Karimun, beritakita.info— Penantian panjang selama hampir dua tahun akhirnya berbuah manis bagi Adnan, seorang nelayan yang telah menghabiskan 45 tahun hidupnya mencari ikan di perairan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Di tengah tantangan cuaca, kebutuhan bahan bakar, dan tuntutan mencari nafkah setiap hari, bantuan mesin speedboat dari Pemerintah Kabupaten Karimun menjadi harapan baru baginya untuk melaut lebih cepat dan menjangkau wilayah tangkapan yang lebih jauh.
Raut bahagia pun terpancar ketika Adnan menerima bantuan mesin tersebut dalam kegiatan penyerahan bantuan oleh Bupati Karimun Iskandarsyah di Dusun Tanjung Judah, Desa Keban, Kecamatan Sugie Besar, Jumat (9/10/2026) siang.

Bagi Adnan, bantuan itu bukan sekadar pergantian mesin kapal. Lebih dari itu, ada harapan untuk meningkatkan hasil tangkapan, memperbaiki pendapatan, dan memenuhi kebutuhan keluarga dari pekerjaan yang telah digelutinya selama puluhan tahun.
“Kami sangat bahagia. Hampir dua tahun kami mengajukan ini, akhirnya dapat,” ungkap Adnan dengan penuh syukur.
Selama 45 tahun menjadi nelayan, Adnan telah merasakan berbagai kondisi saat mencari ikan. Cuaca yang kurang bersahabat tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti melaut. Sebab, bagi nelayan seperti dirinya, laut merupakan sumber penghidupan yang harus terus diupayakan.
Ia mengakui, kondisi angin yang terkadang cukup kencang menjadi salah satu tantangan saat melaut. Meski demikian, aktivitas menangkap ikan tetap dijalani demi mendapatkan hasil yang bisa dibawa pulang.
“Nelayan saat sekarang ini, Alhamdulillah, walaupun anginnya agak kencang, kami tetap harus melaut dengan hasil yang lumayan,” ujarnya.
Bagi Adnan, kehadiran mesin baru diharapkan membawa perubahan dalam aktivitas melaut sehari-hari. Mesin dengan kualitas yang dinilainya lebih baik dan kecepatan yang lebih tinggi diyakini dapat membantu mempersingkat waktu perjalanan menuju lokasi penangkapan ikan.
Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, ia berharap dapat memanfaatkan waktu di laut secara lebih efektif dan menjangkau wilayah tangkapan yang sebelumnya sulit dicapai.

“Mesin kapal kami yang ini tentunya kualitasnya lebih bagus dan lebih cepat dari mesin kami sebelumnya, sehingga nanti kami bisa melaut lebih laju dan lebih cepat lagi,” katanya.
Meski penggunaan mesin baru diperkirakan membutuhkan biaya operasional yang sedikit lebih besar, Adnan tetap optimistis peningkatan kemampuan mesin tersebut dapat memberikan hasil yang sepadan.
Menurutnya, kecepatan kapal menjadi salah satu faktor penting bagi nelayan untuk mencapai lokasi tangkapan dengan lebih efisien. Harapannya, hasil yang diperoleh juga dapat meningkat sehingga tambahan biaya operasional tidak menjadi beban yang memberatkan.
Gambaran penghasilan nelayan itu terlihat dari hasil tangkapan yang diperoleh Adnan. Dalam kondisi tertentu, ia mengaku bisa mendapatkan sekitar 100 kilogram ikan dalam satu minggu, dengan harga rata-rata mencapai Rp140.000 per kilogram.
Namun, hasil tersebut tentu bergantung pada kondisi laut, jenis tangkapan, dan keberuntungan saat melaut.
Adnan juga menjelaskan bahwa aktivitas menangkap ikan dilakukan dengan menyesuaikan metode dan kondisi musim. Ia menggunakan jaring maupun bubu, tergantung pada situasi dan kebiasaan penangkapan ikan yang dijalankan.
Bagi nelayan yang menggantungkan hidupnya pada hasil laut, setiap peningkatan efisiensi menjadi sesuatu yang berarti. Waktu perjalanan yang lebih singkat dan jangkauan yang lebih luas diharapkan dapat membuka peluang memperoleh hasil tangkapan yang lebih baik.
Pemerintah Berharap Produktivitas Nelayan Meningkat
Sementara itu, Bupati Karimun Iskandarsyah mengatakan, penyerahan bantuan mesin speedboat tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerjanya sekaligus upaya pemerintah daerah membantu nelayan agar lebih efektif dalam menjalankan aktivitas penangkapan ikan.
“Kami hadir di sini dalam rangka kunjungan kerja. Tadi memberikan bantuan sebanyak 24 mesin speedboat bagi 5 kelompok untuk abang-abang kita nelayan agar mereka dapat lebih efektif lagi menangkap ikan,” kata Iskandarsyah.
Ia berharap bantuan mesin baru tersebut dapat meningkatkan semangat nelayan dalam melaut sekaligus mendorong peningkatan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Semoga dengan mesin baru ini, melautnya lebih semangat lagi dan bisa menghasilkan pendapatan yang banyak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Iskandarsyah, pemberian bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan Kabupaten Karimun.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat aktivitas nelayan, terutama bagi kelompok nelayan yang membutuhkan sarana penunjang untuk bekerja.
*Nichita Bella
