PANGKALPINANG, beritakita.info — Komitmen PT TIMAH Tbk untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui program penyaluran hewan kurban tidak hanya dirasakan oleh masyarakat penerima, tetapi juga memberikan dampak positif bagi para peternak lokal di wilayah operasional perusahaan.
Dalam pengadaan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah, PT TIMAH melalui anak usahanya, PT Timah Agro Manunggal (TAM), melibatkan peternak lokal sebagai mitra penyedia hewan kurban. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor peternakan lokal.
Salah satu peternak yang merasakan manfaat program tersebut adalah Budi Apriadi, pemilik AK58 Farm yang berlokasi di Dusun Cemara 2, Desa Kurnia Jaya, Kabupaten Belitung Timur. Tahun ini, Budi mendapat kepercayaan untuk menyediakan sapi kurban yang akan didistribusikan kepada masyarakat di wilayah Pulau Belitung dan Belitung Timur.
Budi mengaku bersyukur karena dapat terlibat langsung dalam pengadaan hewan kurban PT TIMAH. Menurutnya, mekanisme seleksi yang dilakukan secara terbuka melalui survei memberikan kesempatan yang sama bagi peternak lokal untuk berpartisipasi.
“Alhamdulillah kami dilibatkan PT TIMAH melalui PT TAM untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban perusahaan dan pemilihan peternak lokal juga dilakukan secara kompetitif dengan survei yang dilakukan PT TAM. Kami sebagai peternak lokal merasa diberi kesempatan dan dilibatkan secara langsung,” katanya.
Dalam kerja sama tersebut, Budi dipercaya menyediakan sebanyak 39 ekor sapi untuk kebutuhan distribusi hewan kurban. Selain AK58 Farm, PT TIMAH juga melibatkan peternak lokal lainnya di Pulau Belitung sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat ekonomi program tersebut.
Menurut Budi, proses seleksi yang dilakukan PT TIMAH melalui PT TAM tidak hanya berfokus pada jumlah hewan yang tersedia, tetapi juga memperhatikan kualitas dan kesiapan peternak.
“Kami dilakukan survei. Kami diperiksa mulai dari kesiapan kandang, pakan, kesehatan hewan sampai bagaimana pengelolaannya. Ini menjadi pengalaman baik karena peternak dilibatkan langsung,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan distribusi, sapi yang disiapkan didominasi oleh sapi Madura dengan bobot rata-rata sekitar 320 kilogram per ekor. Hewan kurban tersebut kemudian didistribusikan menggunakan sejumlah armada pengangkut ke berbagai lokasi penerima manfaat.
Budi menilai keterlibatan PT TIMAH dalam menggandeng peternak lokal menjadi angin segar bagi pelaku usaha peternakan, terutama di tengah menurunnya permintaan hewan kurban dari masyarakat pada tahun ini.
“Permintaan masyarakat memang turun dibanding tahun sebelumnya, tetapi Alhamdulillah ada pesanan dari pengadaan kurban dari PT TIMAH sehingga sangat membantu peternak. Harga sapi juga naik karena ketersediaan terbatas,” jelasnya.
Lebih dari sekadar memberikan dampak ekonomi, kerja sama tersebut juga mendorong peternak untuk terus meningkatkan kualitas usaha dan tata kelola peternakan agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan.
“Kami bersyukur dan senang karena diberi kesempatan. Dengan adanya seperti ini, peternak lokal punya peluang yang sama untuk berkembang,” tuturnya.
Melalui pelibatan peternak lokal dalam pengadaan hewan kurban, PT TIMAH tidak hanya menjalankan program sosial bagi masyarakat penerima manfaat, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui kolaborasi yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi berbagai sektor usaha lokal.
Dengan pendekatan tersebut, PT TIMAH terus memperkuat perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pembangunan yang inklusif di wilayah operasionalnya.
*Nichita Bella



