Karimun, beritakita.info – Gemerlap panggung, liukan gerak para penari, alunan musik Melayu, hingga senyum masyarakat yang memadati kawasan acara menjadi bagian dari kemeriahan malam puncak Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun.
Meski Kabupaten Karimun masih mendapatkan kabut asap transferan dari Kalimantan dan Sumatera, tidak menyurutkan semangat pemerintah untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kegiatan besar yang telah terancang sejak lama. Semangat penyelenggara diwarnai dengan berbagai himbauan kepada seluruh masyarakat terutama yang sensitif terhadap kabut asap untuk tidak lupa mengenakan masker, hal yang sama juga dihimbau untuk anak anak dan lansia yang rentan terhadap peredaran kabut asap di Karimun.
Melalui Enjoy Karimun Event 2026, perayaan tahun ini bukan sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga panggung besar untuk merayakan keberagaman budaya sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
Di bawah langit Karimun, keberagaman tampil dalam satu harmoni. Ratusan penari bergerak mengikuti irama, menyatukan rentak kaki, gerakan tangan, dan senyuman dalam sebuah pertunjukan kolosal yang memukau. Berbagai unsur budaya dari sejumlah daerah di Indonesia berpadu, menghadirkan gambaran tentang Karimun sebagai daerah yang tumbuh melalui keberagaman dan kebersamaan.
Mengusung semangat Karimun Cultural Celebration dengan tema “Semarak Budaya dalam Harmoni”, perhelatan ini menjadi bukti bahwa seni dan budaya mampu menyatukan banyak orang dalam satu panggung.
Di balik kemegahan tersebut, ada kerja kreatif yang tidak sederhana. Ahadian Zulseptriadi, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun yang juga dikenal sebagai koreografer tari terkenal di Kabupaten Karimun, merancang konsep pertunjukan dengan melibatkan seniman, komunitas, sanggar, hingga para penari dari berbagai daerah.
Salah satu suguhan utama adalah tarian kolaborasi yang menampilkan unsur budaya dari 10 kelompok etnis, yakni Padang, Batak, Sulawesi, Kalimantan, Tionghoa, Betawi, Jawa, Bali, Aceh, dan Melayu.
Kolaborasi itu tidak hanya memperlihatkan keindahan gerak, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa perbedaan bukanlah sekat untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman menjadi kekuatan ketika dirangkai dalam semangat persatuan.
Dari Penari Pemula, Lahir Pertunjukan Istimewa
Ada cerita menarik di balik penampilan kolosal tersebut. Lebih dari 100 penari dari Pelangi Budaya Studio Kabupaten Karimun dan kalangan pelajar di Pulau Karimun Besar ikut terlibat dalam pertunjukan.
Sebagian besar dari mereka merupakan penari pemula. Namun, keterbatasan pengalaman tidak menyurutkan semangat untuk memberikan penampilan terbaik.

Dengan latihan sekitar 15 kali pertemuan, mereka berusaha menguasai koreografi yang telah disiapkan. Waktu yang relatif singkat itu menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk menyelaraskan gerakan dalam pertunjukan yang melibatkan banyak penari.
Hasilnya, para penari mampu menghadirkan pertunjukan yang dinamis dan penuh energi. Mereka bukan hanya belajar menggerakkan tubuh mengikuti irama, melainkan juga belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, dan kepercayaan terhadap satu sama lain.
Suasana semakin istimewa ketika penari dari luar Kabupaten Karimun turut bergabung dalam pertunjukan pembukaan. Sekitar 100 penari dari berbagai daerah ikut meramaikan kolaborasi tersebut.

Menariknya, proses menyatukan gerakan para penari lintas daerah itu dilakukan melalui latihan bersama yang hanya berlangsung sekitar satu hari. Mereka saling berkenalan, memahami koreografi, menyamakan gerakan, hingga akhirnya tampil dalam satu kesatuan pertunjukan.
Semangat itulah yang membuat pembukaan Enjoy Karimun Event 2026 terasa lebih dari sekadar pertunjukan seni. Panggung tersebut menjadi ruang perjumpaan bagi para pelaku budaya untuk saling mengenal dan merayakan kebersamaan.
Ahadian Zulseptriadi menjelaskan, Enjoy Karimun dirancang sebagai ruang terbuka bagi seniman, komunitas, dan berbagai kelompok budaya untuk menampilkan kreativitas mereka.
“Pada acara Enjoy Karimun Event, kita memberi ruang untuk semua seniman dan komunitas suku-suku kita. Kita buka pendaftaran bagi mereka yang ingin mengisi acara, kemudian kita siapkan panggung dengan konsep yang sudah kita rancang,” ujarnya.
Ia menegaskan, salah satu bagian terpenting dari kegiatan tersebut adalah kolaborasi budaya dalam acara pembukaan.
“Yang pasti, gongnya kita kemas di opening ceremony. Kita kolaborasikan semua suku yang ada di Kabupaten Karimun ini, bahkan kita nekat menyatukan seluruh penari baik dari luar daerah untuk menyamakan gerakan dalam penampilan opening ceremony, dan Alhamdulillah berhasil,” katanya.
Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan pariwisata tidak selalu harus bertumpu pada destinasi alam. Kekayaan budaya, kreativitas generasi muda, serta kemampuan masyarakat untuk berkolaborasi juga dapat menjadi daya tarik yang menghidupkan pariwisata daerah.
Lebah Begantong Hadirkan Gelak Tawa dalam Nuansa Melayu
Kemeriahan malam puncak semakin terasa dengan penampilan Lebah Begantong, grup orkes musik Melayu asal Medan, Sumatera Utara.
Grup yang dikenal melalui perpaduan musik Melayu tradisional dan pantun jenaka itu menghadirkan suasana akrab di tengah penonton. Alunan musik yang khas berpadu dengan pantun-pantun spontan, mengundang tawa sekaligus menghidupkan suasana panggung.

Melalui penampilan tersebut, musik Melayu tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan pesan dan doa.
Pantun-pantun jenaka yang disampaikan kepada para pejabat dan tamu undangan menyelipkan harapan bagi kemajuan daerah. Gaya penyampaian yang ringan dan jenaka membuat pesan-pesan itu terasa dekat dengan masyarakat.
Kehadiran Lebah Begantong juga semakin istimewa ketika para penari dari Pelangi Budaya Studio turut mengiringi penampilan mereka.
Menariknya, kolaborasi tari dan musik tersebut dipersiapkan dalam waktu sekitar satu hari. Para penari harus menyesuaikan gerakan dengan irama dan karakter pertunjukan, sehingga tercipta penampilan yang menyatu di atas panggung.
Kolaborasi lintas seni itu memperlihatkan bahwa kreativitas dapat tumbuh melalui keberanian mencoba, semangat bekerja sama, dan kemauan untuk saling mendukung.
Batik Karimun Naik Panggung
Tidak hanya seni tari dan musik, Enjoy Karimun Event 2026 juga menghadirkan peragaan busana yang menampilkan beragam batik asal Karimun.
Para Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Karimun ikut tampil memperkenalkan produk batik daerah. Kegiatan ini didukung oleh sanggar modeling Karimun, Sanggar AKBN, dan DPC AKARI Karimun.
Adapun batik Karimun ya g ditampilkan yakni batik karimun bermotif daun sirih, bermotif jong Sri gelam, bermotif jembatan kuning, bermotif Udang Galah Beriring dan bermotif Pokok Sagu Berayun.

Peragaan busana tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan batik Karimun kepada masyarakat luas. Di tengah kemeriahan acara, produk lokal mendapat kesempatan untuk tampil sebagai karya yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi.
Batik tidak hanya dipandang sebagai bahan pakaian, tetapi juga sebagai identitas dan hasil kreativitas masyarakat yang patut dikembangkan.
Melalui panggung peragaan busana, penyelenggara berupaya membuka ruang promosi bagi produk daerah agar semakin dikenal dan memiliki daya saing.
Menyatukan Karimun, Batam hingga Malaysia
Semarak perayaan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun tidak hanya melibatkan pelaku seni dari wilayah setempat. Sejumlah peserta budaya dari Batam, Tanjungpinang, Bintan, Lingga, Kundur, hingga Aceh bahkan dari negara Malaysia juga turut meramaikan rangkaian kegiatan.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut memperluas ruang interaksi antarpelaku seni dan budaya. Mereka datang membawa karakter, tradisi, dan kreativitas masing-masing, kemudian bertemu dalam satu perhelatan.

Bahkan, Ahadian menyampaikan informasi yang diterimanya mengenai sekitar 80 warga Malaysia yang datang ke Karimun khusus untuk menyaksikan kegiatan tersebut.
Antusiasme itu menunjukkan adanya peluang bagi kegiatan budaya untuk menarik kunjungan lintas daerah, bahkan lintas negara, apabila dikemas secara menarik dan berkelanjutan.
Bagi Karimun yang berada di kawasan perbatasan, kedekatan geografis dengan Malaysia menjadi peluang untuk memperkuat hubungan budaya sekaligus mengembangkan sektor pariwisata.
Dengan demikian, Enjoy Karimun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda hiburan tahunan, melainkan berkembang menjadi ruang promosi budaya yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
230 UMKM Merasakan Peluang Ekonomi
Di balik kemegahan panggung dan meriahnya pertunjukan, terdapat tujuan lain yang tidak kalah penting, yakni memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Sebanyak 230 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut meramaikan kegiatan tersebut. Rinciannya, sekitar 70 UMKM menempati area di dalam lokasi acara, sedangkan 160 lainnya berjualan di area luar.

Kehadiran ratusan pelaku usaha itu membuat kawasan kegiatan tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan menikmati hiburan, tetapi juga ruang transaksi ekonomi.
Pengunjung yang datang untuk menyaksikan pertunjukan budaya berkesempatan membeli makanan, minuman, dan berbagai produk yang ditawarkan para pedagang.
Sementara bagi pelaku UMKM, keramaian tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.
Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole mengapresiasi semangat para pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi dalam bazar.
“Kami sangat bangga karena UMKM di Kabupaten Karimun sangat bersemangat dan antusias untuk berjualan di bazar yang telah disediakan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya partisipasi pelaku usaha dalam kegiatan tersebut.
Antusiasme itu menjadi salah satu gambaran bahwa penyelenggaraan acara berskala besar dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi.
Meski demikian, besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan tentu perlu dilihat dari transaksi dan omzet yang benar-benar diperoleh para pedagang. Kehadiran 230 UMKM menjadi modal awal yang penting untuk mendorong perputaran ekonomi lokal.
Harmoni sebagai Kunci Pembangunan Karimun
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura turut memberikan apresiasi terhadap kemeriahan malam puncak Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun. Menurutnya, keberagaman tradisi yang hidup di tengah masyarakat merupakan aset yang harus terus dikembangkan.
“Wah, acara malam ini keren. Berbagai budaya ditampilkan di sini,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan budaya dapat memperkuat identitas daerah, memberikan ruang kreativitas bagi generasi muda, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, termasuk bagi para pelaku UMKM.
Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang juga menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun.

Ia berharap momentum peringatan hari jadi dapat memperkuat kebersamaan, meningkatkan semangat pengabdian, serta mendorong percepatan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.
“Saya berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkualitas dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten Karimun,” tuturnya.
Menurutnya, semangat kebersamaan harus menjadi landasan untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mempercepat pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan.
Harapan serupa disampaikan Bupati Karimun Iskandarsyah. Ia menekankan pentingnya kekompakan dan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta kabupaten dan kota lainnya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap ke depan dapat merealisasikan agar masyarakat lebih sejahtera, pelayanan publik juga lebih bagus dan baik, serta lapangan pekerjaan semakin banyak,” ujarnya.
Ia meyakini bahwa kerja sama yang kuat menjadi salah satu kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

“Kami yakin, dengan kekompakan kita, kemudian kerja sama dengan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten kota lainnya, akan ada sinergi yang kuat. Salah satu kuncinya adalah harmoni,” katanya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan pesan yang ingin disampaikan melalui Enjoy Karimun Event 2026. Harmoni bukan sekadar tema yang tertulis pada materi promosi, melainkan semangat yang diwujudkan melalui pertemuan seniman, pelajar, pelaku UMKM, pemerintah, dan masyarakat dalam satu kegiatan.
Lebih dari Sekadar Perayaan
Malam puncak Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun memperlihatkan bagaimana sebuah perayaan dapat menghadirkan banyak makna sekaligus.
Di atas panggung, ratusan penari menunjukkan bahwa perbedaan budaya dapat dirangkai menjadi pertunjukan yang indah. Para musisi menjaga tradisi melalui alunan Melayu dan pantun. Batik lokal mendapat ruang promosi, sementara ratusan pelaku UMKM memanfaatkan keramaian untuk menawarkan produk mereka.
Di sisi lain, generasi muda mendapatkan pengalaman berharga untuk belajar, berkarya, dan tampil di hadapan masyarakat. Para peserta dari berbagai daerah juga memperoleh kesempatan membangun perkenalan dan mempererat hubungan melalui seni.

Bagi Ahadian Zulseptriadi dan para pelaku seni yang terlibat, kerja keras di balik panggung menjadi bagian dari proses kreatif yang mempertemukan banyak orang dengan latar belakang berbeda.
Sementara bagi pemerintah daerah, kegiatan ini menjadi salah satu cara menghadirkan hiburan bagi masyarakat sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi.
Pada akhirnya, esensi Enjoy Karimun Event 2026 bukan semata-mata kemegahan panggung atau banyaknya penampilan yang disuguhkan. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu membuat masyarakat berkumpul, menikmati hiburan, merayakan keberagaman, dan merasakan manfaat ekonomi dari perputaran aktivitas selama acara berlangsung.
Sebab, ketika budaya dirayakan bersama dan masyarakat diberi ruang untuk berpartisipasi, sebuah perhelatan tidak hanya meninggalkan kenangan indah, tetapi juga membuka peluang bagi daerah untuk terus tumbuh.
Di Karimun, harmoni itu hadir melalui gerak para penari, irama musik Melayu, karya batik lokal, semangat pedagang, dan harapan masyarakat akan masa depan yang lebih sejahtera.
*Nichita Bella







