Karimun, beritakita.info — Kekeringan akibat musim kemarau panjang dan dampak fenomena El Nino memaksa Perumda Tirta Mulia Karimun mengambil keputusan berat. Mulai Rabu, 2 September 2026, pendistribusian air bersih dihentikan sementara kepada 809 pelanggan wilayah Kundur Kota, Tanjung Batu Kundur. Langkah ini diambil karena Waduk Tempan yang merupakan sumber air baku utama wilayah tersebut kini mengalami penurunan volume yang sangat kritis.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan, saat meninjau langsung kondisi Waduk Tempan di Kecamatan Kundur. Waduk ini merupakan waduk tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan, sehingga saat kemarau berlangsung panjang, debit air terus menyusut drastis.

“Mulai hari ini, 2 September 2026, kami terpaksa menghentikan sementara pendistribusian air bersih untuk 809 pelanggan di wilayah Kundur Kota, Tanjung Batu Kundur. Ini bukan keputusan yang kami inginkan, tetapi kondisi sumber air baku di Waduk Tempan sudah sangat terbatas akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau dan diperparah oleh dampak El Nino,” ungkap Ferry
Pelanggan yang terdampak akan berstatus nonaktif sementara dan pelayanan akan dipulihkan seketika setelah volume air di Waduk Tempan kembali normal.
“Nantinya pelanggan akan berstatus nonaktif sementara dan akan kami aktifkan kembali apabila kondisi Waduk Tempan sudah kembali normal dan ketersediaan air baku sudah memungkinkan untuk diolah dan didistribusikan kembali kepada pelanggan,” ujar Ferry
Sebelum memberlakukan penghentian, Perumda Tirta Mulia telah melaporkan kondisi kritis ini kepada Pemerintah Kabupaten Karimun, Dinas PUPR, Bapperlitbang, hingga Bupati Karimun. Masalah ini juga telah disampaikan dalam Rapat TKPSDA Balai Wilayah Sungai Sumatera IV di Batam dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Karimun.
“Kami sudah menyampaikan kondisi Waduk Tempan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait. Dalam rapat TKPSDA Balai Wilayah Sungai IV Kota Batam, kondisi ini juga sudah kami sampaikan. Baru-baru ini kami juga telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Karimun,” jelas Ferry Kurniawan
Karena keterbatasan waduk yang hanya mengandalkan curah hujan, Perumda Tirta Mulia mendorong Pemerintah Daerah untuk mengajukan permohonan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ke Pemerintah Pusat, guna memicu hujan di wilayah sekitar Waduk Tempan.
“Kami akan mendorong bersama Pemerintah Daerah kepada Pemerintah Pusat agar, jika kondisi ini terus berlanjut dan memungkinkan, dapat dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca. Harapannya, upaya tersebut dapat membantu mengatasi kondisi sumber air baku, khususnya di Waduk Tempan, yang saat ini sangat bergantung pada curah hujan,” kata Ferry.

Perumda Tirta Mulia memohon kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan yang terdampak. Pemantauan air baku akan terus dilakukan setiap saat, dan pelayanan akan segera dipulihkan begitu kondisi memungkinkan.
“Kami memahami bahwa penghentian distribusi ini tentu sangat berdampak kepada pelanggan. Kami mohon pelanggan dapat bersabar dan memahami kondisi yang sedang kita hadapi. Musim kemarau dan fenomena El Nino ini merupakan kondisi yang sebenarnya tidak kita inginkan. Semoga kondisi ini tidak berlangsung lama dan dalam waktu dekat kita berharap hujan kembali turun sehingga Waduk Tempan dapat terisi dan pelayanan air bersih di Tanjung Batu Kundur dapat kembali normal,” pungkas Ferry.
*Nichita Bella









