KARIMUN, beritakita.info — Di tengah riuhnya suara yang silih berganti di ruang maya, Bupati Karimun, Iskandarsyah, menyampaikan pesan yang tenang namun menyentuh hati. Baginya, kritik dan ketidaksukaan pribadi boleh saja tersampaikan lewat mana pun, termasuk di media sosial. Namun ada satu hal yang tak boleh dikorbankan demi sekadar meluapkan emosi seperti kesempatan dan masa depan masyarakatnya.
“Saya kalau orang maki saya di Facebook tidak apa-apa. Tapi jangan merusak investasi, jangan membuat berita hoaks, karena yang dirusak adalah kesempatan kerja untuk masyarakat saya,” ujar Bupati Iskandarsyah pada Rabu (12/8/2026)
Ucapan sederhana itu menyimpan makna yang dalam. Setiap informasi yang tidak benar, setiap narasi yang dibangun tanpa fakta yang utuh, ternyata tak sekadar menyudutkan satu orang atau satu perusahaan.
Lebih dari itu, berita yang menyesatkan dapat menciutkan kepercayaan para penanam modal. Saat kepercayaan luntur, investasi mundur. Dan saat investasi pergi, yang kehilangan bukan saja pemerintah atau pengusaha, melainkan rakyat Karimun sendiri karena akan hilangnya lapangan kerja, tertahannya kemajuan, serta terhambatnya harapan agar kehidupan semakin sejahtera.
Iskandarsyah seakan ingin mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dan kritik adalah hal yang wajar dalam berdemokrasi. Beliau siap menerima ketidaksukaan yang ditujukan kepada dirinya pribadi.
Namun, menurutnya biarlah perdebatan itu berhenti pada pribadi pemimpin dalam hal ini dirinya sendiri, jangan sampai merembet menghancurkan iklim yang sedang dibangun susah payah demi kepentingan banyak orang.
“Karena itu, setiap berita yang beredar hendaknya ditimbang terlebih dahulu. Setiap informasi yang disampaikan seyogianya berdasar fakta yang terverifikasi. Bukan sekadar demi kebenaran, melainkan juga agar kita tidak tanpa sadar merusak kesempatan sesama warga untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang lebih baik,” jelas Iskandarsyah
Iskandarsyah mengajak seluruh elemen masyarakat terutama para jurnalis untuk menjaga akurasi data yang disebarluaskan sehingga masyarakat mendapatkan kabar yang sebenarnya.
“Menjaga akurasi informasi, menjaga nama baik daerah, dan menjaga kepercayaan pihak luar, pada hakikatnya adalah menjaga masa depan anak-anak, pemuda, dan keluarga-keluarga di Kabupaten Karimun. Menjaga itu semua adalah lebih penting dari sekadar membela satu jabatan atau satu nama,” pungkas Iskandarsyah.
*Nichita Bella




