SURABAYA, beritakita.info— Kiprah Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun dalam memberantas berbagai tindak pidana di wilayah perairan Indonesia mendapat apresiasi. Satuan kerja (Satker) tersebut meraih penghargaan sebagai Satker Berprestasi atas keberhasilannya menggagalkan penyelundupan narkotika dan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural melalui jalur laut.
Penghargaan diberikan seusai Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 TNI Angkatan Laut yang berlangsung di Dermaga Madura Koarmada II Ujung, Surabaya, Jawa Timur pada Kamis (10/9/2026)
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kinerja prajurit Lanal Tanjung Balai Karimun dalam mengamankan wilayah perairan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan dikenal memiliki kerawanan terhadap berbagai aktivitas ilegal.
Dalam sejumlah operasi, personel Lanal Tanjung Balai Karimun berhasil menggagalkan pengiriman 14 PMI nonprosedural yang hendak diberangkatkan secara ilegal melalui jalur laut.
Tak hanya itu, prajurit Lanal Tanjung Balai Karimun juga berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jaringan internasional. Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 1.084 gram sabu dan 582 butir pil ekstasi.
Danlanal Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Samuel Cherestian Noya, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh prajurit yang terlibat dalam pengamanan wilayah perairan.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan profesionalisme seluruh prajurit Lanal Tanjung Balai Karimun yang bekerja tanpa lelah di lapangan,” ujar Samuel, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, keberhasilan menggagalkan sejumlah aksi penyelundupan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kawasan perairan Tanjung Balai Karimun masih menghadapi ancaman serius dari berbagai aktivitas ilegal, mengingat posisinya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
“Keberhasilan mengamankan 14 PMI nonprosedural dan barang bukti narkotika jenis sabu serta ekstasi ini adalah wujud komitmen kami. TNI AL tidak akan memberikan ruang bagi praktik ilegal yang merugikan negara dan mengancam keselamatan warga negara,” tegas Samuel.
Ia menambahkan, jajaran Lanal Tanjung Balai Karimun akan terus memperkuat patroli dan pengawasan di wilayah perairan, khususnya pada titik-titik yang dinilai rawan menjadi jalur penyelundupan.
“Sesuai instruksi pimpinan, kami akan terus hadir menjaga keamanan perairan nasional, memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat, serta memastikan penegakan hukum di laut berjalan tegas dan berintegritas,” tutur Samuel.
Menurut Samuel, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi terhadap keberhasilan operasi yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi pelanggaran hukum di laut.
Khususnya di wilayah perbatasan, pengawasan menjadi bagian penting dalam mencegah perairan Indonesia dimanfaatkan sebagai jalur keluar-masuk barang ilegal maupun praktik perdagangan manusia.
Penganugerahan Satker Berprestasi tersebut diharapkan semakin memacu semangat prajurit TNI AL untuk meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergitas antarlembaga, serta menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah laut Indonesia.
Keberhasilan Lanal Tanjung Balai Karimun menggagalkan penyelundupan narkotika dan PMI nonprosedural sekaligus menegaskan peran strategis TNI AL dalam menjaga perairan perbatasan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dari berbagai ancaman tindak pidana lintas negara.
*Nichita Bella









