Kamis, Juli 16, 2026
BerandaTimahPT TIMAH Perkuat Komitmen Lestarikan Adat dan Budaya, Dukung Tradisi Lokal Tetap...
spot_img
spot_img
spot_img

PT TIMAH Perkuat Komitmen Lestarikan Adat dan Budaya, Dukung Tradisi Lokal Tetap Hidup di Tengah Perkembangan Zaman

PANGKALPINANG, beritakita.info — PT TIMAH Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan di wilayah operasional. Melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan secara konsisten mendukung beragam kegiatan budaya, kesenian tradisional, hingga pelestarian tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Bagi PT TIMAH, pelestarian budaya tidak hanya menjadi upaya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat identitas masyarakat di tengah arus modernisasi yang terus berkembang. Karena itu, perusahaan terus membangun kolaborasi dengan komunitas adat, kelompok seni, hingga pemerintah daerah agar tradisi lokal tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan alat musik rebana kepada Grup Rebana AS-Saaddah di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Bantuan ini diberikan untuk mendukung aktivitas kelompok seni yang selama ini aktif mengisi berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan budaya di tengah masyarakat.

Ketua Grup Rebana AS-Saaddah, Yulizana, mengaku bantuan dari PT TIMAH menjadi penyemangat bagi para anggota untuk terus melestarikan seni rebana yang merupakan bagian dari budaya masyarakat.

“Alat yang kami miliki sebelumnya sudah rusak, padahal kami masih rutin latihan dan sering tampil dalam kegiatan sosial maupun keagamaan. Bantuan ini sangat membantu kami,” ujarnya.

Menurut Yulizana, perhatian PT TIMAH tidak hanya membantu dari sisi penyediaan sarana, tetapi juga memberikan motivasi bagi kelompok seni tradisional untuk terus berkarya.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Semoga perusahaan semakin maju dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Komitmen PT TIMAH terhadap pelestarian budaya juga diwujudkan melalui dukungan terhadap berbagai tradisi adat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun Provinsi Kepulauan Riau.

Di Kabupaten Bangka, PT TIMAH bersama masyarakat Adat Mapur mengembangkan Kampung Adat Gebong Memarong di Air Abik, Desa Gunung Muda sebagai kawasan wisata edukasi budaya dan sejarah. Perusahaan juga secara konsisten mendukung pelaksanaan tradisi Nuju Jerami yang hingga kini masih dilestarikan masyarakat setempat.

Sementara di Kabupaten Bangka Barat, PT TIMAH terus berpartisipasi dalam berbagai agenda budaya seperti Festival Ruwah, Perang Ketupat di Tempilang, serta Ritual Rebo Pusaka Tahunan Setana Jering Amantubillah di Desa Pelangas.

Yang Dipertua Setana Jering Amantubillah, Dr. Sardi, mengatakan dukungan PT TIMAH telah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelaksanaan ritual adat setiap tahunnya.

“Alhamdulillah, bantuan dari PT TIMAH sangat membantu kami dalam melaksanakan ritual adat. Dukungan ini menjadi bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap kelestarian adat istiadat masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya di Bangka Belitung, komitmen perusahaan juga diwujudkan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, melalui dukungan terhadap pelaksanaan Festival Lampu Colok yang menjadi tradisi masyarakat setiap bulan Ramadan.

Ketua Himpunan Pemuda Pemudi Mukalimus Desa Sawang, Azyar, mengatakan bantuan PT TIMAH memberikan kontribusi besar dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Kami sangat berterima kasih karena bantuan ini turut menjaga kelestarian tradisi masyarakat. PT TIMAH juga kerap mendukung kegiatan ini,” katanya.

Melalui berbagai program pelestarian adat dan budaya tersebut, PT TIMAH menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama masyarakat dengan menjaga nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan. Perusahaan meyakini bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga identitas budaya, memperkuat kebersamaan, serta mewariskan kearifan lokal kepada generasi penerus.

*Nichita Bella