KARIMUN, beritakita.info– Di bawah gerimis yang syahdu hari ke dua Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, halaman kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun tampak berbeda. Suasana haru, kebersamaan, dan semangat berbagi menyelimuti puluhan pegawai, pimpinan instansi, hingga masyarakat yang berkumpul di sana.
Di tengah lapangan, terlihat tiga ekor sapi besar dan satu ekor kambing yang tampak terawat, siap dikurbankan. Bukan sekadar kewajiban ibadah semata, momen kurban tahun ini menyimpan makna yang lebih dalam, hasil gotong royong seluruh jajaran PUPR, dan langkah nyata ikut serta pemerintah daerah dalam menekan angka stunting di dua kelurahan prioritas.

Ini adalah tahun ke-delapan tradisi mulia ini terus berlanjut. Sejak tahun ke tahun, semangat berbagi ini tak pernah surut, justru kian tumbuh besar. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karimun, Raja Machrizal menjelaskan, di balik keberhasilan mengumpulkan hewan kurban, ada kisah kebersamaan dan kepedulian yang luar biasa dari setiap pegawai.
“Alhamdulillah, ini sudah tahun ke-8 kami laksanakan. Dan yang membanggakan, hewan kurban tahun ini murni hasil dari tabungan rutin para pegawai. Setiap bulan setiap orang menyisihkan Rp300 rupiah saja, dikumpulkan selama 12 bulan, terkumpul lah Rp3,6 juta perorang, dan itulah yang kita gunakan untuk membeli hewan kurban ini,” ungkap Raja Machrizal

Tidak hanya para pegawai, dari luar PUPR juga ada yang ikut serta seperti Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole dan Anggota DPRD Kabupaten Karimun Muhammad Firdaus Fraksi PKB.
Bagi Raja Machrizal, tradisi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sarana memupuk rasa kekeluargaan di lingkungan kerja.

“Kita membangun Karimun ini butuh semangat dan perjuangan tinggi, dan momen seperti ini adalah salah satu cara kita memupuk itu. Tema kita tahun ini mengingatkan kita bahwa Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian. Semoga apa yang kita lakukan ini manfaatnya bisa dirasakan orang banyak,” tambahnya.
Pemilihan lokasi penyaluran daging kurban tahun ini juga tidak sembarangan. Daging dari hewan kurban PUPR akan disalurkan langsung ke Kelurahan Sungai Lakam Barat dan Kelurahan Sungai Pasir. Keputusan ini diambil berdasarkan data statistik kesehatan yang menunjukkan bahwa kedua wilayah tersebut masih memiliki angka stunting yang cukup tinggi. Di sinilah letak kepedulian sosial dihubungkan dengan program pembangunan daerah.

“Kita salurkan ke kedua kelurahan itu dengan tujuan mulia, yaitu ikut serta membantu pemenuhan gizi masyarakat di sana, sekaligus berkontribusi menurunkan angka stunting karena di dua kelurahan itu datanya masih lumayan tinggi. Selain itu, daging juga dibagikan ke warga sekitar kantor yang membutuhkan,” tegasnya.
“Bapak Ibu yang lain juga yang niat membantu, yang bukan dari lingkungan PUPR, kami persilahkan dan membuka diri. Siapa saja bisa menyerahkan hewan kurban ke kami untuk kami salurkan. Tujuannya satu, menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan kebersamaan,” Raja Machrizal,
Kegiatan yang sarat makna ini turut disaksikan langsung oleh Bupati Karimun, Iskandarsyah, didampingi Sekretaris Daerah Junaidi, serta Anggota DPRD Kabupaten Karimun, Muhammad Firdaus. Bupati Iskandarsyah memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas konsistensi dan kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran PUPR. Baginya, kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa aparatur negara tidak hanya bekerja untuk pembangunan fisik jalan atau jembatan, tetapi juga membangun kepedulian sosial.

“Ini adalah tahun ke-8 di mana PUPR bersama seluruh staf mereka melakukan kegiatan mulia ini. Ini adalah kebiasaan yang sangat baik, patut dicontoh, dan harus terus dikembangkan. Kemarin saya juga sudah menyalurkan secara langsung bantuan kurban seberat total 1 ton berupa 2 ekor sapi bantuan dari Bapak Presiden, yang kami antarkan langsung sampai ke masyarakat di Kecamatan Moro, tepatnya di Masjid Baiturrahman,” ungkap Iskandarsyah mengenang perjalanannya menyalurkan bantuan negara ke pulau-pulau terluar.
Bupati juga memaparkan gambaran besar semangat berkurban di seluruh wilayah Karimun tahun ini. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pangan dan Pertanian, tercatat ada sekitar 540 ekor sapi yang dikurbankan, namun angka ini belum termasuk hewan-hewan yang dikurbankan secara perorangan atau tidak terdata di tingkat desa. Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah sapi bisa mencapai sekitar 600 ekor. Sementara untuk kambing, angkanya berkisar antara 600 hingga 700 ekor.
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami menyambut baik dan mengapresiasi antusiasme masyarakat Kabupaten Karimun yang berlomba-lomba menciptakan kebaikan dengan berkurban. Ini luar biasa. Mudah-mudahan kita manfaatkan momen ini sebaik-baiknya,” ujar Bupati Iskandarsyah.
Dalam arahannya, Bupati juga mengingatkan kembali tentang makna filosofis dan hukum berkurban dalam Islam. Menurut pandangan Mazhab Syafi’i yang dianut mayoritas masyarakat, berkurban hukumnya Sunnah Muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan bagi yang mampu dan memiliki kelebihan rezeki. Hal ini sedikit berbeda dengan pendapat Imam Hanafi yang mewajibkannya.
“Kita ingat kembali kisah Nabi Ibrahim A.S., momen ketika beliau mendapatkan mimpi yang merupakan wahyu untuk menyembelih Ismail, diperintahkan langsung oleh Allah SWT. Berkurban ini adalah bagian dari sunnah Nabi Ibrahim dan keluarganya. Ini adalah simbol pengorbanan dan perjuangan tertinggi dalam ajaran agama. Dan ada pesan penting dalam pembagian daging, sepertiga untuk yang berkurban, dua pertiga lainnya wajib dibagikan kepada orang-orang yang tidak mampu,” pesan Bupati mengingatkan tata cara berbagi yang benar.
Lebih dalam lagi, Bupati mengingatkan bahwa hakikat ibadah kurban adalah wujud syukur atas nikmat yang Allah berikan.
“Sesungguhnya Allah memberikan nikmat yang banyak kepada kita, maka salatlah dan berkurban. Dengan kita berkurban, rezeki yang Allah berikan kepada kita bisa bermanfaat dan banyak orang yang terbantu,” tegasnya.
Suasana kebersamaan ini semakin terasa saat proses penyembelihan berlangsung, diiringi takbir yang berkumandang dari mulut ke mulut. Bukan hanya sekadar tugas kedinasan, momen ini menjadi bukti bahwa di balik pembangunan fisik Kabupaten Karimun, ada hati-hati yang tulus yang terus bergerak berbagi. Harapannya, daging yang disalurkan ke Kelurahan Sungai Lakam Barat dan Sungai Pasir tidak hanya menjadi santapan lezat, tetapi menjadi berkah yang menyentuh gizi dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah rakyatnya.
*Nichita Bella



