Karimun, beritakita.info— Gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman menyeluruh (black out) dini hari tadi berujung pada kerusakan teknis pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit 1 Karimun. Unit pembangkit tersebut kini harus dipadamkan dan menjalani perbaikan yang diperkirakan memakan waktu hingga tiga hari ke depan.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 04.05 WIB dini hari Minggu (6/9/2026), ketika sistem kelistrikan mengalami gangguan total atau black out. Petugas segera melakukan penanganan, dan pada pukul 05.18 WIB, PLTU Unit 1 berhasil diaktifkan kembali (energize) serta dilakukan proses pengapian (firing). Namun baru berjalan tujuh menit, tepatnya pukul 05.25 WIB, tim pemantau menemukan adanya kebocoran pada bagian boiler, sehingga pengoperasian harus segera dihentikan demi keamanan.
Manager UP PLTU Tanjungbalai Karimun, Riki Adityawarman, memaparkan bahwa saat ini mesin sedang dalam proses pendinginan sebelum perbaikan dapat dilakukan.
“Pagi ini kami lakukan pendinginan pada mesin PLTU Unit 1 terlebih dahulu. Pengerjaan perbaikan ditargetkan selesai pada hari Rabu, 9 September 2026 siang,” jelas Riki saat dikonfirmasi, Minggu (6/9/2026) Pagi.
Dengan keluarnya PLTU Unit 1 dari sistem pasokan listrik, ketersediaan daya di Kabupaten Karimun berkurang signifikan. Hal ini berpotensi menyebabkan penerapan manajemen daya pada beban puncak, yakni setiap pukul 18.00 hingga 00.00 WIB. Masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan listrik pada jam-jam tersebut guna meminimalkan dampak gangguan.
“Kepada seluruh pelanggan, kami memohon maaf terkait adanya perbaikan mendadak ini. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar PLTU Unit 1 ini segera kembali masuk ke sistem kelistrikan dan melayani masyarakat seperti sedia kala,” tutup Riki dengan permohonan maaf.
*Nichita Bella









