Jumat, Agustus 14, 2026
BerandaKarimunAsap Berbalut Duka Dua Kali Seminggu, Kehadiran Wakil Rakyat Jadi Penenang di...
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Asap Berbalut Duka Dua Kali Seminggu, Kehadiran Wakil Rakyat Jadi Penenang di Tengah Reruntuhan

KARIMUN, beritakita.info— Dalam kurun waktu tak lebih dari satu pekan, kobaran api dua kali melahap hunian warga di wilayah Daerah Pemilihan IV Kabupaten Karimun. Senin sore, rumah warga di Parit Benut hangus terbakar. Belum hilang kesedihan itu, Kamis dini hari, giliran rumah pasangan muda di Kelurahan Darussalam ludes dilalap si jago merah.

Musibah beruntun itu tak luput dari perhatian wakil rakyat. Jumat pagi, 14 Agustus 2026, Anggota DPRD Kabupaten Karimun Fraksi PKS, Daerah Pemilihan IV, Febri Hendrita Eka Putri, menyambangi lokasi didampingi Kepala Dinas Sosial serta tim Tagana untuk menyerahkan bantuan dan mendengar langsung kesulitan warga.

 
📌 Sore di Parit Benut: Keberanian Anak 9 Tahun Selamatkan Tetangga

Senin, 10 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, suasana tenang di kawasan Parit Benut mendadak berubah mencekam. Asap pekat membumbung dari atap rumah milik warga berinisial MR. Saat itu, di dalam bangunan masih ada suami dan anak pemilik rumah. Di tengah kepanikan, justru suara anak kecil yang menjadi penolong. FI, bocah berusia 9 tahun, lebih dulu menyadari bahaya. Dengan berani, ia berlari memberi tahu tetangga terdekat. Kabar itu menyebar seketika. Seorang warga yang baru pulang kerja langsung bergegas ke lokasi, diikuti warga lainnya yang berdatangan.

Kapolsek Meral, Iptu Wardi Purbowo, menceritakan bagaimana kebersamaan warga menjadi penyelamat.

“Saksi yang merupakan tetangga korban baru pulang kerja, lalu mendapat kabar dari anak korban. Bersama warga lainnya, ia langsung menuju lokasi untuk memberikan pertolongan,” ungkapnya.

Warga bahu-membahu menyelamatkan suami korban, lalu berupaya meredam api hanya dengan ember, selang, dan peralatan seadanya. Kurang lebih pukul 17.40 WIB, hanya dalam waktu 40 menit, api berhasil dikuasai warga sendiri. Petugas Damkar yang tiba kemudian melakukan pendinginan menyeluruh. Tak ada korban jiwa, namun kerugian materi ditaksir mencapai Rp30 juta. Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penelusuran.

Dini Hari di Darussalam: Korsleting Bakar Habis Rumah Pasangan Muda

Belum berlalu seminggu, tepat Kamis dini hari, 13 Agustus 2026, musibah serupa kembali terjadi — kali ini di kawasan Guntung Punak, Kelurahan Darussalam. Rumah yang baru dihuni pasangan muda M Yusuf (23) dan Dwi Andriani (22) ludes terbakar. Peristiwa bermula saat Dwi terbangun hendak ke kamar mandi sekitar pukul 02.30 WIB. Di sana ia melihat kepulan asap dan percikan api memancar dari arah gudang.

Pasangan itu sempat berupaya memadamkan api sendiri. Namun kobaran kian membesar dengan cepat. Yusuf segera menyuruh istrinya menyelamatkan berkas-berkas penting, lalu keduanya menghubungi kepolisian dan petugas Damkar sekitar pukul 02.45 WIB.

“Untuk penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Beruntung korban jiwa dan luka-luka nihil. Untuk total kerugian materiil hingga saat ini masih dalam proses pendataan dan belum bisa ditaksir,” kata Kapolsek Meral, Iptu Wardi Purbowo.

Petugas Damkar bergerak cepat. Kepala Bidang Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Karimun, Hendra Hidayat, menjelaskan pasukan langsung menuju lokasi dengan dua unit armada: MPK 03 serta satu unit mobil suplai dari Dinas PUPR. Selama kurang lebih satu jam mereka berjibaku. Api akhirnya berhasil dikuasai sepenuhnya sekitar pukul 04.00 WIB sebelum merambat ke rumah tetangga.

“Api berhasil dipadamkan dan situasi dipastikan aman sebelum tim kembali ke Mako Damkar,” ujar Hendra.

Turun Langsung: Febri Pastikan Korban Tak Berjuang Sendiri

Dua musibah beruntun di wilayah yang sama menyisakan keprihatinan mendalam. Menyambut pagi setelah kebakaran kedua, Febri Hendrita Eka Putri yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Karimun dapil IV tak menunggu. Bersama jajaran Dinas Sosial dan tim Tagana, ia mendatangi lokasi untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa sembako dan uang tunai.

“Dalam kurung waktu satu minggu ini, terjadi dua peristiwa kebakaran yang menimpa warga di wilayah Dapil IV, pertama di Parit Benut, dan kemarin malam di Kelurahan Darussalam. Alhamdulillah, pagi ini saya langsung turun ke lokasi bersama tim Dinas Sosial untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat,” ujar Febri.

Ia juga memastikan proses bantuan dari Pemerintah Daerah sedang dipercepat, sekaligus menjelaskan kepada warga agar memahami tahapan yang harus ditempuh.

“Pihak Kelurahan Darussalam juga mulai mempersiapkan kelengkapan administrasi yang dibutuhkan. Proses bantuan dari Pemda tetap akan kami upayakan dan diproses sebagaimana mestinya. Namun perlu kami sampaikan, proses ini memerlukan waktu karena tim harus turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi serta menilai tingkat kerusakan dan kerugian secara akurat,” tegasnya.

Bantuan sederhana yang diserahkan pagi itu diharapkan sedikit meringankan beban harian korban. Selain bantuan dari Dinas Sosial, secara pribadi Febri pun menyerahkan sejumlah bantuan uang tunai hongga sembako untuk para korban.

“ Intinya kami sangat prihatin. Inilah wujud kepedulian kami sebagai wakil rakyat , terus mendampingi dan mengadvokasi agar korban dapat menerima hak-hak berupa bantuan dari Pemerintah Daerah,” pungkas Febri.

Di tengah reruntuhan dan asap yang belum sepenuhnya hilang, kehadiran wakil rakyat menjadi peneguhan, di saat sulit, warga tak sendirian. Kepedulian tetangga, sigapnya petugas, hingga kehadiran wakil rakyat menjadi harapan baru, bahwa kehilangan tempat bernaung bukan berarti kehilangan harapan untuk bangkit kembali.

*Nichita Bella