KARIMUN, beritakita.info– Kinerja PT BPR Tuah Karimun (Perseroda) semakin menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir Oktober 2026, bank milik Pemerintah Kabupaten Karimun tersebut berhasil membukukan laba sebesar Rp1,157 miliar dengan total aset mencapai sekitar Rp54 miliar.
Tak hanya mencatatkan pertumbuhan dari sisi keuangan, BPR Tuah Karimun juga memperlihatkan kontribusi nyata dalam mendukung perekonomian masyarakat. Salah satunya melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) bersubsidi bunga 0 persen yang hingga Oktober 2026 telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp1,8 miliar kepada 97 pelaku UMKM.
Capaian tersebut menjadi perkembangan positif bagi BUMD sektor perbankan di bawah kepemimpinan Bupati Karimun, Iskandarsyah, selaku pemegang saham, bersama jajaran manajemen yang dipimpin Direktur BPR Tuah Karimun, Siska Naritasari, , serta Dewan Komisaris.
Berdasarkan laporan kinerja Oktober 2026, selain membukukan laba Rp1,157 miliar, BPR Tuah Karimun juga mencatatkan Return on Assets (ROA) sebesar 2,88 persen dan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 83 persen. Sementara total aset perusahaan mencapai sekitar Rp54 miliar.
Direktur BPR Tuah Karimun, Siska Naritasari, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran perusahaan, sekaligus dukungan Pemerintah Kabupaten Karimun dan berbagai pihak yang selama ini bersinergi mendorong perkembangan BPR.
“Alhamdulillah, hingga Oktober 2026 BPR Tuah Karimun mampu mencatatkan kinerja yang positif. Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran manajemen dan karyawan, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Karimun selaku pemegang saham,” ujar Siska.
Menurutnya, perusahaan akan terus melakukan pembenahan dan penguatan pengelolaan usaha agar pertumbuhan yang telah dicapai dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Perkuat Ketahanan Keuangan dan Persiapan Penerapan CKPN
Di balik pencapaian laba tersebut, BPR Tuah Karimun juga tengah mempersiapkan penguatan ketahanan keuangan perusahaan, khususnya menghadapi penerapan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) secara penuh pada Desember 2026.
Saat ini, perusahaan masih menggunakan pendekatan peer group data dalam proses pencadangan CKPN. Peningkatan profitabilitas diharapkan menjadi salah satu fondasi untuk mendukung kesiapan perusahaan dalam memenuhi ketentuan tersebut.
Penerapan CKPN merupakan bagian penting dari prinsip kehati-hatian perbankan, terutama dalam mengukur dan mengantisipasi potensi risiko kredit.
Siska mengatakan, pihaknya berkomitmen memperkuat pengelolaan risiko dan menjaga kesehatan perusahaan agar mampu menghadapi berbagai tantangan industri perbankan.
“Bagi kami, pertumbuhan perusahaan tidak hanya diukur dari besarnya laba, tetapi juga bagaimana menjaga kesehatan dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Karena itu, penguatan tata kelola, kualitas kredit, serta penerapan prinsip kehati-hatian menjadi perhatian kami,” jelasnya
Selain profitabilitas, penguatan struktur permodalan juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan BPR Tuah Karimun.
Sebagai lembaga intermediasi keuangan yang menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit, kecukupan modal menjadi penyangga dalam menghadapi risiko usaha sekaligus membuka peluang memperluas kapasitas penyaluran pembiayaan.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Karimun selaku pemegang saham diharapkan terus memperkuat ruang pengembangan perusahaan secara bertahap dan berkelanjutan.
KURDA Bunga 0 Persen, Sudah Dinikmati 97 Pelaku UMKM
Tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan perusahaan, BPR Tuah Karimun juga mengambil peran dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui KURDA dengan subsidi bunga 0 persen.
Program Pemerintah Kabupaten Karimun tersebut memberikan kemudahan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperoleh akses pembiayaan tanpa dibebani bunga kredit karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah.
Sejak mulai disalurkan pada Juni 2026, setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BPR Tuah Karimun dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan ESDM Kabupaten Karimun, program ini menunjukkan perkembangan menggembirakan.
Hingga Oktober 2026, penyaluran KURDA telah mencapai sekitar Rp1,8 miliar dengan total 97 penerima manfaat. Artinya, dalam kurun waktu sekitar empat bulan, program tersebut telah menjangkau puluhan pelaku usaha yang membutuhkan dukungan permodalan.
Siska Naritasari mengatakan, KURDA merupakan salah satu program strategis yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya.
“Melalui program KURDA bersubsidi bunga 0 persen ini, kami ingin membantu membuka akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau bagi pelaku UMKM. Kami berharap fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan produktif sehingga usaha masyarakat dapat berkembang,” ungkap Siska.
Ia juga mengapresiasi kualitas pembayaran kredit para penerima manfaat yang hingga saat ini tercatat sangat baik.
“Kami bersyukur kualitas pembayaran kredit KURDA sejauh ini sangat bagus. Ini menunjukkan adanya komitmen dan tanggung jawab para penerima manfaat dalam memenuhi kewajibannya. Harapan kami, kepercayaan ini terus dijaga agar program KURDA dapat berjalan berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM,” tambahnya.
Melalui program tersebut, BPR Tuah Karimun tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan
Sinergi Jadi Kunci Pengembangan BPR Tuah Karimun
Siska menegaskan, keberhasilan perusahaan dalam mencatatkan kinerja positif tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan berbagai pihak.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, organisasi perangkat daerah (OPD), ASN, PPPK, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong perkembangan BPR Tuah Karimun.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh karyawan dan jajaran manajemen yang terus bekerja keras meningkatkan profesionalisme, kualitas pelayanan, serta kinerja perusahaan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Karimun, DPRD, seluruh OPD terkait, ASN, PPPK, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada BPR Tuah Karimun. Apresiasi juga untuk seluruh karyawan yang terus bekerja dan berkomitmen memajukan perusahaan,” tuturnya.
Ke depan, BPR Tuah Karimun akan terus berupaya memperkuat fondasi perusahaan, baik dari sisi profitabilitas, kualitas aset, tata kelola, manajemen risiko maupun permodalan.
Siska berharap BPR Tuah Karimun semakin berkembang menjadi lembaga keuangan daerah yang sehat, profesional, dan kompetitif, sekaligus mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Kami ingin BPR Tuah Karimun tidak hanya tumbuh sebagai perusahaan yang mampu menghasilkan keuntungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pembiayaan, memperkuat UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karimun,” tutupnya.
*Nichita Bella







