Karimun, beritakita.info- Gerimis turun perlahan di Lapangan Bola Kelurahan Alai, Kecamatan Ungar, Kabupaten Karimun, Sabtu (12/9/2026).
Langit kelabu menggantung di atas lapangan. Namun, rintik hujan tak membuat ratusan anggota Pramuka beranjak dari barisan. Dengan seragam yang mulai dibasahi hujan, mereka tetap berdiri tegak mengikuti apel penutupan Kemah Besar Pramuka tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Karimun.
Tak ada wajah menyerah. Setiap rangkaian upacara tetap diikuti hingga selesai.

Sebanyak 509 peserta dari 10 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Karimun ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kemah Besar ini juga diikuti sejumlah tamu undangan dari Kuala Kampar dan Pelalawan, Provinsi Riau.
Bagi para peserta, gerimis pagi itu seolah menjadi bagian dari cerita perjalanan mereka selama mengikuti kemah.
Kegiatan yang bukan sekadar mengajarkan cara bertahan di alam terbuka, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar tentang kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.
Suasana penutupan semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Karimun Iskandarsyah yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Karimun.
Turut hadir Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Karimun, anggota DPRD Karimun, jajaran OPD Kabupaten Karimun serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam apel penutupan tersebut, Iskandarsyah bertindak sebagai pembina upacara.
Di hadapan ratusan peserta, ia menegaskan bahwa Kemah Besar Pramuka memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kegiatan berkumpul dan berkemah.
Menurutnya, kegiatan kepramukaan merupakan salah satu sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus membentuk karakter generasi muda.
“Saya yakin ini salah satu cara kita membentuk karakter anak-anak bangsa,” kata Iskandarsyah, Sabtu (12/9/2026).

Ia menyebut Gerakan Pramuka selama ini telah mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Kehadiran anggota Pramuka, kata dia, dapat ditemukan dalam berbagai kegiatan, mulai dari membantu pengamanan lalu lintas dalam kegiatan tertentu hingga memberikan bantuan ketika terjadi musibah. Nilai-nilai tersebut dinilai semakin penting bagi Karimun yang berada di wilayah strategis dan berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Menurut Iskandarsyah, semangat kebangsaan dan rasa cinta Tanah Air perlu ditanamkan sejak usia muda, terutama kepada generasi yang tumbuh di kawasan perbatasan. Ia kemudian mengingatkan salah satu nilai yang terkandung dalam Dasa Darma Pramuka, yakni menjadi patriot yang sopan dan kesatria. Nilai tersebut, menurutnya, dapat menjadi fondasi dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menumbuhkan nasionalisme.
“Untuk itu kami yakin sarananya adalah Pramuka dan ini salah satu cara kita menjaga kedaulatan negara,” ujarnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Karimun, pembentukan karakter melalui kegiatan Pramuka menjadi investasi penting bagi masa depan daerah. Sebab, generasi yang hari ini berdiri dalam barisan, kelak akan menjadi bagian dari masyarakat yang menentukan arah pembangunan Karimun.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Bupati Karimun sekaligus Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Karimun, Rocky Marciano Bawole, kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Kemah Besar Pramuka.
Ia menilai terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pengurus dan pihak yang terlibat.
Semangat para peserta yang tetap mengikuti upacara meski diguyur gerimis juga menjadi gambaran bahwa kegiatan kepramukaan masih memiliki tempat penting dalam pembentukan generasi muda.
“Ini semua merupakan peran seluruh pengurus yang bergandengan tangan untuk menyukseskan acara ini dan kami ucapkan terima kasih,” ujar Wabup Rocky.

Dalam kegiatan peringatan HUT Pramuka dan penutupan Kemah Besar Pramuka tersebut, Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Karimun dan bersama Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Karimun, dan para anggota DPRD Kabupaten Karimun hingga Provinsi Kepulauan Riau menyerahkan tanda Penghargaan Lencana Pramuka Garuda dan Tiska Jambore Nasional XII tahun 2026. Juga ada atraksi Kolone Tongkat oleh peserta Jambore Nasional XII tahun 2026 utusan dari Kwartir Cabang Karimun.

Gerimis akhirnya menjadi saksi berakhirnya Kemah Besar Pramuka Karimun tahun ini.
Di Lapangan Bola Kelurahan Alai, ratusan peserta meninggalkan barisan dengan membawa pengalaman yang lebih dari sekadar cerita tentang kemah.
Ada tentang kebersamaan, kedisiplinan, keberanian dan kepedulian. Dan mungkin, di antara rintik hujan yang membasahi seragam mereka pagi itu, tersimpan satu pelajaran sederhana yakni semangat tidak selalu diuji oleh keadaan yang mudah, tetapi justru tumbuh ketika seseorang memilih untuk tetap bertahan.
Kemah Besar Pramuka tingkat Kwartir Cabang Karimun berikutnya direncanakan akan digelar di Kecamatan Sugie Besar, Kabupaten Karimun.
*Nichita Bella









