Rabu, September 9, 2026
BerandaKarimunPERPAT Karimun Buat Terobosan Cerdas, Bantu Masyarakat Bayar Pajak Dari Tabungan Minyak...
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

PERPAT Karimun Buat Terobosan Cerdas, Bantu Masyarakat Bayar Pajak Dari Tabungan Minyak Jelantah

Karimun, beritakita.info— Sebuah terobosan cerdas yang menyatukan kepedulian lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan kemudahan kewajiban pajak lahir di Kabupaten Karimun. Melalui inisiatif dari Perkumpulan Anak Tempatan (PERPAT) Karimun, limbah minyak jelantah yang selama ini dianggap sampah dan berbahaya, kini diubah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi, bahkan dapat membantu warga membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Program ini dijadwalkan resmi diluncurkan pada 22 November 2026 mendatang, namun sosialisasi telah berjalan menyasar seluruh lapisan masyarakat secara bertahap.

Kegiatan yang berpusat di wilayah Telaga Tujuh, Sungai Lakam Barat ini mendapat apresiasi sekaligus dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Karimun.

Program ini lahir dari kesadaran mendalam bahwa minyak jelantah bukanlah limbah yang bisa dibuang begitu saja. Jika dikonsumsi berulang kali, dampaknya sangat merugikan kesehatan, dapat memicu penyakit jantung, meningkatkan kadar kolesterol, hingga berisiko memicu kanker. Sementara jika dibuang sembarangan ke selokan, sungai, atau tanah, minyak jelantah mencemari air dan tanah, merusak ekosistem, serta menyumbat saluran air yang berisiko memperparah banjir.

Melalui program ini, minyak jelantah yang dikumpulkan akan diterima, dinilai, dan diubah menjadi rupiah, sekaligus melestarikan lingkungan. Warga cukup menyetorkan minyak jelantah yang ada di rumah, dan nilainya tercatat secara transparan melalui aplikasi resmi Bank Jatah Indonesia.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan inovasi PERPAT Karimun. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar mengelola limbah, melainkan jembatan cerdas untuk mendekatkan masyarakat dengan kewajiban sekaligus memberikan kemudahan nyata.

“Intinya, bagaimana kita bisa memudahkan masyarakat untuk membayar pajak dan retribusi daerah, kita jemput bola, lalu berinovasi memanfaatkan minyak jelantah, hasilnya ditabung dan uangnya bisa digunakan untuk membayar PBB dan kewajiban lainnya. Harapan kami, dengan kreativitas dan inovasi baru ini, kita semakin mendekatkan diri dengan objek pajak dan memudahkan mereka,” ujar Bupati Iskandarsyah.

Beliau menekankan bahwa kendala pembayaran pajak seringkali muncul karena dua hal, yakni akses yang sulit atau kemampuan keuangan yang terbatas. Inovasi ini menjawab keduanya sekaligus.

“Ada dua hal kenapa orang lupa atau kesulitan membayar pajak, pertama rumahnya jauh dari akses pembayaran, kedua memang kemampuan keuangannya yang perlu kita perhatikan bersama. Padahal pajak dan retribusi yang dibayarkan itu kami kembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, kesehatan, BPJS gratis, pendidikan, seragam gratis. Itulah sebabnya kami mengajak kita semua untuk sama-sama taat, patuh, dan membayar pajak tepat waktu. Kita harus saling mengingatkan, karena manusia selalu lupa, maka perlu diingatkan terus-menerus. Kami yakin dengan saling mengingatkan akan tumbuh kesadaran yang tulus dari hati,” jelasnya.

Bupati juga memuji gagasan mengubah sampah menjadi bernilai ekonomi, ini merupakan hal yang bermanfaat ganda bagi masyarakat sekaligus lingkungan.

“Sebenarnya kalau kita lihat, minyak jelantah itu di mata kebanyakan orang hanyalah sisa yang tidak berguna. Padahal kalau diolah, ia bisa bermanfaat, sama seperti plastik yang diolah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi. Melalui inovasi ini, masyarakat mendapatkan keuntungan ganda, mendapat uang dari menabung minyak jelantah sekaligus ikut menjaga alam agar tetap lestari.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan program ini, sehingga kemanfaatan dapat dirasakan oleh berbagai elemen masyarakat tentunya.

“Kami menghimbau seluruh masyarakat untuk memanfaatkan minyak jelantah ini dengan baik, agar tidak merusak lingkungan dan justru memberi manfaat. Di rumah tangga pun, sampah yang benar-benar dikelola bisa menjadi uang. Terima kasih kepada PERPAT Karimun atas inisiatif yang luar biasa ini,” tambahnya.

Ketua Perkumpulan Anak Tempatan (PERPAT) Kabupaten Karimun, Yudianovira, menjelaskan bahwa program Bank Jatah Indonesia sebenarnya sudah diluncurkan di tingkat pusat, dan kini tahap sosialisasi berjalan di Kabupaten Karimun menjelang peluncuran resmi pada 22 November nanti. Tujuannya agar seluruh masyarakat terdata dan dapat diketahui berapa besar potensi minyak jelantah yang ada di Karimun.

“Kantor kami berada di Perumahan Danau Indah Pelipit, gudang di Kolong. Nantinya, kami akan membentuk unit bisnis hingga ke tingkat Kecamatan, Kelurahan, bahkan sampai ke RT dan RW, sehingga bapak ibu yang ingin menyetor atau menabung minyak jelantah tidak perlu jauh-jauh. Cukup cari Unit Bisnis milik PERPAT Karimun yang terdekat dari rumah. Bagi yang ingin menjadi nasabah atau bahkan membuka Unit Bisnis sendiri, kami terbuka lebar, semakin dekat semakin mudah bagi masyarakat,” ungkap Yudianovira.

Kata Yudi, sistem yang diterapkan tersebut dirancang menguntungkan masyarakat sekaligus mendorong kepedulian lingkungan.

“Keuntungan pertama, minyak jelantah yang selama ini dibuang begitu saja, kini kami beli dalam bentuk tabungan. Di dalam program ini ada sistem afiliasi, semakin banyak minyak yang ditabung, semakin besar pula bonus yang diterima. Hasilnya bisa digunakan untuk membantu membayar Pajak Bumi dan Bangunan, sehingga masyarakat terbantu secara ekonomi sekaligus lingkungan tetap terjaga bersih. Semua pencatatan berjalan melalui aplikasi yang transparan, nominal, bonus, dan saldo bisa dilihat dan ditarik kapan saja,” jelasnya.

Yudi mengatakan bahwa pihaknya secara bertahap akan membentuk unit bisnis di seluruh wilayah Kabupaten Karimun.

“Kami berharap dalam bulan ini semua unit bisnis sudah terbentuk. Secepat mungkin kami upayakan selesai agar masyarakat bisa langsung menjual atau menabung minyak jelantah ke unit bisnis terdekat dari setiap RT dan RW, agar tidak ada yang kesulitan akses, nanti akan kami informasikan kembali jika kami sudah siap menampung,” tambahnya.

Bagi warga yang ingin ikut berpartisipasi atau mengetahui lebih lanjut mengenai cara pengumpulan serta ketentuan program ini bisa menghubungi Kontak Person BJI PERPAT Karimun di nomor WhatsApp 0813‑7170‑5808
 
Langkah sederhana yang membawa dampak luar biasa, dari minyak jelantah yang dulu dibuang, kini berubah menjadi rupiah, menjaga lingkungan tetap bersih, sekaligus membantu masyarakat memenuhi kewajiban pajaknya demi kemajuan bersama.

*Nichita Bella