Kamis, Agustus 27, 2026
BerandaKarimunKarimun Bersatu Menjulang Tangan untuk Flores, Satgas Karimun Peduli Bergerak Galang Dana...
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Karimun Bersatu Menjulang Tangan untuk Flores, Satgas Karimun Peduli Bergerak Galang Dana Bencana

KARIMUN, beritakita.info — Getaran dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah utara Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 lalu, tak hanya meruntuhkan bangunan dan melukai warga di sana — namun juga menggugah hati ribuan kilometer jauhnya, di Kabupaten Karimun. Gempa yang berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer itu, menimbulkan kerusakan luas dan menelan puluhan korban jiwa. Peringatan dini tsunami sempat berkumandang, menambah ketakutan, sebelum akhirnya dicabut setelah gelombang terbentuk relatif kecil.

Jauh di ujung barat Kepulauan Riau, kabar duka itu bergema. Masyarakat Karimun tak tinggal diam. Bersatu dalam kepedulian, terbentuklah Satgas Karimun Peduli Flores, yang mendapat rekomendasi resmi dari Dinas Sosial Kabupaten Karimun untuk menggalang bantuan bagi saudara-saudara di NTT yang sedang berduka.

 
Dukungan Pemerintah: Fokus Bantuan Uang agar Tepat Sasaran

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Kasta Rizalta, mewakili Kepala Dinas Sosial, menyampaikan rasa belasungkawa sekaligus arahan agar bantuan yang disalurkan benar-benar bermanfaat:

“Kami mewakili Kepala Dinas Sosial turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah gempa yang menimpa keluarga kita di Flores pada 15 Agustus lalu. Berkekuatan 7,7 Magnitudo, sempat dibunyikan pula sirine peringatan tsunami, hati kami ikut teriris melihat penderitaan mereka,” ujar Kasta

“Kami berikan batas waktu penggalangan dana selama 7 hari kerja. Namun jika hasilnya belum optimal dan relawan membutuhkan perpanjangan, kami siap menambah waktu tersebut,” tambah Rizalta.

Hingga saat ini, Dinas Sosial telah mengeluarkan 3 rekomendasi izin penggalangan dana, diberikan kepada:
✅ Mahasiswa Pulau Kundur
✅ Putra Putri Karimun
✅ Satgas Relawan Karimun Peduli Flores

Kasta Rizalta menekankan satu saran penting berdasarkan pengalaman masa lalu, bantuan dalam bentuk uang tunai lebih diutamakan daripada barang, agar manfaatnya maksimal.

“Kami menyarankan bantuan dikumpulkan dalam bentuk uang saja. Pengalaman tahun lalu mengajarkan, ongkos kirim barang seringkali bahkan lebih mahal daripada nilai barang itu sendiri, sayang sekali jika terjadi. Uang bisa langsung disalurkan dan digunakan sesuai kebutuhan mendesak di sana.”

“Kami sangat mengapresiasi terbentuknya Satgas ini. Selamat bekerja, bekerjalah dengan ikhlas. Semoga dana yang terkumpul dapat memberi sedikit pun perubahan bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana di NTT. Pemerintah Daerah juga mengucapkan terima kasih atas inisiatif yang luar biasa ini.”

 5 Paguyuban Bersatu: 100 Relawan Siap Turun ke Jalan

Penanggung Jawab Flobamorata, Yohanes Moa Jeng, menjelaskan jangkauan dan kekuatan gerakan ini.

“Mulai hari ini, relawan akan berjaga di titik-titik keramaian, di lampu merah, di mana pun warga berkumpul sesuai hasil koordinasi yang telah kita susun. Terdiri dari 5 paguyuban, total ada sekitar 100 relawan yang siap turun,” ujar Yohanes

Menurut informasi yang pihaknya terima dari sana, ada 7 kabupaten yang terdampak akibat bencana gempa tersebut.

“Nanti kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan bantuan jatuh tepat ke wilayah yang paling membutuhkan,”jelas Yohanes.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Karimun, Zulkhainen, mengajak seluruh elemen masyarakat menyatu dalam aksi kemanusiaan.

“Pertama-tama, kami dari FPK turut berduka cita sedalam-dalamnya atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di NTT. FPK mewadahi 26 suku yang ada di Karimun dan saudara-saudara di Flores adalah bagian dari keluarga besar kita juga. Kita satu bangsa, satu rasa,” ungkap Zulkhainen.

“Mari seluruh masyarakat Kabupaten Karimun bahu-membahu, bergotong royong mengumpulkan bantuan untuk mereka. Saat ini pasti mereka sedang sangat membutuhkan uluran tangan kita. Setiap rupiah, setiap doa, adalah kekuatan bagi mereka untuk bangkit kembali,” tambah Zulkhainen.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan simbolis dan pelepasan para relawan, sebuah momen sederhana namun penuh makna. Di bawah langit Karimun, tangan-tangan terulur, hati bersatu, dan doa terkirim melintasi lautan, Flores, Karimun Ada untukmu.

*Nichita Bella