KARIMUN, beritakita.info– Warga Lingkungan Guntung Punak, RT 01/RW 03, Kelurahan Darussalam, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mendadak digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria lanjut usia di kediamannya sendiri. Pria berinisial A (66 tahun) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi sudah mengeluarkan bau tidak sedap dan dikerumuni lalat pada Senin (25/5/2026) malam. Kejadian ini bermula dari niat mulia Ketua RT setempat yang hendak memberikan bantuan, namun justru menemukan hal yang menyayat hati.
Kejadian bermula sekitar pukul 18.18 WIB, saat Ketua RT, Sudiyono, berkunjung ke rumah korban untuk memberikan santunan. Diketahui, A sudah lama hidup seorang diri dan menjadi perhatian warga sekitar. Namun, kedatangan yang bertujuan baik itu berubah menjadi keprihatinan saat panggilan-panggilan Sudiyono tak kunjung dijawab. Merasa ada yang janggal, ia pun mencoba melihat ke dalam rumah.
Pemandangan yang memilukan langsung terlihat di depan matanya. A terlihat terbaring telentang atau tekangkang di lantai rumahnya dalam keadaan sudah tak bernyawa. Kondisi jenazah sudah mulai membusuk dan dikerumuni lalat, menandakan bahwa kematian kemungkinan sudah terjadi beberapa saat sebelumnya.
“Niat awal saya datang ke rumah ini untuk memberi santunan. Saya panggil-panggil berkali-kali tak ada jawaban. Setelah saya lihat ke dalam, ternyata beliau sudah tergeletak tekangkang, dan kondisinya sudah dikerumuni sama lalat. Baunya pun sudah tercium keluar,” ungkap Sudiyono dengan nada masih terkejut.
Melihat kondisi tersebut, Sudiyono segera meminta bantuan warga sekitar serta Imam Masjid terdekat untuk mengamankan lokasi dan mengurus prosesi awal. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan sering kali bolak-balik dirawat di rumah sakit. Kabar yang lebih menyedihkan, korban ternyata baru saja pulang dari perawatan medis belum lama ini.
Sekitar pukul 19.30 WIB, petugas kepolisian dari Polsek Meral Polres Karimun tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan proses evakuasi. Saat proses pengangkatan jenazah berlangsung, aroma tidak sedap sudah tercium hingga jarak yang cukup jauh dari rumah korban.
Kapolsek Meral, Iptu Wardi Purbowo, yang memimpin langsung pemeriksaan di lokasi, menjelaskan kronologi kesehatan korban yang sangat memprihatinkan. Menurut keterangan yang diperoleh pihaknya, korban baru saja menjalani perawatan medis.
“Korban baru 25 hari keluar dari rawat inap di RSUD Muhammad Sani. Saat dirawat di sana sekitar lima hari, beliau meminta izin dan berkeinginan kuat untuk pulang ke rumahnya sendiri. Padahal, rencananya tanggal 5 bulan depan korban dijadwalkan akan kembali lagi untuk pemeriksaan atau kontrol ulang ke rumah sakit,” ungkap Iptu Wardi Purbowo.
Dari hasil penyelidikan di lokasi dan keterangan keluarga, khususnya anak kandung korban, dipastikan A memang menderita penyakit jantung kronis yang sudah lama dideritanya. Pihak kepolisian juga telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap jenazah dan lingkungan sekitar untuk memastikan penyebab kematian.
“Hasil dari pemeriksaan di TKP yang kemudian disandingkan dengan hasil visum et repertum, tidak ditemukan sedikit pun tanda-tanda kekerasan atau bekas luka akibat perbuatan orang lain. Berdasarkan riwayat penyakit dan kondisi yang ada, sementara ini kami menyimpulkan kematian murni karena faktor sakit yang diderita korban,” tegas Kapolsek.
Setelah pemeriksaan di lokasi selesai, jasad A kemudian dibawa menggunakan ambulans kembali menuju RSUD Muhammad Sani Kabupaten Karimun guna kepentingan administrasi dan pemulangan jenazah ke keluarga.
*Nichita Bella
