Selasa, Juni 2, 2026
BerandaNasionalPT TIMAH Fasilitasi Gotong Royong Penanganan Pendangkalan Muara Jelitik, Ratusan Nelayan Turun...
spot_img
spot_img
spot_img

PT TIMAH Fasilitasi Gotong Royong Penanganan Pendangkalan Muara Jelitik, Ratusan Nelayan Turun Tangan

BANGKA, beritakita.info — Komitmen PT TIMAH Tbk dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir kembali ditunjukkan melalui inisiasi gotong royong penanganan pendangkalan di kawasan Muara Jelitik, Sungailiat. Bersama ratusan nelayan, masyarakat, penambang, dan aparat kepolisian, perusahaan memfasilitasi upaya penanganan sementara untuk membantu memperlancar akses keluar masuk kapal nelayan yang selama ini terdampak pendangkalan alur muara.

Sejak beberapa hari terakhir, kawasan Muara Jelitik dipenuhi aktivitas gotong royong. Lebih dari 100 orang terlibat dalam pengisian ratusan jumbo bag yang nantinya akan difungsikan sebagai talud penahan abrasi dan sedimentasi di alur muara.

PT TIMAH menyediakan jumbo bag yang kemudian diisi secara bersama-sama oleh para nelayan, karyawan perusahaan, serta anggota Satpolairud Polres Bangka. Dalam pelaksanaannya, para peserta gotong royong dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mempercepat proses pengisian jumbo bag berkapasitas satu ton tersebut.

Kegiatan yang dimulai sejak 25 Mei 2026 itu menjadi bagian dari langkah kolaboratif untuk mengurangi dampak pendangkalan yang selama ini menghambat aktivitas ribuan nelayan di kawasan Muara Jelitik. Hingga Selasa (26/5/2026), sekitar 150 jumbo bag telah selesai diisi dan ditata, sementara ratusan jumbo bag lainnya terus dipersiapkan.

Salah satu nelayan, Marhumin, mengatakan pendangkalan alur Muara Jelitik telah berlangsung cukup lama dan sering menyulitkan nelayan saat akan keluar maupun masuk ke pelabuhan.

“Gotong royong ini untuk bersama, karena pendangkalan ini kapal kita susah keluar dan masuk harus menunggu air besar. Kalau dikeruk kan pasirnya turun lagi. Semoga nanti dipasang jumbo bag yang nantinya akan jadi talud ini bisa mempermudah akses ke muara ini,” katanya.

Hal senada disampaikan nelayan lainnya, Albar (55). Menurutnya, persoalan pendangkalan telah berlangsung selama bertahun-tahun dan berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan yang menggantungkan hidup dari jalur tersebut.

“Kadang kapal tidak bisa keluar masuk. Kalau air besar baru bisa lewat, tapi kalau kondisi surut kapal terhambat. Ini sudah belasan tahun dirasakan nelayan,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi langkah PT TIMAH yang tidak hanya memberikan dukungan fasilitas, tetapi juga mampu menggerakkan kolaborasi berbagai pihak untuk bersama-sama mencari solusi.

“Semua bergerak, bukan cuma nelayan, tapi penambang dan masyarakat juga ikut gotong royong. Kami berterima kasih karena semua punya tujuan yang sama supaya alur muara kembali lancar, dan PT TIMAH sudah memfasilitasi ini dengan menyediakan jumbo bag,” ujarnya.

Sementara itu, nelayan lainnya, Rino, mengaku langsung bergabung dalam kegiatan gotong royong setelah pulang melaut karena menyadari pentingnya kelancaran akses Muara Jelitik bagi seluruh nelayan.

“Saya baru pulang melaut tadi subuh, dapat informasi dari kawan-kawan ada gotong royong bersama untuk mengatasi pendangkalan Muara Jelitik. Demi kebersamaan saya ikut karena ini untuk kepentingan bersama agar kita tidak susah lagi keluar masuk muara,” katanya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Satpolairud Polres Bangka. Kanit Patroli Satpolair Polres Bangka, Teguh Hariyanto, mengatakan pihaknya turut terlibat dalam pengisian jumbo bag bersama masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap upaya memperlancar aktivitas nelayan.

“Kami dari Satpolair ikut gotong royong bersama masyarakat dalam pengisian jumbo bag. Harapannya kegiatan ini berjalan lancar sehingga nelayan bisa keluar-masuk muara dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Sebelumnya, PT TIMAH juga telah berpartisipasi dalam upaya pengerukan di kawasan Muara Jelitik sebagai bagian dari langkah bersama untuk membantu mengatasi pendangkalan alur pelayaran nelayan. Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan, perusahaan terus berupaya mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada akses muara tersebut.

Inisiatif gotong royong ini menjadi bukti bahwa PT TIMAH tidak hanya menjalankan kegiatan usaha, tetapi juga aktif berkontribusi dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah operasional. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, upaya penanganan Muara Jelitik diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi ribuan nelayan yang menggantungkan aktivitasnya pada jalur tersebut.

*Nichita Bella