KARIMUN, beritakita.info– Pengalaman belajar di luar ruang kelas menjadi momen menyenangkan sekaligus berkesan bagi anak-anak Kelompok Bermain KB-TKIT Cendekia Kabupaten Karimun. Dengan wajah penuh antusias, sebanyak kurang lebih 168 siswa mengikuti kunjungan edukatif ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Karimun, Kamis (5/11/2026) pagi.
Ada yang menarik dalam kegiatan tersebut. Bukan sekadar mengunjungi pusat pelayanan masyarakat, anak-anak terlebih dahulu menikmati perjalanan menggunakan bus kayu, salah satu moda transportasi umum tradisional yang ikonik dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Karimun.
Perjalanan menggunakan bus kayu itu menjadi pengalaman tersendiri bagi anak-anak. Selain mengenal lingkungan di luar sekolah, mereka juga diperkenalkan dengan salah satu bentuk transportasi khas daerah yang memiliki nilai tersendiri dalam kehidupan masyarakat setempat.
Setibanya di MPP, anak-anak mendapatkan kesempatan mengenal lebih dekat berbagai bentuk pelayanan yang disediakan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Mulai dari mengenal jenis-jenis pekerjaan, melihat aktivitas petugas pelayanan, hingga memahami secara sederhana bagaimana masyarakat mengurus berbagai keperluan administrasi.
Kepala Sekolah KB TKIT Cendekia Kabupaten Karimun, Widyawati, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada anak-anak.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Lingkungan sekitar juga dapat menjadi sumber pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata bagi perkembangan anak.
“Melalui kunjungan ini, kami berharap anak-anak dapat belajar mengenal berbagai jenis pekerjaan, memahami pentingnya sikap tertib saat berada di tempat umum, belajar mengantre, bersikap sopan, serta menghargai orang-orang yang sedang bekerja melayani masyarakat,” ujar Widyawati.
Ia meyakini setiap pengalaman yang diperoleh anak di luar sekolah dapat menjadi bekal berharga bagi proses tumbuh kembang mereka.
“Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Setiap tempat dapat menjadi sumber belajar, dan setiap pengalaman dapat menjadi bekal berharga bagi tumbuh kembang anak,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 24 orang pendidik dan tenaga kependidikan turut mendampingi sebanyak kurnag lebih 168 siswa untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib, aman, dan menyenangkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karimun, Budi Setiawan, menyambut baik kunjungan edukatif tersebut.
Ia mengatakan, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal secara sederhana bagaimana pemerintahan bekerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami menyambut baik kedatangan para siswa dari TK Cendekia. Melalui kunjungan ini, anak-anak bisa mengetahui dan memahami arti bernegara. Bahwa di negara kita ada aturan dan tata cara yang harus diikuti ketika masyarakat ingin mengurus berbagai keperluan,” ungkap Budi.

Menurutnya, keberadaan Mal Pelayanan Publik merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, terpadu, dan dekat dengan masyarakat.
Melalui kunjungan tersebut, anak-anak juga diperkenalkan bahwa berbagai urusan perizinan dan administrasi yang sebelumnya tersebar di sejumlah instansi kini dapat diakses melalui satu tempat, yakni MPP.
Di dalamnya terdapat berbagai layanan dari instansi pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD hingga sektor perbankan.
Beberapa layanan yang tersedia di antaranya pengurusan KTP elektronik, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), perizinan berusaha melalui OSS RBA, layanan NPWP dari KPP Pratama, layanan PDAM hingga perbankan.
Budi menjelaskan, MPP Kabupaten Karimun memiliki sekitar 26 loket pelayanan. Namun, saat ini baru sekitar 18 loket yang telah berfungsi memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menariknya, kunjungan KB TKIT Cendekia tersebut menjadi kunjungan perdana dari kalangan sekolah ke Mal Pelayanan Publik Kabupaten Karimun.

Ia pun membuka kesempatan bagi sekolah-sekolah lain yang ingin melakukan kunjungan serupa sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas.
“Kebetulan ini perdana ada sekolah yang berkunjung ke MPP. Kami mempersilakan jika ada sekolah lain yang ingin datang untuk melihat secara langsung seperti apa pelayanan yang ada di Mal Pelayanan Publik,” katanya.
Saat menerima kunjungan tersebut, Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan juga menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan edukatif anak-anak KB TKIT Cendekia Kabupaten Karimun ke Mal Pelayanan Publik. Menurutnya kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal secara langsung berbagai bentuk pelayanan yang diberikan pemerintah maupun BUMD kepada masyarakat.
“Kami ingin memperkenalkan sejak dini bahwa air bersih merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak perlu mengetahui bahwa untuk menghadirkan air bersih hingga dapat digunakan di rumah, ada proses dan pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang,” ungkap Ferry

Kata Ferry, di balik air yang mengalir dari keran, ada petugas yang bekerja mulai dari pengelolaan, pengolahan, pendistribusian hingga pelayanan kepada pelanggan.
“Harapannya, melalui kunjungan ini anak-anak bisa mulai memahami pentingnya air bersih, belajar menghargai pekerjaan orang lain, serta membiasakan diri menggunakan air secara bijak dan tidak boros, juga mengetahui bahwa disini juga melayani pengajuan sambungan baru dan kembali, penggantian meter rusak atau hilang, pengaduan pemindahan meter, pengajuan balik nama, pengaduan kualitas air, kebocoran, pelanggan mati air hingga pengaduan valve rusak,” jelas Ferry
Kunjungan ini menjadi gambaran bahwa mengenalkan kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan tidak harus menunggu anak-anak tumbuh dewasa.
Dari perjalanan sederhana menaiki bus kayu hingga melihat langsung aktivitas pelayanan publik, anak-anak belajar mengenal lingkungan, memahami aturan, menghargai profesi orang lain, serta membangun kebiasaan tertib sejak usia dini.
Sebuah pengalaman sederhana, tetapi memiliki makna besar sebagai bagian dari proses membentuk generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
*Nichita Bella







