Karimun, beritakita.info – Kabar gembira bagi dunia ketenagakerjaan Karimun! Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Karimun baru saja meluluskan 38 tenaga profesional scaffolding yang siap bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif. Pelatihan intensif ini merupakan hasil kerja sama dengan LPK PT Kiat Global Batam Sukses, yang ditutup secara resmi pada Sabtu, (15/11/2025)
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun, Ruffindy Alamsjah, menyampaikan pesan penting kepada para lulusan.
“Kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal menuju dunia kerja yang sesungguhnya,” ujarnya dengan nada penuh semangat.
Ruffindy menekankan tiga kunci utama yang akan menentukan kesuksesan karier para ahli scaffolding muda ini: keterampilan (skill), pengalaman, dan yang terpenting, attitude (sikap kerja).
“Percuma punya skill dan pengalaman mumpuni jika tidak didukung dengan attitude yang positif. Sikap kerja tetap menjadi penentu utama apakah seseorang diterima atau tidak di sebuah perusahaan,” tegasnya.
Disnaker Karimun memastikan bahwa setiap program pelatihan yang diadakan selalu selaras dengan kebutuhan riil pasar tenaga kerja di Kabupaten Karimun.
“Pelatihan ini kami adakan berdasarkan permintaan langsung dari perusahaan-perusahaan. Setiap tahun, kami melakukan inventarisasi kebutuhan tenaga kerja mereka, kemudian kami sesuaikan dengan program pelatihan yang kami adakan,” jelas Ruffindy.
Dengan pendekatan ini, Disnaker Karimun menjamin bahwa setiap lulusan pelatihan memiliki peluang kerja yang tinggi di perusahaan-perusahaan lokal.
Para lulusan juga didorong untuk aktif bergabung dengan Perkumpulan Scaffolding Kabupaten Karimun dan selalu memperbarui data diri di website Disnaker serta aplikasi Siapnari, yang menjadi pusat informasi lowongan kerja terpercaya.
Ruffindy berharap agar di tahun 2026, jumlah pelatihan yang dapat diselenggarakan oleh Disnaker dapat ditingkatkan secara signifikan. Hal ini mengingat tingginya antusiasme dan kebutuhan calon tenaga kerja muda Karimun akan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kami sangat berharap anggaran dapat ditingkatkan agar semakin banyak anak-anak Karimun yang dapat mengikuti pelatihan. Semua kembali pada kemampuan anggaran daerah, namun komitmen untuk terus meningkatkan kualitas SDM tetap menjadi prioritas utama kami,” tutup Ruffindy.
Dengan lahirnya 38 ahli scaffolding baru ini, Disnaker Karimun semakin membuktikan komitmennya dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di era globalisasi.
*Nichita Bella



