Senin, Mei 4, 2026
BerandaNasionalPT TIMAH Tbk Dorong Transformasi Kepemimpinan Melalui TINS Executive Leadership Program

PT TIMAH Tbk Dorong Transformasi Kepemimpinan Melalui TINS Executive Leadership Program

PANGKALPINANG, beritakita.info – Di tengah dinamika industri pertambangan global yang menuntut akuntabilitas tinggi, PT TIMAH Tbk (TINS) mulai menyemai benih kepemimpinan baru. Bertempat di Graha Timah, Pangkalpinang, emiten pertambangan plat merah ini menggelar TINS Executive Leadership Program (TELP) Series 1 bertajuk “Leading Transformation for Sustainable Enterprise Value” pada 5–7 Februari 2026.

Langkah ini bukan sekadar pelatihan rutin. Program yang diinisiasi oleh Divisi Human Capital ini menjadi sinyal kuat bahwa PT TIMAH Tbk sedang melakukan reorientasi karakter kepemimpinan: dari sekadar pengelola tambang menjadi pengelola nilai perusahaan yang berkelanjutan.

Menghadirkan ‘Begawan’ Transformasi

Keseriusan TINS dalam merombak pola pikir jajaran petingginya terlihat dari daftar narasumber yang dihadirkan. Tak tanggung-tanggung, sosok ikonik transformasi BUMN, Ignasius Jonan, hadir memberikan perspektifnya pada hari kedua.

Selain Jonan, panggung edukasi ini juga diisi oleh tokoh-tokoh kunci seperti Agus Dwi Handaya (Managing Director Danantara), Kuswantoro Pranabudi (Direktur MIND ID), hingga duet mantan narasumber legendaris TINS: Erry Riyana Hardjapamekas (Direktur Utama periode 1994–2002) dan Fachry Ali (Komisaris Utama periode 2015–2020).

Kehadiran para tokoh lintas generasi ini seolah menegaskan bahwa masa depan TINS harus dibangun di atas fondasi pengalaman masa lalu yang dipadukan dengan strategi modern yang akuntabel.

Dari Lapangan Menuju Profitabilitas

Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Restu Widiyantoro, memberikan catatan kritis bagi para pesertanya. Ia mengakui bahwa pemimpin di lingkungan TINS adalah orang-orang lapangan yang tangguh. Namun, di era transformasi, ketangguhan operasional saja tidak cukup.

“Pemimpin PT TIMAH Tbk lahir dari proses panjang sebagai penambang yang teruji di lapangan. Namun hari ini, kita punya tugas tambahan: menghasilkan profit dan kontribusi devisa bagi negara,” ujar Restu. Pesan ini jelas—pemimpin TINS masa depan harus mampu menyeimbangkan kemahiran teknis dengan ketajaman bisnis.

Senada dengan Restu, Komisaris Utama Agus Rohman mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang memiliki tanggung jawab sosial kepada bangsa. Ia memperkenalkan rumus “B5” sebagai pelengkap nilai AKHLAK: Bersyukur, Berdoa, Belajar, Bekerja, dan Berbagi.

Investasi Jangka Panjang

Direktur Sumber Daya Manusia TINS, Ratih Mayasari, menegaskan bahwa TELP adalah bentuk investasi jangka panjang. Tujuannya adalah melahirkan pemimpin yang adaptif dan mampu mengelola aset secara transparan.

“Kami ingin membentuk pemimpin yang tidak hanya andal di bidang teknis, tetapi juga mampu mengelola bisnis secara akuntabel,” kata Ratih.

Dengan melibatkan narasumber dari berbagai latar belakang—termasuk unsur penegak hukum dari Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung—TINS tampak ingin memastikan bahwa transformasi ini berjalan di atas rel tata kelola perusahaan yang bersih (Good Corporate Governance).

Di tengah tantangan industri ekstraktif yang kian kompleks, TINS Executive Leadership Program menjadi pertaruhan perusahaan untuk memastikan bahwa estafet kepemimpinan mereka berada di tangan yang tepat: mereka yang tidak hanya tahu cara menggali timah, tapi juga tahu cara menjaga martabat perusahaan di mata dunia.