Sabtu, Februari 7, 2026
BerandaKarimunPara Pedagang Sore Pasar Puan Maimun Protes Rencana Relokasi, Khawatir Mata Pencaharian...

Para Pedagang Sore Pasar Puan Maimun Protes Rencana Relokasi, Khawatir Mata Pencaharian Terancam

Karimun, beritakita.info –Para pedagang sore Pasar Puan Maimun mengeluarkan suara penolakan terhadap rencana relokasi yang akan dipindahkan ke Blok D di bagian belakang pasar tersebut. Para pedagang khawatir pemindahan lokasi akan menyebabkan penurunan pendapatan bahkan mengancam mata pencaharian mereka yang telah menjalankan usaha selama 7 tahun di lokasi tersebut.

Joko Haritonang, pedagang sayur, menyampaikan bahwa sekitar 100 lapak yang menjual ikan, barang basah, kering, dan sayuran akan terkena dampak. Menurutnya, proses rencana relokasi dilakukan sepihak tanpa mendengarkan aspirasi mayoritas pedagang.

“Ada 100 lapak, tapi Prumda hanya panggil sekitar 22 orang saja. Kalau dipindahkan ke belakang Blok D dekat penjualan ayam kampung, berarti pasar sore yang sudah dikenal masyarakat akan hilang. Kami khawatir 80 persen pendapatan akan hilang karena pembeli akan sungkan masuk ke lokasi belakang,” ujarnya.

Risdiana Sihotang, yang juga sebagai pedagang sayur, menambahkan bahwa usaha di pasar sore adalah satu-satunya sumber penghasilan yang memungkinkan dia menyekolahkan anak-anaknya. Meskipun dia memiliki meja di pasar pagi Blok D, kedua lokasi tersebut tidak memberikan hasil penjualan yang memadai.

Risdiana Sihotang, pedagang sayur pasar Puan Maimun

“Ini lah pencaharian kami. Kalau pindah, kami tak bisa apa-apa lagi. Kami dukung kalau pasar akan dirapikan, tapi tetap di lokasi sekarang,” tegasnya.

Rida Sinuraya, pedagang sayur lainnya, menyoroti masalah aksesibilitas lokasi baru. Menurutnya, lokasi belakang akan sulit dijangkau pembeli karena tidak ada tempat parkir yang memadai dan kurang terlihat oleh orang yang lewat.

Rida Sinuraya, pedagang sayur pasar sore Puan Maimun.

“Di sini orang lalu lalang bisa singgah, pembeli yang pulang kerja langsung melihat. Kalau di belakang, pendapatan akan jauh berkurang. Kami khawatir anak-anak tidak bisa sekolah lagi karena tidak ada pemasukan, bayar kredit dan bayar sewa rumah takutnya terancam,” katanya.

Bowo, salah satu pedagang, juga menolak jika usaha mereka digabungkan dengan pasar pagi. Ia menyatakan bahwa pasar pagi didominasi oleh para toke besar, sementara mereka hanya pedagang kecil yang mengambil barang dari para toke.

Bowo, salah satu pedagang pasar sore Puan Maimun

“Kalau digabungkan di sana, apalagi di belakang, bagaimana mungkin jualan kami bisa bersaing?” tandasnya.

Sementara itu, Buk Tini, salah satu pembeli, mengaku tidak keberatan dengan adanya relokasi,

Tini, salah satu pembeli yang merupakan warga Bukit Tembak

“Kalau menurut saya tak papa sih, asalkan pasar yang baru lebih baik, rapi, dan bersih,”ungkapnya

Perumda: Relokasi Untuk Meningkatkan Kelayakan Pasar

Muhammad Mahsun, Direktur Utama Perumda Bumi Berazam Jaya, menjelaskan bahwa rencana relokasi dilakukan karena lokasi pasar sore saat ini menempati lahan parkir yang tidak terkelola maksimal. Tujuan utama adalah untuk memperluas lahan parkir dan membuat pasar lebih teratur.

Muhammad Mahsun, Direktur Utama Perumda Bumi Berazam Jaya,

“Selama ini lahan parkir digunakan untuk pasar sore, sehingga kami memutuskan untuk relokasi ke belakang. Kami tidak akan membatasi jam jualan, pedagang bisa berjualan baik di sore maupun pagi hari jika diinginkan,” ujarnya.

Menurut Mahsun, akses jalan ke lokasi baru nantinya bisa diatur dengan menertibkan kendaraan yang lalu lalang.

“Kenapa harus menolak dipindahkan, selama ini kan jualan di sore hari, artinya memindahkan dari lokasi sana ke sini, kalau agak sulit aksesnya ya sama-sama yang kita saksikan inilah lokasinya, kondisi tempat kita sangat kecil itu, untuk akses jalan saya rasa bisa, selagi kendaraan yang ada kita tertibkan untuk kendaraan yang lalu lalang,” ungkap Mahsun

Kata Mahsun, pihaknya akan menyediakan stand untuk para pedagang pasar sore yang benar-benar berdagang.

“Stand yang kita siapkan sesuai dengan kebutuhan pasar sore, dengan catatan hanya untuk pedagang, bukan yang pemilik stand, selama ini pasar sore banyak yang mengaku punya stand tapi dia tak berjualan, tapi bahkan informasi yang didapat malah disewakan kepada pihak lain, jadi yang akan kita beri kesempatan adalah para pedagangnya yang benar-benar berjualan,” jelas Mahsun

Pihak Prumda mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan proses pembangunan stand-stand yang nantinya akan dijadikan tepat berjualan para pedagang pasar sore.

“Rencana pemindahan akan dimulai pada 31 Maret mendatang, setelah selesai Lebaran. Lokasi lama pasar sore akan diubah menjadi lahan parkir saja. Kami sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh pedagang pasar sore,” pungkasnya.

*Nichita Bella