Senin, Mei 4, 2026
BerandaKarimunPuncak Bulan K3 Nasional 2026, PT TIMAH Tbk Berikan Penghargaan Karyawan dan...

Puncak Bulan K3 Nasional 2026, PT TIMAH Tbk Berikan Penghargaan Karyawan dan Mitra Kerja

KUNDUR, beritakita.info – Di industri pertambangan, keselamatan bukan sekadar angka dalam laporan tahunan, melainkan nyawa dari operasional itu sendiri. Pesan kuat inilah yang menggema dalam Apel Akbar Bulan K3 Nasional 2026 yang digelar PT TIMAH Tbk di area operasional Kundur, Senin (9/2/2026).

Puncak peringatan ini menjadi panggung apresiasi bagi mereka yang mampu menjaga ritme kerja tanpa mengabaikan risiko. Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Restu Widiyantoro, turun langsung memberikan penghargaan kepada karyawan dan mitra kerja yang dinilai konsisten dalam implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Sembilan Kategori Penjaga Keselamatan

Perusahaan menganugerahkan penghargaan dalam sembilan kategori strategis, mulai dari Direktorat SCM Terbaik, Anak Perusahaan Terbaik, hingga kategori yang menyentuh aspek individu seperti Personil Pelaporan Observasi Terbaik.

Penghargaan ini bukan sekadar piala pajangan. Dalam perspektif tata kelola perusahaan (ESG), pelaporan observasi secara sukarela (voluntary) menunjukkan tingkat kematangan budaya K3 yang tinggi—di mana karyawan secara aktif mengidentifikasi potensi bahaya sebelum menjadi celaka.

Kesaksian dari Lini Depan

Bagi para pekerja di lapangan, K3 adalah komitmen yang tak bisa ditawar. Indah Hapriyani, peraih penghargaan Insan Timah Sehat dari Divisi Area Belitung, menegaskan bahwa kesadaran akan risiko tinggi harus mendarah daging.

“Kalau masalah keselamatan itu tidak bisa ditawar. Jika ada potensi bahaya, lebih baik pekerjaan dihentikan dulu untuk diperbaiki sebelum dilanjutkan,” ujar Indah. Selain aspek keamanan teknis, Indah menyoroti pentingnya stamina fisik—seperti penerapan intermittent fasting—sebagai fondasi produktivitas di lingkungan kerja yang keras.

Senada dengan Indah, Eddy dari Divisi HSSE Area Kundur, yang juga bagian dari tim Fire and Rescue Challenge, melihat K3 sebagai instrumen pengabdian masyarakat. Tak hanya menjaga internal perusahaan, timnya aktif mengedukasi masyarakat sekitar, mulai dari anak-anak PAUD hingga orang dewasa, tentang prosedur darurat.

Fondasi Pertambangan Berkelanjutan

Restu Widiyantoro dalam arahannya mengingatkan bahwa K3 harus menjadi budaya kerja sehari-hari di seluruh lini perusahaan. “Ini adalah wujud apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh Insan Timah agar menjadikan K3 sebagai budaya, bukan sekadar kewajiban administratif,” tegasnya.

Melalui pendekatan yang kompetitif dan partisipatif, PT TIMAH Tbk berupaya menciptakan lingkungan kerja yang nol kecelakaan fatal (zero fatality). Di tengah ambisi perusahaan untuk terus berkontribusi pada devisa negara, penguatan budaya K3 menjadi benteng utama untuk memastikan bahwa setiap “emas hitam” yang digali tidak dibayar dengan harga yang terlalu mahal: keselamatan manusia.(*)