KARIMUN, beritakita.info – Suasana malam Ramadan di Kabupaten Karimun dipastikan bakal lebih gemerlap tahun ini. PT TIMAH (Persero) Tbk kembali menegaskan perannya sebagai perusahaan yang peduli terhadap kelestarian budaya lokal dengan mendukung penuh gelaran Festival Lampu Colok, sebuah tradisi turun-temurun yang menjadi ikon syiar Islam di Bumi Berazam.
Bukan sekadar bantuan materi, dukungan PT TIMAH ini menjadi bahan bakar bagi kreativitas para pemuda di wilayah operasionalnya untuk menghidupkan kembali “Malam 7 Likur” dengan instalasi gerbang cahaya yang megah.
Dukungan PT TIMAH tersebar di beberapa kantong pemuda di Kecamatan Kundur Barat. Setidaknya, empat kelompok besar pemuda telah menerima bantuan untuk merancang gerbang cahaya mereka, antara lain:
- Ikatan Pemuda/Pemudi Layang
- Ikatan Pemuda Kosonk Kobel Darat
- Desa Sawang Laut
- Himpunan Pemuda Pemudi Mukalimus (Kelurahan Sawang)
Bantuan ini digunakan secara fleksibel, mulai dari penyediaan lampu colok tradisional berbahan minyak (pelita) hingga lampu elektrik LED modern yang kini menjadi kategori primadona dalam perlombaan tingkat kabupaten.
Ketua Himpunan Pemuda Pemudi Mukalimus, Azyar, mengungkapkan betapa krusialnya peran PT TIMAH dalam membantu masyarakat mewujudkan mimpi kreatif mereka. Tahun ini, para pemuda Mukalimus berencana “menyulap” kawasan Pantai Mukalimus menjadi pusat perhatian.
“Kami membuat gerbang berbentuk masjid raksasa yang dihiasi lampu neon. Persiapannya memakan waktu hampir sebulan dan melibatkan gotong royong banyak pemuda. Tanpa dukungan PT TIMAH, tentu sulit bagi kami mengejar target pemasangan dari malam ke-27 Ramadan hingga Idulfitri nanti,” ujar Azyar.
Ia menambahkan bahwa festival ini bukan sekadar ajang adu indah, melainkan wadah pemersatu generasi muda. “Ini kegiatan positif yang mengasah kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan,” imbuhnya.
Langkah PT TIMAH mendukung Festival Lampu Colok ini mendapat apresiasi luas. Perusahaan dinilai tidak hanya fokus pada aspek operasional, tetapi juga memiliki “hati” untuk menjaga denyut nadi tradisi masyarakat.
“PT TIMAH sudah berkali-kali hadir mendukung kegiatan kami. Kami berharap PT TIMAH terus maju sehingga tetap konsisten menjadi mitra masyarakat dalam menjaga warisan leluhur,” tutup Azyar penuh harap.
Melalui dukungan ini, PT TIMAH membuktikan bahwa kemajuan industri dan pelestarian adat istiadat dapat berjalan beriringan, memastikan cahaya tradisi di Karimun tak akan pernah padam ditelan zaman.
*) Nichita Bella



