KARIMUN, beritakita.infoâ Saat kabar duka menyelimuti, kehadiran tempat yang nyaman dan layak menjadi penyejuk bagi keluarga yang berduka. Di tengah Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, kini berdiri megah sebuah bangunan yang bukan sekadar tempat untuk menjalankan urusan terakhir jenazah, melainkan simbol persatuan, perhatian, dan kepedulian untuk seluruh lapisan masyarakat.
Peresmian Rumah Duka Cetya Vidia Sagara yang digelar pada hari Sabtu, 6 Juni 2026 ini, menjadi momen yang membekas, menandai perjalanan panjang sebuah bangunan yang kini hadir dengan wujud yang jauh lebih lengkap dan bermakna.

Sejarah tempat ini dimulai sejak tahun 1992, ketika bangunan ini pertama kali didirikan. Seiring berjalannya waktu, seiring pula kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Dulu, fasilitasnya masih sangat sederhana, tidak ada ruang khusus untuk menginap, ketersediaan tempat pun terbatas, dan segala urusan terkait duka cita harus diselesaikan dengan keterbatasan yang ada. Namun, berkat kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Karimun, tempat ini mengalami perubahan besar yang mengubah wajahnya sepenuhnya.

Kini, Rumah Duka Cetya Vidia Sagara yang berlokasi di Kampung Padi, Kelurahan Meral Kota, menawarkan fasilitas yang sangat lengkap dan nyaman. Tersedia ruang ber-AC yang layak untuk keluarga yang ingin menginap dan menunggu prosesi selesai, ruang dapur yang memadai untuk menunjang kebutuhan pengunjung, serta area yang luas dan terawat dengan baik. Setiap sudut bangunan dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan praktis, tetapi juga untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi siapa saja yang membutuhkannya.
“Bangunan ini sudah ada sejak tahun 1992, dan baru sekarang kita bisa melihat hasilnya. Dulu, fasilitasnya sangat sederhana, bahkan tidak ada tempat untuk beristirahat. Sekarang sudah ada dua tempat tidur, tiga ruangan, dan semuanya sudah dilengkapi dengan baik,” ujar Ahong yang diberi amanah sebagai Ketua Rumah Duka Cetya Vidia Sagara dalam sambutannya pada acara peresmian rumah duka, Sabtu(6/6/2026) Siang

Ia mengakui bahwa perwujudan tempat ini tidak lepas dari peran serta banyak pihak, dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada Pemerintah Daerah yang telah memberikan dukungan penuh sehingga yayasan dan tempat ini bisa berkembang dan memberikan manfaat.
Yang menjadi ciri khas utama dari tempat ini adalah sifatnya yang terbuka untuk semua orang, tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang apapun.
“Tempat ini bukan untuk kepentingan sebagian kelompok saja, melainkan milik bersama seluruh warga Karimun. Siapapun yang membutuhkan, kami persilahkan dan sambut dengan baik,” tegas Ahong dengan penuh harapan.
Kehadiran rumah duka yang layak ini mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari seluruh lapisan masyarakat. Bagi warga Meral, tempat ini adalah impian yang telah lama dinantikan. Herman Akham, Anggota DPRD Kabupaten Karimun sekaligus Ketua Fraksi Golkar, menyatakan bahwa harapan ini sudah disampaikan bertahun-tahun lamanya kepada pemerintah, dan akhirnya selesai juga tahun ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati. Tanpa perhatian dan dukungan yang diberikan, mungkin kita tidak akan bisa melihat tempat ini berdiri dengan sempurna seperti sekarang. Tempat ini milik bersama, jadi kita semua berkewajiban untuk merawat dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya,” ungkap Herman Akham
Dalam peresmian tersebut, Bupati Karimun, Iskandarsyah, menyampaikan sambutan yang penuh makna. Ia memuji peran aktif Herman Akham yang selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat, termasuk kepeduliannya terhadap warga dari berbagai latar belakang. Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak ditujukan hanya untuk satu kelompok saja, melainkan untuk seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

“Saya mau ajak tepuk tangan dulu untuk pak Akham, sebagai wakil rakyat, Pak Akham ini sangat luar biasa, kalau untuk kepentingan masyarakat pasti dia terus-terus telfon saya. jadi Pak Akham ini sangat konsentrasi terkait dengan kepentingan-kepentingan masyarakat yang ada di Kabupaten Karimun yang kita cintai,” ujar Bupati Iskandarsyah
Kata Bupati, pihaknya akan terus berusaha adil sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat menrasakan fasilitas umum dari pemerintah.

“Kami terus berusaha memberikan dukungan bagi semua pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan, baik bagi umat Islam, Kristen, Budha, maupun agama lainnya. Semua bantuan dan pengaturan kami susun dengan adil, sebagai bentuk penghargaan kita terhadap setiap warga, apapun suku dan agamanya,” ujar Bupati Iskandarsyah.
Ia menambahkan bahwa kebersamaan, kekompakan, dan kemampuan untuk menghadapi segala kesulitan secara bersama-sama adalah kunci kemajuan Karimun.
Lebih jauh lagi, Bupati menyoroti posisi strategis Kabupaten Karimun yang berada di jalur perdagangan internasional, yang menjadikannya bagian tak terpisahkan dari pergaulan dunia. Ia menekankan pentingnya kerja sama dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan China, serta kesiapan daerah menyambut berbagai investasi yang akan masuk.
Penyediaan fasilitas umum seperti Rumah Duka Cetya Vidia Sagara, menurutnya, adalah salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan nyaman.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap fasilitas baru ini dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Semoga tempat ini menjadi sarana pelayanan yang baik, yang dapat memberikan manfaat bagi semua warga yang membutuhkan. Kita bangun Karimun ini bersama-sama, dan dengan semangat kebersamaan, saya yakin kita bisa menciptakan daerah yang lebih baik lagi ke depannya,” tutupnya.
Peresmian Rumah Duka Cetya Vidia Sagara bukan hanya sekadar peresmian sebuah bangunan. Ia adalah bukti nyata bahwa ketika semua pihak bersatu, bekerja sama, dan saling mendukung, segala harapan dapat terwujud. Sebagai simbol kebersamaan dan pelayanan, tempat ini akan terus menjadi saksi bagaimana persatuan warga Karimun dapat menciptakan kemajuan dan kesejahteraan untuk seluruh generasi.
*Nichita Bella



