Karimun, beritakita.info – Semangat ratusan anggota Pramuka yang mengikuti Kemah Besar Pramuka tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Karimun mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Karimun. Wakil Ketua I DPRD Karimun, Satria, menilai kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mental generasi muda di Kabupaten Karimun.
Terlebih, kegiatan Kemah Besar Kwarcab Karimun sebelumnya sempat tidak terlaksana akibat keterbatasan anggaran.
Hal itu disampaikan Satria saat menghadiri rangkaian kegiatan Pramuka di Kabupaten Karimun.
Menurut Satria, permintaan Bupati Karimun Ing Iskandarsyah agar DPRD turut memberikan dukungan terhadap penganggaran kegiatan Pramuka akan menjadi perhatian legislatif. Ia memastikan DPRD Karimun akan berupaya mendorong dukungan anggaran untuk kegiatan kepramukaan melalui APBD 2027.
“Seperti yang telah disampaikan Bupati Karimun dalam amanatnya, meminta bantuan anggota DPRD Karimun untuk menambah lagi anggaran Pramuka di Kabupaten Karimun. InsyaAllah di APBD tahun 2027 nanti kita bantu sukseskan dalam anggaran,” ujar Satria.
Satria menilai dukungan anggaran tersebut diperlukan agar kegiatan kepramukaan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan tidak kembali terkendala persoalan pembiayaan.
Menurutnya, Pramuka bukan sekadar kegiatan di luar lingkungan sekolah. Lebih dari itu, Pramuka menjadi salah satu wadah untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab serta membentuk karakter generasi muda.
Memasuki momentum Hari Pramuka ke-65, Satria berharap kegiatan Pramuka tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.
Ia mendorong para anggota Pramuka, khususnya kalangan pelajar, untuk memahami sekaligus menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut dinilai semakin penting mengingat posisi geografis Kabupaten Karimun yang strategis dan berada di jalur lalu lintas internasional.
Kondisi tersebut membuat Karimun dinilai rentan menjadi jalur masuk berbagai barang ilegal, termasuk narkoba.
Satria mengingatkan bahwa generasi muda merupakan salah satu kelompok yang rentan menjadi sasaran peredaran narkoba.
“Harapan di Hari Pramuka ke-65 ini, generasi muda bisa memaknai apa isi dari Dasa Darma Pramuka, seperti yang telah disampaikan bahwa Kabupaten Karimun sangat rentan dengan arus lalu lintas masuknya narkoba,” lanjutnya.
Ia menegaskan ancaman narkoba terhadap generasi muda tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Peredaran narkoba, kata Satria, dapat menyasar kalangan anak muda dengan berbagai bentuk dan cara. Karena itu, ia mengajak para pelajar di Kabupaten Karimun untuk menjadikan nilai-nilai kepramukaan sebagai salah satu bekal dalam membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif.
“Pramuka ini bukan hanya soal kegiatan, tetapi bagaimana membentuk karakter anak-anak muda kita supaya punya kedisiplinan, tanggung jawab dan mampu memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik,” ujarnya.
Satria berharap dukungan terhadap kegiatan Pramuka dapat terus diperkuat, baik dari pemerintah daerah maupun legislatif, sehingga organisasi kepanduan tersebut mampu mengambil peran lebih besar dalam membentuk generasi muda Karimun yang tangguh dan berkarakter.
*Nichita Bella









