Jumat, Januari 2, 2026
BerandaKarimunHaru dan Bangga di Hari Disabilitas Karimun, Wabup Tegaskan "Anak Disabilitas Adalah...
spot_img

Haru dan Bangga di Hari Disabilitas Karimun, Wabup Tegaskan “Anak Disabilitas Adalah Aset Kita”

Karimun, beritakita.info- Suasana haru dan kebanggaan memenuhi halaman Sekolah Telaga Tujuh, Kabupaten Karimun, pada Sabtu (6/12/2025) dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025. Pada momentum itu, Sekolah Luar Biasa Yayasan Pendidikan Budi Bhakti (SLB YPBB) sukses menggelar Gebyar Seni yang menghadirkan penampilan memukau dari para siswa disabilitas.

Berbagai pertunjukan meriah, mulai dari tarian, musik, pentas seni, hingga pameran karya kreatif, berhasil menarik perhatian tamu undangan yang hadir, antara lain Anggota DPRD Muhammad Firdaus. Penampilan siswa yang menakjubkan menjadi bukti nyata bahwa anak-anak disabilitas memiliki potensi besar yang patut dikembangkan.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati (Wabup) Karimun Rocky Marciano Bawole memberikan pernyataan tegas yang menggugah kesadaran publik. 

“Anak disabilitas bukan beban, tapi aset yang harus sama-sama kita berikan kesempatan luas kepada mereka,” tegasnya.

Pernyataan tersebut bukan sebatas slogan semata. Menurut Wabup Rocky, di bawah kepemimpinan Bupati Iskandarsyah dan dirinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun telah membuktikan komitmen nyata dengan mempekerjakan seorang difabel sebagai petugas kebersihan. 

“Ini sebagai bukti bahwa Bupati Iskandarsyah dan Wabup Rocky peduli akan penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Meskipun kewenangan pengelolaan SLB berada di Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Pemkab Karimun tetap memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan siswa. Sebagai buktinya, pemkab turut memfasilitasi keberangkatan siswa SLB YPBB yang lolos olimpiade untuk bertanding di Jakarta.

Gebyar Seni SLB YPBB sendiri digelar secara rutin setiap tahun sebagai wadah apresiasi, penguatan karakter, dan ruang ekspresi yang setara bagi seluruh siswa.

Wabup Rocky kembali mengimbau masyarakat Karimun agar tidak memandang sebelah mata anak-anak disabilitas.

 “Mereka bukan beban, tapi adalah aset kita bersama. Perlu kita jaga, perlu didorong supaya mereka hidup seperti kita,” pinta dia.

Sebagai penutup, dia menegaskan pentingnya dukungan berupa perlindungan, perawatan, pendidikan inklusif, layanan kesehatan, rehabilitasi, serta dukungan emosional agar setiap penyandang disabilitas dapat berkembang secara mandiri dan setara.

*Nichita Bella