KARIMUN, beritakita.info— Kapal patroli membelah perairan biru Kabupaten Karimun, Senin (17/8/2026). Di atas gelombang yang yang menyapa lembut, Pemerintah Kabupaten Karimun bersama Forkopimda menggelar upacara tabur bunga di laut, momen penghormatan sekaligus peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Karimun bukan sekadar pesisir, ia adalah beranda terdepan Nusantara, berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Di perairan inilah, di masa lalu, para pejuang mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya Sang Merah Putih. Banyak di antara mereka tak pernah kembali ke daratan, laut menjadi makam abadi mereka.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Karimun Iskandarsyah didampingi istri, bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah beserta istri. Turut hadir Dandim, Kapolres, Danlanal, anggota DPRD, serta pimpinan instansi vertikal, semua berdiri hening, menyatu dalam penghormatan.
Bunga Larut, Tapi Kenangan Tak Akan Pudar
Di tengah keheningan, Bupati Iskandarsyah menyampaikan pesan yang meresap ke hati setiap peserta.
“Bunga yang kita taburkan di atas samudra hari ini mungkin akan larut dibawa arus, namun rasa hormat dan kenangan atas ketulusan jasa para pahlawan tak akan pernah pudar. Mereka bertaruh nyawa di lautan agar kita hari ini bisa menghirup udara kemerdekaan. Tugas kita sekarang adalah menjaga warisan ini, merawat nasionalisme, dan memastikan api perjuangan itu tetap menyala di dada generasi muda,” ujar Bupati Iskandarsyah
Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Samuel Chrestian Noya, menjelaskan makna sesungguhnya dari prosesi ini, mengapa bunga ditabur di tengah laut, bukan di daratan.
“Memaknai tabur bunga menurut kami, tidak semua pahlawan kita bisa ditemukan dan dimakamkan. Dulu itu ada pertempuran di laut dan meninggal di laut. Jadi untuk menghormati pahlawan kita yang gugur di laut, kita melaksanakan tabur bunga di tengah laut,” ungkap Danlanal.

Kepada generasi muda, beliau menyampaikan pesan yang penuh harap.
“Pesan saya, generasi muda isilah diri dengan hal-hal yang positif agar memiliki pengetahuan untuk membangun negara dan bangsa Indonesia,” tambahnya.
Laut Menyimpan Sejarah, Kita Menjaga Warisan
Satu per satu, kelopak bunga jatuh ke permukaan air, diiringi doa yang tulus. Prosesi ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dibayar dengan peluh, air mata, bahkan darah para pendahulu, baik yang makamnya terlihat di darat, maupun yang kini tenang di dasar samudra.
Sejalan dengan tema HUT RI ke-81 yakni Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Pemkab Karimun mengajak seluruh warga untuk tidak melupakan akar sejarah. Rapatkan barisan, perkuat persatuan, dan bahu-membahu berkontribusi nyata demi kemajuan Karimun dan kejayaan Indonesia.
Dari perairan perbatasan, pesan itu dibawa pulang, kita tidak boleh melupakan mereka yang berpulang ke laut. Dan tugas kita adalah memastikan pengorbanan mereka tidak sia-sia.
*Nichita Bella









