Selasa, Agustus 18, 2026
BerandaKarimunMalam Renungan di Pusara Bhakti Kundur, Wabup Rocky: Teruskan Perjuangan
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Malam Renungan di Pusara Bhakti Kundur, Wabup Rocky: Teruskan Perjuangan

KARIMUN, beritakita.info — Malam Minggu yang tenang, 16 Agustus 2026, suasana di Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti Kundur terasa begitu khidmat. Di bawah langit yang damai, Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole memimpin langsung Apel Kehormatan dan Renungan Suci, momen sakral memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Renungan suci pada malam tersebut, juga hadir juga Anggota DPRD Kabupaten Karimun fraksi PKB Muhammad Firdaus. Langkah ini bukan sekadar tradisi, melainkan perjalanan hati kembali kepada mereka yang telah berpulang demi tegaknya Sang Merah Putih.

Di hadapan makam-makam pahlawan yang berdiri rapi, Wabup Rocky mengajak seluruh elemen masyarakat yang hadir untuk sejenak hening, merenung, dan berdoa.

Wabup Rocky menegaskan makna sesungguhnya pertemuan di tempat bersejarah ini.

“Kita datang ke makam pahlawan untuk menghormati jasa para pejuang yang gugur, mendoakan mereka, serta merenungkan pengorbanan besar jiwa dan raga demi merebut kemerdekaan. Tradisi ini menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat meneruskan pembangunan bangsa,” ujarnya.

Satu per satu, kelopak bunga ditaburkan ke atas makam. Gerakan sederhana itu sarat makna yakni mengenang jasa, mengirim doa, menumbuhkan nasionalisme, dan mengingat betapa berharganya pengorbanan yang telah diberikan.

Kepada generasi muda, Wabup Rocky menyampaikan pesan yang menjadi kompas ke depan:

  • Meneladani semangat juang para pendahulu yang tak kenal menyerah
  • Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sebagai warisan paling berharga
  • Mengisi kemerdekaan dengan karya nyata, bukan sekadar kata-kata
  • Menghargai sejarah, agar tak lupa dari mana kita berasal

Di penghujung pesannya, Wabup Rocky menyisakan penghormatan khusus bagi para veteran yang masih hidup di antara kita.

“Kami juga wajib menghormati para veteran. Jumlah mereka semakin hari semakin berkurang. Mereka pantas mendapatkan penghargaan dari seluruh masyarakat Indonesia atas perjuangannya,” tegasnya.

Mereka adalah saksi hidup sejarah, bukti nyata bahwa kemerdekaan itu dibayar dengan pengorbanan nyata. Penghormatan kita kepada mereka adalah bentuk terima kasih yang tak tergantikan.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci malam itu bukan sekadar seremonial yang berakhir saat lampu dipadamkan. Doa yang terpanjat, bunga yang tertebar, dan janji yang terucap menjadi satu tekad yakni kita tidak akan membiarkan pengorbanan mereka sia-sia.

Dari Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti Kundur, pesan itu dibawa pulang, menghormati masa lalu dengan menjaga persatuan, dan mencintai negeri dengan karya nyata. Itulah cara terbaik kita berterima kasih kepada para pahlawan yang telah berpulang, maupun yang masih bersama kita.

*Nichita Bella