KARIMUN, beritakita.info – Perumda Tirta Mulia Karimun resmi memiliki kepemimpinan baru. Bupati Karimun Iskandarsyah melantik Ferry Kurniawan sebagai Direktur Baru untuk periode 2026 hingga 2031 dalam acara yang berlangsung di Ruang Cempaka Putih Komplek Perkantoran Bupati Karimun pada Senin (9/2/2026) siang.
Pelantikan ini menandai pergantian kepemimpinan setelah masa jabatan Herry Budiharto sebagai direktur lama berakhir.
Bupati Iskandarsyah mengungkapkan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Herry Budiharto selama menjabat.
“Kami ucapkan terima kasih kepada pejabat yang lama, dan kami masih membutuhkan beliau untuk membantu dalam hal kepengawasan,” ucapnya.
Perumda Tirta Mulia Karimun mencatatkan perkembangan yang sangat pesat di bawah kepemimpinan sebelumnya. Setelah pernah berada di level 4 dan hampir mengalami kolaps, institusi ini berhasil naik ke level 3, menjadi sehat dan mulai menghasilkan laba hanya dalam waktu 4 bulan. Pencapaian ini diraih meskipun sempat menghadapi kekurangan modal inti sebesar 2,5 miliar rupiah dan harus melakukan pinjaman 700 juta rupiah.
“Kita apresiasi karena PDAM telah benahi pelayanan sekaligus mengatur sistem penggajian, bukan hal yang mudah seperti yang dibayangkan,” jelas Bupati.
Sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penyediaan air bersih dijadikan prioritas dasar kebutuhan masyarakat. Untuk menguatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini, berbagai kerja sama strategis sedang digalakkan, antara lain dengan PT Timah dan Bumi Berazam. Pasalnya, PT Timah diperintahkan oleh Presiden untuk meningkatkan produksi tiga kali lipat, yang menjadi peluang besar bagi daerah.
“Salah satu potensi yang kita dorong adalah pengelolaan sampah yang bisa diubah menjadi sumber pendapatan. Kita sedang mempertimbangkan pembuatan paping blok yang bisa dibeli PT Timah untuk pembangunan rumah karyawannya,” jelas pihak terkait.
Selain itu, juga dilakukan kerja sama dengan Perseroan Batam Pelabuhan dalam bidang logistik. BUMD Kabupaten Karimun bahkan meraih prestasi sebagai yang terbaik di Kepulauan Riau dalam menjalankan Program Merdeka Belajar Guru (MBG) Presiden, dengan aliran dana hingga 180 miliar rupiah per tahun yang memberikan manfaat bagi 68 ribu penerima.
Pengembangan sumber daya air juga menjadi fokus utama pemerintah daerah. Selain air tanah dan hujan, pihaknya berencana memanfaatkan aliran air terjun, mengacu pada contoh Singapura yang memiliki empat sumber air, salah satunya dari air hujan.
“Meskipun telah menunjukkan kemajuan, posisi kita saat ini hanya di angka 30,8 persen di tengah tingkat perkembangan daerah lainnya. Oleh karena itu, selain meningkatkan pelayanan publik, kita juga perlu fokus pada peningkatan pendapatan daerah,” tegas Bupati.
Pemerintah daerah juga telah melakukan sonding dengan investor untuk mengembangkan potensi daerah lebih lanjut. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah perubahan etos kerja dan mindset masyarakat, seperti kasus ketika rencana pembangunan masih dalam tahap awal namun sudah ada yang mengajukan protes.
“Dengan semangat belajar dari Presiden Prabowo Subianto, kita yakin bahwa niat baik dan benar akan mendapatkan kekuatan dari Allah SWT. Kuncinya adalah semangat keberkahan untuk membangun kekuatan daerah,” pungkas Bupati.
Dalam keterangannya setelah pelantikan, Ferry Kurniawan menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kinerja Perumda yang sudah menunjukkan perkembangan positif.
“Kami akan berupaya meningkatkan Perumda Tirta Mulia Karimun yang sebelumnya sudah bagus, untuk sektor pelayanan akan kita tingkatkan, untuk sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga. Kita tau sendiri keadaan APBD kita seperti apa, semoga kami dapat menjalankan program dari Bupati,” ujarnya.
Ferry menjelaskan bahwa pihaknya akan aktif mencari peluang anggaran dari pusat untuk menangani peremajaan infrastruktur.
“Jangka pendek kita benahi dulu secara internal, kita akan tingkatkan kinerja pegawai dulu,” katanya.
Untuk area yang belum teraliri air bersih dan belum memiliki jaringan transmisi serta distribusi, ia telah mengkonfirmasi dengan Bupati untuk mengajukan anggaran ke pusat dan membuat Daftar Evaluasi dan Prioritas (DEP) untuk pekerjaan yang belum terlaksana.
“Mengenai kualitas air, sesuai dengan standar nasional yang ada, instalasi pengelolaan air sudah kita atasi dengan baik. Kalau ada yang agak keruh karena kondisi musim kemarau dan adanya limbah yang masuk ke resovoir, tapi Alhamdulillah spamnya sudah sesuai standar,” jelas Ferry.
Perumda Tirta Mulia menyetorkan PAD sebesar 2 miliar rupiah pada tahun 2025. Ferry berencana meningkatkan angka tersebut dengan memperbaiki jaringan terlebih dahulu.
“Saya masuk ke Perumda Tirta Mulia Karimun tahun 2020, dan pada 2023 menjabat sebagai sekretaris pengawas PDAM, semoga dengan pengalaman saya yang memang sudah bergelut dibidang ini, ke depan dapat meningkatkan PAD dan memperbaiki jaringan yang ada di Tirta Mulia Karimun,” tambahnya mengenai riwayat karirnya di institusi tersebut.
*Nichita Bella
