Sabtu, Mei 30, 2026
BerandaKarimunKepri Dijuluki Permata Biru Ekonomi Indonesia, Gubernur Ansar Ungkap Potensi Besar di...
spot_img
spot_img
spot_img

Kepri Dijuluki Permata Biru Ekonomi Indonesia, Gubernur Ansar Ungkap Potensi Besar di Jalur Perdagangan Dunia

KARIMUN, beritakita.info– Provinsi Kepulauan Riau digadang-gadang sebagai “Permata Biru Ekonomi” Indonesia. Sebutan ini bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan posisi geografis dan potensi ekonomi yang sangat strategis, di mana Kepri berada di jalur lalu lintas perdagangan internasional terpadat di dunia, yaitu Selat Malaka.

Hal itu ditegaskan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, saat berbicara di hadapan Forkopimda dan para pimpinan instansi se-Kabupaten Karimun pada acara Soft Launching MPP Karimun, Jum’at (29/5/2026) pagi.

Menurutnya, tema transformasi ekonomi Kepri sebagai Permata Biru ini telah disusun dan disepakati bersama Bappenas, dan hanya ada dua provinsi di Indonesia yang memiliki dokumen strategis ini, yaitu Provinsi Bali dan Provinsi Kepulauan Riau.

“Kenapa kita sebut Permata Biru Ekonomi? Karena kita memiliki posisi geo-ekonomi yang sangat istimewa dan strategis. Dunia mengenal 10 titik penting perdagangan dunia, seperti Terusan Suez, Selat Bosphorus, Selat Panama, Selat Gibraltar, Selat Lombok, dan salah satunya adalah Selat Malaka. Di situlah kita berada,” papar Ansar Ahmad.

Data menunjukkan, setiap tahunnya terdapat lebih dari 80.000 kapal yang berlalu-lintas di Selat Malaka menuju Alur Laut Kepulauan Indonesia dan Laut Natuna Utara. Volume perputaran barangnya pun fantastis, mencapai sekitar 70 juta kontainer per tahun. Sayangnya, hingga saat ini pemanfaatan peluang ekonomi raksasa tersebut baru dirasakan maksimal oleh negara tetangga seperti Singapura dan Johor Bahru, Malaysia.

“Potensinya luar biasa besar di depan mata kita. Namun baru sedikit yang kita manfaatkan. Singapura dan Malaysia lebih dulu memanfaatkannya. Oleh karena itu, kita bersama pemerintah pusat terus berkomunikasi dan berjuang agar potensi raksasa di Selat Malaka ini bisa menggerakkan roda ekonomi di wilayah-wilayah kita, termasuk Karimun yang letaknya sangat strategis di pintu gerbangnya,” ujar Ansar.

Gubernur menegaskan, Karimun merupakan salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi di Kepri. Untuk bisa mengangkat potensi ekonomi ini, dibutuhkan dukungan berupa kemudahan layanan publik, stabilitas keamanan, serta penyederhanaan birokrasi. Di sinilah peran penting Mal Pelayanan Publik (MPP) yang baru saja diresmikan.

“Kalau kita ingin menjadi Permata Biru Ekonomi, maka segala aspek pendukungnya harus kuat. Salah satunya adalah layanan publik yang prima. MPP Karimun ini instrumen penting untuk menjamin layanan dasar, layanan perizinan, dan kemudahan berusaha. Agar investor datang, nyaman, dan mau menanamkan modalnya di sini,” jelasnya.

Ia berharap, dengan semangat baru, dukungan regulasi seperti FTZ, dan kemudahan layanan yang terintegrasi, Karimun dan seluruh wilayah Kepri dapat benar-benar bertransformasi menjadi pusat ekonomi maritim yang gemilang, sehingga julukan Permata Biru Ekonomi Indonesia dapat terwujud sepenuhnya demi kesejahteraan masyarakat.

“Karimun itu hebat, masyarakatnya kreatif. Dari seni, budaya, agama, hingga potensi alamnya luar biasa. Mari kita kolaborasikan semua kekuatan itu. Jadikan Kepri, khususnya Karimun, sebagai permata yang bersinar terang di kancah ekonomi nasional maupun internasional,” pungkas Ansar Ahmad.

*Nichita Bella