Rabu, September 9, 2026
BerandaKarimunDPC PERPADI Kabupaten Karimun Resmi Dikukuhkan, Sinergi Petani‑Pengusaha Wujudkan Swasembada Pangan dan...
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

DPC PERPADI Kabupaten Karimun Resmi Dikukuhkan, Sinergi Petani‑Pengusaha Wujudkan Swasembada Pangan dan Kendalikan Harga Beras di Perbatasan

Karimun, beritakita.info– Sebuah langkah penting demi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di perbatasan Kepulauan Riau tercatat Rabu pagi ini. DPC Perhimpunan Pengusaha Pangan Nasional (PERPADI) Kabupaten Karimun resmi dikukuhkan di Gedung Nasional, Rabu (9/9/2026), dalam acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan untuk masa bakti 2026–2031.

Dalam sambutannya, Ketua Terpilih DPC PERPADI Kabupaten Karimun Ahmad Suhartoni Damanik membuka pidato dengan menyuarakan realitas yang dirasakan banyak pihak saat ini, tantangan ekonomi yang berat, namun sekaligus mengajak semua elemen bangkit bersama mencari jalan keluar.

“Saat ini banyak yang mengatakan bahwa kondisi kehidupan terasa sulit, ruang gerak pengusaha semakin sempit, ekonomi mulai terasa berat, pengusaha pun berhemat, banyak petani yang menjerit karena harga pupuk melambung tinggi, tanyakan langsung kepada para petani, rasanya sudah mulai terjepit. Ceritanya hutang sudah melilit akibat pinjaman berbunga tinggi. Kalau meminjam di bank resmi pun aturannya terasa rumit. Maka… masyarakat harus pandai berhemat,” ungkap Ahmad

Kata Ahmad, solusinya bukan berhenti di situ, Pemerintah selaku pemangku kebijakan, baik Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, serta semua harus bangkit.

“Harus semangat dengan berbagai terobosan yang mampu memantik semangat seluruh elemen masyarakat di Karimun, agar rasa berat yang dirasakan perlahan lenyap dari kehidupan kita. Semoga segala upaya ini mendapat keberkahan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran PERPADI di Karimun bukanlah kebetulan semata, melainkan jawaban atas kebutuhan nyata, menjembatani petani dan pengusaha pangan demi mewujudkan cita‑cita swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau Pak Alam dan Pak Akam sudah bersama PERPADI, Pemerintah ikut mendampingi, Bang Nurdin memberi motivasi, BULOG peduli, ditambah Bapak Pembina dan jajaran Dandim juga berbagi ilmu pertanian — itulah bentuk solusi yang nyata. Intinya, PERPADI telah berdiri sejak tahun 1967, kini hadir di Karimun Bumi Berazam sebagai mitra bagi siapa saja yang berniat baik,” ungkap Ahmad.

“PERPADI hadir menyatukan dua elemen, petani dan pengusaha beras, bukan sebagai penyekat, melainkan membuka ruang luas agar program swasembada pangan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dapat terealisasi hingga ke pelosok negeri, termasuk di Kabupaten Karimun ini. Petani dan PERPADI bagaikan dua sisi mata uang yang saling melengkapi dan memberi manfaat satu sama lain,” tambahnya

Ahmad Suhartoni juga menyampaikan terima kasih atas sinergi yang telah terjalin sejak awal bersama para penyuluh pertanian dan petani di lapangan, membuktikan bahwa Karimun tetap berpotensi menghasilkan pangan sendiri.

“Saya berdiri di sini berkat dukungan dan mandat dari Bapak Ketua DPD PERPADI Kepri. Sebelum pelantikan ini pun, kami bersama para penyuluh PPL BPP Meral dan petani padi sudah bersinergi, menjawab keraguan masyarakat bahwa apakah masih ada padi di Karimun? Terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana yang telah bekerja keras, semoga menjadi amal kebaikan. Semua ini juga berkat dukungan Pembina dan kerja sama seluruh pihak di Karimun,” kata Ahmad

Ketua DPD PERPADI Provinsi Kepulauan Riau Syamsul, menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi utama kedaulatan sebuah bangsa, dan capaian swasembada beras yang kini diraih Indonesia adalah hasil kerja keras bersama yang harus dijaga dari segala ancaman.

“Ketahanan pangan suatu negara adalah manifestasi dari kekuatan peradaban, kedaulatan, dan ketahanan nasionalnya. Pemerintah Indonesia saat ini menggalakkan swasembada di semua komoditas pangan — dan beras sebagai komoditas utama telah berhasil mencapai swasembada, bahkan mencatatkan rekor produksi nasional tertinggi sepanjang sejarah. Prestasi ini memperkokoh fondasi ekonomi dalam negeri, menstabilkan harga pangan global, dan mengangkat Indonesia menjadi kekuatan baru penyedia beras dunia, tak hanya mencukupi kebutuhan sendiri, namun juga mengekspor ke negara sahabat, mempererat persaudaraan antar bangsa,” ujar Syamsul

Khusus untuk wilayah Kepulauan Riau yang memiliki tantangan geografis unik, berbatasan langsung dengan negara tetangga dan lahan sawah terbatas, tantangan menjaga ketahanan pangan menjadi semakin berat namun juga semakin penting.

“Mewujudkan swasembada beras yang berkelanjutan di Kepri bukan hal mudah. Keterbatasan lahan membuat kita masih bergantung pada suplai dari luar daerah. Dan tantangan terberatnya? Praktik ilegal, penyelundupan, serta permainan harga yang merugikan rakyat, hal‑hal semacam ini dapat dikategorikan sebagai tindakan yang merusak ketahanan pangan nasional, sama halnya dengan sabotase perekonomian negara. Ini bukan urusan pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita semua,” jelas Syamsul

Oleh karena itu, berdirinya DPC PERPADI Tanjung Balai Karimun diharapkan menjadi kekuatan baru yang menjembatani kebutuhan beras daerah dengan pasokan yang terjamin mutu dan jumlahnya.

“PERPADI melalui jejaring penggilingan padi yang tersebar di seluruh wilayah penghasil padi mendukung penuh program ini dari hulu hingga ke hilir, hingga ke pulau‑pulau terluar. Berdirinya DPC PERPADI Karimun diharapkan memperkuat kolaborasi, memberikan solusi bagi pengusaha agar memperoleh suplai beras lokal dengan kemudahan, jaminan kualitas, serta kepastian jumlah. Kita juga harus memperkuat sistem distribusi agar hasil panen petani dapat tersalurkan dengan baik dan harga tetap terjangkau seluruh masyarakat.

Menurutnya ketahanan pangan bukan hanya soal berproduksi, tapi soal akses dan harga yang stabil. Dengan kerja sama yang kuat, kebijakan tepat, dan teknologi yang tepat guna, kita pasti mampu mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

“Atas nama pengurus, kami mohon dukungan dan bimbingan Pemerintah Daerah agar program PERPADI di Karimun berjalan lancar dan sukses,” pungkas Syamsul.

 
Staf Khusus Kepala Daerah Kepri Nurdin Basirun, mengajak seluruh elemen masyarakat menyadari bahwa membangun daerah yang sejahtera adalah tanggung jawab bersama, bukan tugas sebagian pihak saja.

“Secara moral kita sama‑sama bertanggung jawab membangun Karimun yang kita cintai ini. Kita semua adalah pelaku utama, bukan sekadar pelengkap. Mari kita jaga bersama kestabilan harga beras di Kabupaten Karimun, jangan sampai harga beras melambung tinggi hingga membuat masyarakat kesulitan dan menjerit. Kita punya kekuatan untuk mencegah hal itu terjadi jika kita bersatu,” ujar Nurdin

Sementara, Bupati Karimun Iskandarsyah menyambut baik dan memberikan dukungan penuh kehadiran PERPADI di Karimun. Beliau menegaskan bahwa kebutuhan beras di daerah ini mencapai 2.160 ton setiap bulannya, angka yang menunjukkan betapa pentingnya ketahanan pangan bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan selamat atas dikukuhkannya DPC PERPADI Kabupaten Karimun. Seperti yang disampaikan Pak Nurdin tadi, harga beras jangan sampai naik tak terkendali. Kami yakin dengan hadirnya PERPADI, kita bisa bersinergi erat menjaga ketersediaan dan harga beras di Karimun,” ungkap Bupati

“Setiap bulan kita membutuhkan sekitar 2.160 ton beras, memang benar kita bukan daerah penghasil utama, namun itu bukan berarti kita tak bisa berusaha menanam padi sendiri di sini. Apalagi di masa ketika ketahanan pangan menjadi hal yang sangat penting sebagaimana diperintahkan Bapak Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia mandiri dan swasembada pangan,” tambah Bupati

Bupati juga membagikan langkah nyata yang telah dan akan terus dijalankan Pemkab Karimun untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menstabilkan ekonomi daerah.

“Kita sudah beberapa kali melaksanakan panen raya di Kundur, Pangke, dan Moro, hasilnya nyata dan menggembirakan. Ke depannya kami juga merencanakan pengembangan lahan pertanian di Kundur. Memang di Karimun sendiri tanahnya lebih cocok untuk tanaman jagung, dan kami sudah berikan hibah lahan untuk pembangunan pabrik pengolahan nanti, hasil panen petani maupun gandum bisa dibeli oleh BULOG. Kami juga sedang mengajukan dukungan pembangunan pabrik pakan ternak ke Kementerian Pertanian, karena tingginya harga pakan ternak juga membuat harga ayam di pasaran tetap mahal. Semoga rencana ini segera terwujud,” Jelas Bupati

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga laju inflasi dan memperkuat infrastruktur serta penciptaan lapangan kerja demi kesejahteraan masyarakat jangka panjang.

“Kita juga terus berupaya menjaga laju inflasi, data BPS per 2 Agustus 2026 menunjukkan inflasi Karimun berada di angka 2,8 persen, lebih rendah dibandingkan nasional maupun Batam dan Tanjungpinang. Itu hal yang baik, namun harus terus dijaga. Selain itu, kami terus berupaya menciptakan lapangan kerja, lihatlah data jumlah tenaga kerja pada Agustus 2025 tercatat 16.130 orang bekerja, dan Agustus 2026 meningkat menjadi 22.893 orang. Itu kemajuan yang nyata.

Bupati Karimun Iskandarsyah menekankan bahwa semua yang terjadi hari ini bukanlah sesuatu yang datang tiba‑tiba, melainkan kelanjutan dari langkah‑langkah yang telah direncanakan sebelumnya. Membangun infrastruktur, menjaga ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, semua itu saling berkaitan demi masa depan Karimun yang lebih baik.

“Kalau kita mampu membangun kejayaan masa lalu, kenapa kita tidak bisa membangun kejayaan untuk masa depan,” pungkas Bupati Iskandarsyah.

Pengukuhan DPC PERPADI Kabupaten Karimun Periode 2026–2031 ini menjadi tonggak baru, menyatukan petani, pengusaha, dan pemerintah dalam satu visi yakni menjaga ketersediaan beras yang cukup, terjangkau, dan mandiri di tanah perbatasan ini. Langkah kecil yang diharapkan membawa dampak besar bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Karimun di masa mendatang.

*Nichita Bella