Minggu, Juni 21, 2026
BerandaKarimunPerumda Bumi Berazam Jaya Siapkan Relokasi Pedagang Pasar Sore, Hindari Konflik dan...
spot_img
spot_img
spot_img

Perumda Bumi Berazam Jaya Siapkan Relokasi Pedagang Pasar Sore, Hindari Konflik dan Optimalkan Aset Pemerintah

Karimun, beritakita.info– Perumda Bumi Berazam Jaya Kabupaten Karimun tengah menyiapkan langkah relokasi bagi pedagang yang berjualan di kawasan pasar sore, yang pada hakikatnya merupakan area parkir. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menata tata ruang dengan lebih rapi, mengoptimalkan aset pemerintah, serta mencegah terjadinya konflik antar pedagang.

Muhammad Mahsun, Direktur Utama Perumda Bumi Berazam Jaya pada Sabtu (7/2/2026) Siang, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih beroperasi di bangunan sedang merencanakan penataan ulang mengingat jumlah pedagang pasar sore yang semakin banyak.

“Pemerintah Daerah dulu merelokasi sementara di bangunan perikanan yang sudah hibahkan ke kita. Sekarang makin membludak pedagangnya sehingga kami punya inisiasi bagaimana bisa tertata lebih rapi. Pasar sore itu sebenarnya area parkir, hari libur hari besar itu parkir sesak sekali sehingga kami akan kembali fokuskan pasar sore untuk menjadi area parkir,” ujar Mahsun.

Ia menambahkan bahwa sesuai dengan pesan Bupati, tidak boleh ada pedagang yang tercecer atau tidak terakomodir. Pihaknya hanya akan memberikan lapak baru kepada para pedagang yang memang benar-benar berjualan di pasar sore saat ini.

“Kami akan memberikan lapak baru kepada para pedagang, bukan pada orang yang mengaku memiliki lapak tapi malah disewakan, padahal dari dulu kami tidak pernah memungut uang sewa di pasar sore, bahkan katanya sampai diperjual belikan lapaknya yang padahal itu aset milik pemerintah,” ungkap Mahsun

Kata Mahsun, untuk pedagang kering, rencana relokasi akan dilakukan ke Blok D. Hal ini juga sebagai antisipasi terhadap rendahnya okupansi lapak di pasar yang telah dibangun pemerintah dengan anggaran tidak sedikit, di mana dari 157 lapak hanya ditempati kurang dari 50 persen atau sekitar 80 lapak kosong.

“Artinya peluang untuk kita mendapatkan pendapatan dari lapak tersebut hilang, itulah maksud dan tujuan kami bagaimana kami menata ini. Selain itu, Karimun juga dikunjungi masyarakat luar seperti dari Malaysia dan Singapura, namun kondisi bangunan pasar sore saat ini tidak layak,” jelasnya.

Mahsun mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan sosialisasi secara bertahap, dengan target sterilisasi kawasan pasar sore pada 31 Maret mendatang. Untuk pedagang yang akan berjualan di area baru dengan sistem sewa harian, akan dikenakan biaya sebesar Rp5.000 per hari, dan sosialisasi kepada pedagang sayur akan dilakukan pada Sabtu depan.

Selama 8 Tahun Tidak Ada Pemungutan Biaya

Fitrah Taufik, Satuan Pengawas Intern (SPI) Perumda Bumi Berazam Jaya, mengungkapkan bahwa selama 8 tahun terakhir, pihaknya tidak melakukan pemungutan apapun terhadap penggunaan lahan milik pemerintah yang digunakan sebagai lokasi pasar sore.

“Selama 8 tahun perumda tidak melakukan pemungutan apapun terhadap pemakaian lahan milik pemerintah yang dikelola oleh perumda. Sesuai dengan tataruang, yang dipakai sekarang oleh para pedagang sore itu adalah area parkir, kami tidak tahu siapa yang melakukan pemungutan biaya di sana,” ucap Fitrah.

Menurutnya, terdapat tiga opsi penataan, namun opsi untuk mempercantik atau membangun pasar sore tanpa relokasi berisiko menyebabkan pedagang dari Blok C yang berjualan pagi juga berpindah ke area parkir, yang berpotensi menimbulkan konflik karena sering terjadi benturan waktu berjualan antara pedagang pagi dan sore.

“Sering terjadi konflik antara pedagang pagi dan sore, pedagang sore menyatakan mereka berjualan jam 1, padahal jam 11 bahkan hari besar dari pagi sudah berjualan,” katanya.

Kata Fitrah, opsi yang dianggap paling rasional adalah memindahkan pedagang, sehingga hak mereka sebagai pedagang pasar nantinya diakui.

“Pedagang sayur yang memiliki tempat di Blok C atau Blok B akan kembali ke lokasi masing-masing, sedangkan yang tidak memiliki tempat akan ditempatkan di Blok D. Kita juga akan membuka akses jalan dan mengubah pola parkir,” ujar Fitrah

Fitrah mengatakan bahwa untuk pembangunan meja pedagang basah, diperlukan biaya sebesar Rp7.000.000 dengan sisanya ditanggung oleh Perumda.

“Adapun biaya sewa harian yang akan dikenakan saat dipindahkan nantinya adalah Rp15.000 untuk pedagang basah, Rp5.000 untuk pedagang kering sayuran, dan Rp12.000 untuk pedagang kering yang menjual ikan asin dan buah, sama seperti yang sudah kita terapkan di pasar Puan Maimun,” jelas Fitrah

“Total pedagang di pasar sore saat ini berjumlah 94 orang, sedangkan pedagang di pasar Puan Maimun mencapai 750 orang. Kami mengelola sebanyak 7 pasar di Kabupaten Karimun dan kami akan berusaha menata semuanya dengan rapi,” tambah Fitrah

 “Nichita Bella