimun, Selasa (27/1/2026), deru mesin pemadam dan ketangkasan personel dalam melakukan simulasi penyelamatan menjadi pemandangan utama. Bukan sedang menghadapi bencana sungguhan, para pekerja PT TIMAH Tbk tengah berjibaku dalam Perlombaan Tanggap Darurat guna menguji kesiapsiagaan menghadapi risiko kerja yang bisa datang tanpa mengetuk pintu.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional 2026 ini bukan sekadar ajang adu kecepatan. Bagi perusahaan pertambangan, kompetensi tanggap darurat adalah “napas” yang menjamin keberlangsungan operasional sekaligus perlindungan terhadap aset paling berharga: sumber daya manusia.

Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, menegaskan bahwa keterampilan menghadapi situasi kritis merupakan kompetensi wajib. “Risiko kerja bisa muncul kapan saja. Melalui perlombaan ini, perusahaan ingin mengukur sejauh mana karyawan mampu mengimplementasikan prosedur keselamatan yang telah dilatih selama ini,” ujar Anggi.

Standar dan Evaluasi

Perlombaan ini merujuk pada instruksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memperkuat budaya keselamatan di industri ekstraktif. Berbagai kategori dipertandingkan, mulai dari prinsip manajemen lingkungan kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), Safety Contact, teknik pemadaman kebakaran, hingga Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Materi BHD menjadi krusial karena dalam menit-menit awal sebuah insiden medis, tindakan yang tepat dapat menentukan peluang hidup seseorang. Melalui simulasi ini, karyawan dilatih untuk tetap tenang di bawah tekanan, sebuah kondisi yang sulit didapat hanya dari membaca buku panduan.

Yulius, salah satu peserta yang mewakili divisinya, merasakan urgensi dari latihan tersebut. “Kami dilatih untuk berpikir cepat dan sigap, namun tetap harus mengutamakan keselamatan diri sendiri sebelum menolong orang lain. Ini adalah pelajaran tentang ketenangan di situasi genting,” ungkapnya.

Menuju “Zero Accident”

Antusiasme peserta yang datang dari berbagai satuan kerja hingga mitra KIP (Kapal Isap Produksi) menunjukkan bahwa kesadaran akan keselamatan kerja mulai menjadi budaya kolektif, bukan lagi sekadar kepatuhan terhadap regulasi.

Target akhirnya adalah ambisi zero accident atau nihil kecelakaan kerja. Di tengah tuntutan peningkatan produksi timah nasional, kedisiplinan menerapkan prosedur K3 menjadi benteng pertahanan terakhir. Bagi PT TIMAH Tbk Area Kundur, perlombaan ini adalah cara merawat naluri waspada para pekerja agar setiap orang yang berangkat bekerja di pagi hari dapat kembali ke rumah dengan selamat di sore hari.(*)