KARIMUN, beritakita.info— Pasokan listrik di Kabupaten Karimun terpaksa mengalami penyesuaian. PLTU Unit 2 Tanjungbalai Karimun pada Kamis (20/8/2026) mengalami gangguan pada sistem boiler, sehingga harus segera dilakukan pemeliharaan darurat. Akibatnya, PLN Karimun menerapkan manajemen daya pada beban malam di sejumlah wilayah, berlangsung pukul 17.30 hingga 03.00 WIB, tergantung kondisi cuaca.
Kondisi ini muncul setelah jadwal pemeliharaan yang seharusnya berlangsung sejak Juli lalu sempat ditunda selama sekitar 30 hari. Penundaan tersebut justru membuat unit pembangkit mengalami kerusakan yang lebih serius dan harus segera ditangani.
“Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, PLTU Unit 2 sebenarnya sudah dijadwalkan masuk masa pemeliharaan pada bulan Juli 2026. Namun dikarenakan kondisi kebutuhan listrik di Karimun saat itu belum memungkinkan, maka pemeliharaan ditunda hingga 24 Agustus 2026. Setelah penundaan pemeliharaan selama sekitar 30 hari tersebut, unit ini justru mulai menunjukkan kendala yang lebih parah, sehingga sore ini kami terpaksa melakukan pemeliharaan darurat pada bagian boiler,” ujar Riki Aditiyawarman, Manager UP PLTU Tanjungbalai Karimun
Kata Riki, Kendala tersebut memaksa untuk melakukan manajemen daya pada beban malam, diperkirakan berlaku pukul 17.30 hingga 03.00 WIB, tergantung kondisi cuaca dan ketersediaan pasokan. Pihaknya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” kata Riki
Riki mengatakan bahwa untuk menutup kekurangan daya, instalasi peremajaan PLTD Baru berkapasitas 6×1 MW di Komplek PLTD Bukit Carok terus dipercepat. Proses pemasangan sempat tertunda akibat keterlambatan kedatangan material pendukung, namun tim berupaya mengejar target.
“Tim PLTD Bukit Carok terus berupaya menyelesaikan instalasi. Saat ini kami menargetkan mesin baru dapat masuk sistem pada hari Senin, 24 Agustus 2026. Sampai dengan instalasi PLTD 6 MW ini beroperasi penuh, manajemen daya pada jam beban puncak tetap akan dilakukan untuk menjaga stabilitas kelistrikan di Karimun,” jelas Riki.
Dengan dioperasikannya PLTD Baru pada 24 Agustus mendatang, diharapkan pasokan listrik dapat berangsur membaik dan manajemen daya dapat dikurangi. Masyarakat diimbau untuk menggunakan listrik secara bijak, terutama pada jam beban puncak.
*Nichita Bella









