KARIMUN, beritakita.info – Di tengah deru mesin industri pertambangan, ada satu prinsip yang kini ditegaskan kembali sebagai harga mati: keselamatan. Pada Senin (9/2/2026), ribuan pasang mata mengikuti Apel Akbar Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional yang digelar PT TIMAH Tbk di Division Area Kundur, Kepulauan Riau.
Acara yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi panggung penegasan bahwa di industri dengan risiko tinggi seperti pertambangan, keselamatan adalah hak asasi yang paling mendasar bagi setiap pekerja.
Bukan Sekadar Urusan Administratif
Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Restu Widiyantoro, yang bertindak sebagai inspektur apel, membacakan pesan krusial dari Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli. Dalam pidatonya, ditekankan bahwa K3 harus bertransformasi dari kewajiban administratif menjadi prioritas nurani.
“K3 tidak boleh dipahami sebatas pemenuhan regulasi. Ini adalah hak dasar pekerja untuk memastikan mereka bisa pulang ke rumah dengan selamat,” ujar Restu, mengutip sambutan Menaker. Pesan ini menjadi pengingat tajam bahwa di balik angka-angka produksi, ada nyawa manusia yang harus dijamin kepulangannya setiap hari.
Nyawa yang Tak Tergantikan
Kehadiran Bupati Karimun, H. Ing Iskandarsyah, menambah bobot urgensi pada peringatan tersebut. Bagi pemerintah daerah, penerapan K3 di perusahaan sebesar PT TIMAH Tbk berdampak langsung pada kesejahteraan sosial masyarakat Karimun.
“Nyawa tidak bisa digantikan dengan apapun. Kita semua ingin pulang dengan selamat demi anak dan istri. Kami mendukung penuh agar budaya K3 ini diterapkan secara nyata demi mencapai target zero accident,” tegas Iskandarsyah. Ia berharap, produktivitas perusahaan dapat berjalan beriringan dengan standar keselamatan jiwa yang ketat.
Atraksi dan Kompetisi di Garis Depan
Puncak peringatan di Kundur ini juga menjadi ajang unjuk kebolehan para “pasukan garda depan” keselamatan. Sorak-sorai pecah saat pemenang TINS Fire & Rescue Challenge mendemonstrasikan ketangkasan mereka dalam simulasi tanggap darurat.
Lomba yang sebelumnya telah digelar di Pangkalpinang dan Kundur pada akhir Januari lalu ini, bertujuan untuk mengasah insting dan kesiapsiagaan karyawan dalam menghadapi skenario terburuk di lapangan. Tak hanya atraksi, perusahaan juga memberikan penghargaan kepada unit kerja dan individu yang dinilai paling konsisten menjalankan prosedur keselamatan kerja.
Visi Berkelanjutan
Peringatan serentak di berbagai wilayah operasional—mulai dari Bangka Utara, Bangka Selatan, hingga Belitung—menandakan bahwa PT TIMAH Tbk sedang berupaya melakukan sinkronisasi budaya keselamatan di seluruh lini bisnisnya.
Bagi manajemen, penguatan ekosistem K3 adalah fondasi utama menuju pertambangan yang berkelanjutan. Di era industri modern, sebuah perusahaan tambang tidak lagi hanya diukur dari seberapa banyak timah yang dihasilkan, melainkan dari seberapa aman lingkungan kerja yang mereka ciptakan bagi para pekerjanya.(*)



