Rabu, September 16, 2026
BerandaEkonomiBPR Tuah Karimun Perkuat Ekonomi Nelayan, Lewat Kerja Sama dengan KNTI
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BPR Tuah Karimun Perkuat Ekonomi Nelayan, Lewat Kerja Sama dengan KNTI

Karimun, beritakita.info– Upaya memperkuat perekonomian masyarakat nelayan di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mulai diarahkan pada pengembangan ekosistem usaha secara kolektif. Langkah tersebut dilakukan PT BPR Tuah Karimun (Perseroda) melalui kerja sama dengan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Karimun.

Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur BPR Tuah Karimun, Siska Naritasari, dan Ketua KNTI Kabupaten Karimun, Ari Supriadi Nurfaizal, di Kampung Kita, Rabu (16/9/2026).

Kerja sama tersebut tidak hanya menyasar persoalan akses permodalan, tetapi juga diarahkan untuk membangun mata rantai ekonomi nelayan yang lebih terintegrasi.
Mulai dari penguatan kelompok nelayan, pengadaan sarana melaut, pengelolaan hasil tangkapan, pengolahan hasil laut hingga pemasaran menjadi bagian yang akan dijajaki melalui kolaborasi tersebut.

Direktur BPR Tuah Karimun, Siska Naritasari, mengatakan sektor perikanan memiliki potensi besar dalam menopang perekonomian daerah. Karena itu, kehadiran BPR Tuah Karimun di tengah masyarakat nelayan diharapkan tidak sebatas sebagai lembaga pembiayaan.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin BPR Tuah Karimun hadir lebih dekat dengan masyarakat nelayan. Bukan hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi bersama-sama membangun ekosistem usaha yang membuat nelayan semakin produktif dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” kata Siska.

Menurut Siska, penguatan ekonomi secara kolektif dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas usaha nelayan.
Nelayan yang tergabung dalam kelompok atau kelembagaan ekonomi dinilai memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan berbagai kebutuhan usaha secara bersama-sama.

“Kalau nelayan bergerak sendiri-sendiri, ruang pengembangannya tentu berbeda. Dengan penguatan kelompok, kita dapat membangun rantai usaha yang lebih terorganisir. Mulai dari nelayan, kelompok, pembiayaan, sampai pasar. Ini yang ingin kita dorong,” jelasnya.

Dalam tahap berikutnya, BPR Tuah Karimun akan menjajaki berbagai bentuk dukungan pembiayaan dan layanan keuangan yang sesuai dengan karakteristik usaha nelayan. Namun, dukungan tersebut tetap akan mempertimbangkan kemampuan usaha, prinsip kehati-hatian serta ketentuan perbankan yang berlaku.

Sementara itu, Ketua KNTI Kabupaten Karimun, Ari Supriadi Nurfaizal, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi nelayan dan lembaga perbankan dapat membuka ruang lebih luas bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat nelayan.
KNTI nantinya diharapkan dapat menjadi wadah untuk menghimpun sekaligus menyampaikan kebutuhan dan aspirasi nelayan secara lebih terorganisir.

Di sisi lain, BPR Tuah Karimun dapat mengambil peran melalui dukungan layanan keuangan dan pembiayaan untuk kegiatan usaha produktif nelayan.

Kerja sama tersebut juga diarahkan agar tidak berhenti pada penandatanganan MoU. Sejumlah program konkret tengah diproyeksikan, di antaranya literasi dan inklusi keuangan bagi nelayan, penguatan kelompok usaha, akses pembiayaan, pengembangan usaha bersama, pengolahan hasil laut hingga perluasan akses pemasaran.

Dengan pola tersebut, pemberdayaan nelayan diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan modal, tetapi juga memperkuat posisi nelayan dalam rantai ekonomi dari hulu hingga hilir.

BPR Tuah Karimun dan KNTI Kabupaten Karimun berkomitmen melanjutkan kolaborasi tersebut melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat nelayan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di daerah.
MoU yang diteken pada Rabu tersebut pun menjadi langkah awal untuk mendorong model ekonomi nelayan yang lebih terorganisir, produktif dan berkelanjutan.

*Nichita Bella