Karimun, beritakita.info— Siang yang penuh kehangatan di halaman Kantor Bupati Karimun, Nilam Sari. Tarian persembahan membuka resepsi hari lahir ke-27 Kabupaten Karimun, diiringi senyum dan kebersamaan para tokoh, pejuang, dan masyarakat yang telah mencurahkan jiwa bagi tanah kelahirannya. Namun di balik kemeriahan itu, terselubung makna yang jauh lebih dalam — tentang perjuangan, tentang penghormatan, dan tentang harapan besar untuk masa depan.
Pulut Kuning: Simbol Penghormatan untuk Para Perintis
Momen paling menyentuh dalam acara ini tentu saja adalah tradisi penyerahan pulut kuning — simbol kebersamaan dan penghormatan masyarakat Melayu — kepada para tokoh yang telah berjasa besar bagi lahir dan berkembangnya Kabupaten Karimun.
Bupati Karimun, Iskandarsyah, menyerahkan pulut kuning kepada Huzrin Hood, penggerak perjuangan pemekaran yang mana kelahiran Kabupaten Karimun tak akan terwujud tanpa perjuangan beliau.

“Tanpa perjuangan para pendahulu, kita tidak akan berdiri di sini hari ini. Pulut kuning ini adalah tanda terima kasih tulus dari seluruh masyarakat Karimun,” ujar Bupati Iskandarsyah.
Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole menyerahkan pulut kuning kepada mantan Gubernur Kepri periode 2016–2019, Nurdin Basirun.

Ketua DPRD Karimun, Raja Rafiza, menyerahkannya kepada perwakilan Gubernur Kepri, Aries Fhariandi. Pj. Sekda Sularno pun menyerahkan kepada mantan Gubernur Isdianto.

Namun yang paling istimewa, Bupati Iskandarsyah menyerahkan potongan pulut kuning khusus kepada Hj. Aisyah Sani, istri tercinta dari almarhum H. Muhammad Sani, mantan Gubernur Kepri.

“Kami mengundang Ibu Aisyah secara khusus demi menghormati perjuangan almarhum H. Muhammad Sani yang telah meletakkan dasar pemerintahan, birokrasi, hingga infrastruktur kesehatan dan keagamaan di Karimun. Jasa beliau abadi di hati kita,” tegas Iskandarsyah.
27 Tahun: Bukan Sekadar Angka
Dalam sambutannya yang mewakili Gubernur Kepri, Aries Fhariandi, Kepala Bappeda/Barenlitbang Provinsi Kepri, menegaskan bahwa usia 27 tahun bukan sekadar penanda waktu.
“Kabupaten Karimun lahir berdasarkan Undang-Undang No. 53 Tahun 1999. Dulu hanya 3 kecamatan, 6 kelurahan, dan 24 desa. Kini telah berkembang menjadi 14 kecamatan, 29 kelurahan, dan 42 desa. Perjalanan ini bukan sekadar penanda usia daerah, melainkan cerminan kerja keras dan kebersamaan seluruh masyarakat,” ungkap Aries.
“Pembangunan itu bukan hanya tentang seberapa megah gedung, seberapa panjang jalan, atau seberapa besar investasi. Pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu menghadirkan masyarakat yang sejahtera di seluruh wilayah Karimun — termasuk di 251 pulau yang ada di kabupaten ini. Karimun tidak boleh hanya tumbuh, tetapi harus maju. Tidak hanya berkembang, tetapi harus semakin sejahtera,” tambahnya dengan tegas.
Provinsi Kepri mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,99% pada triwulan II 2026 — tertinggi di kawasan Sumatera dan ketiga nasional. Namun Aries mengingatkan: pertumbuhan harus dirasakan merata hingga ke pulau-pulau terluar.
Lompatan Kualitas, SDM dan Kesejahteraan Jadi Prioritas Utama
Bupati Iskandarsyah dalam arah kebijakannya menegaskan visi ke depan yang berfokus pada lompatan kualitas pembangunan manusia dan kesejahteraan yang menyentuh semua lapisan masyarakat.
“Capaian kita hari ini berlandaskan fondasi kuat yang diletakkan para pendahulu. Sekarang giliran kita melangkah lebih jauh,” kata Iskandarsyah.
Beberapa program andalan yang dicanangkan:
Bidang Pendidikan:
Rata-rata lama sekolah di Karimun masih sekitar 9 tahun. Melalui program Kejar Paket A, B, dan C, kita pastikan anak-anak di pulau-pulau terluar tetap bisa menuntaskan pendidikan, didukung keberlanjutan program seragam sekolah gratis.
Bidang Kesehatan:
Jaminan kesehatan merata melalui program BPJS gratis, pembenahan puskesmas di setiap kecamatan, serta penambahan dokter spesialis di RSUD Tanjung Batu. Kesehatan yang baik adalah hak setiap warga, di mana pun mereka tinggal.
Ekonomi Rakyat:
Pemberdayaan UMKM menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah agar kemajuan dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya angka di atas kertas.
Dengan tema “Karimun Bangkit dan Berkembang Dalam Harmoni”, Bupati dan Wakil Bupati meyakini bahwa kebersamaan adalah kunci.
“Karimun Berazam — kita punya tekad yang kuat. Mari kita jaga harmoni, bangun kebersamaan, dan pastikan usia ke-27 ini menjadi titik tolak menuju Karimun yang lebih maju, sejahtera, dan berbudaya,” tutup Iskandarsyah.
*Nichita Bella







