KARIMUN, beritakita.info – Sebuah kejadian memilukan menimpa keluarga di Kelurahan Sei Lakam Timur, Kecamatan Karimun. Seorang perempuan berinisial N (49 tahun), ditemukan meninggal dunia dengan cara tergantung di dalam kamar tidurnya, pada Selasa (21/4/2026) pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa naas ini bermula pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, anak kedua korban, KN (21 tahun), sempat melihat ibunya masih bangun dan memegang kursi plastik warna hijau. KN sempat bertanya, namun korban menjawab dengan tenang bahwa ia tidak melakukan apa-apa, sebelum akhirnya sang anak kembali tidur.
Kecurigaan mulai muncul sekitar pukul 06.30 WIB. Anak pertama korban, EY (28 tahun), dan adik korban, ST (44 tahun), datang ke rumah dan mencoba membangunkan korban dengan mengetuk pintu kamar, namun tidak ada jawaban sama sekali.
Merasakan keanehan, KN kemudian mencoba mengintip dari celah jendela kamar. Hati anak muda itu hancur saat melihat ibunya sudah tergantung menggunakan kain di belakang pintu kamar.
“Saksi melihat korban sudah tergantung di belakang pintu kamar tidur korban, lalu saksi berlari ke dalam kamar sambil menangis memberitahukan kepada keluarga lainnya,” ungkap Kapolsek Balai Karimun, AKP Andri Yusri, saat dikonfirmasi.
Mendapat kabar tersebut, ketiga saksi langsung mendobrak pintu kamar untuk mengevakuasi, namun nyawa korban sudah tidak tertolong lagi.
Mengetahui kejadian tersebut, keluarga dan tetangga segera melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian sekitar pukul 07.05 WIB. Tidak butuh waktu lama, personel gabungan dari Polres Karimun dan Polsek Balai langsung dikerahkan ke lokasi.
Tim yang datang antara lain SPKT, Pamapta, Unit Inafis, serta jajaran Reskrim dan Intelkam. Mereka langsung melakukan pengamanan lokasi, olah TKP, serta pengambilan barang bukti.

“Personel kami langsung mendatangi dan mengamankan TKP, meminta keterangan saksi-saksi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara,” jelas AKP Andri.
Sekitar pukul 08.00 WIB, jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD H. Muhammad Sani untuk dilakukan visum et repertum oleh tim dokter forensik. Pihak kepolisian juga telah menerima surat penolakan otopsi dari keluarga korban.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami penyebab pasti dari aksi tersebut. Namun, berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP sementara, dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya sendiri.
“Kami masih mendalami motif kejadian ini. Namun berdasarkan keterangan keluarga dan kondisi di lokasi, sementara kami menyimpulkan adanya indikasi bunuh diri,” tutup AKP Andri Yusri.
*Nichita Bella







