KARIMUN, beritakita.info – Menyongsong peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) BPR-BPRS ke-64 yang jatuh pada 21 Mei 2026, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tuah Karimun mengambil langkah strategis memperkuat fondasi internal.
Bank milik pemerintah daerah ini menggelar workshop dan pembinaan intensif bagi seluruh karyawan, difokuskan pada penerapan Key Performance Indicator (KPI) dan Sasaran Kinerja Individu (SKI) untuk mendongkrak produktivitas dan menyatukan visi misi perusahaan.

Kegiatan ini berlangsung secara maraton di dua lokasi strategis, sesi pertama digelar di Kantor Cabang Moro pada Kamis (14/5/2026), dilanjutkan sesi kedua di Kantor Pusat Operasional Karimun pada Sabtu (16/5/2026). Tidak setengah-setengah, seluruh elemen organisasi mulai dari pejabat struktural, kepala bagian, staf operasional, tim pelayanan, hingga pegawai pendukung turut hadir dan terlibat aktif dalam proses pembenahan ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPR Tuah Karimun, Siska Naritasari, menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan instrumen vital untuk membentuk kedisiplinan, komitmen, dan profesionalisme kerja yang terukur. Menurutnya, kejelasan target adalah kunci utama agar seluruh gerak langkah perusahaan searah menuju tujuan besar.
“Kami ingin setiap pegawai memiliki target kerja yang jelas, objektif, dan selaras dengan visi besar perusahaan. Melalui penerapan KPI dan SKI ini, budaya kerja akan lebih terarah dan sepenuhnya berorientasi pada pencapaian target, bukan lagi sekadar rutinitas semata,” ujar Siska.
Ia pun menyampaikan optimisme tinggi bahwa dengan persepsi yang sama dan komitmen kuat dari seluruh elemen, BPR Tuah Karimun tidak hanya akan tumbuh sebagai institusi keuangan yang sehat, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Kabupaten Karimun.
“Dengan kebersamaan dan satu visi-misi, kami yakin Perumda BPR Tuah Karimun dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta pelaku usaha di Bumi Berazam,” tambahnya.
Agenda transformasi besar ini dipimpin langsung oleh jajaran Dewan Pengawas, yakni Djunaidy selaku Ketua dan Syahrul sebagai Anggota Dewan Pengawas. Syahrul menjelaskan, langkah pembenahan ini adalah bentuk respon nyata atas dukungan penuh yang diberikan Bupati Karimun selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).

“Semangat Bupati Karimun selaku KPM sangat kuat untuk meningkatkan kinerja bank ini dari keadaan sebelumnya. Ketika pemerintah daerah sudah memberikan dukungan penuh, maka kami di internal harus bergerak cepat dan berbuat nyata meningkatkan kinerja, supaya bank ini terus tumbuh dan semakin kuat,” tegas Syahrul.
Syahrul mengakui, selama ini instrumen penilaian prestasi kerja, baik di tingkat unit maupun individu, belum terformulasikan secara maksimal. Oleh karena itu, sistem KPI baru ini diharapkan menjadi kompas baru yang memungkinkan manajemen menilai performa tim secara lebih adil, transparan, dan terukur.
Formulasi KPI yang diterapkan BPR Tuah Karimun mengadopsi empat perspektif utama yang saling terintegrasi, meliputi aspek keuangan (finansial), kepuasan nasabah (customer), kepatuhan prosedur (internal proses), dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Syahrul menekankan bahwa ujung tombak dari seluruh transformasi ini bertumpu pada kualitas SDM. Pegawai yang kompeten, kata dia, adalah kunci yang akan melahirkan proses kerja yang sehat dan kepatuhan tinggi terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP).
“SDM yang berkompetensi akan melahirkan proses internal yang bagus karena mampu menyusun dan menjalankan SOP dengan baik. Dari sana, kepercayaan nasabah akan meningkat dan jumlah nasabah pun bertambah. Pada akhirnya, target finansial seperti raihan laba, ekspansi kredit, dan perhimpunan dana pasti akan tercapai dengan sendirinya,” papar Syahrul memaparkan alur strategi perusahaan.
Langkah ini menjadi bukti keseriusan BPR Tuah Karimun dalam mempersiapkan diri menghadapi dinamika industri perbankan daerah, dengan SDM unggul sebagai modal utama melayani masyarakat dan memajukan ekonomi daerah.
*Nichita Bella
