Karimun, beritakita.info– Tim gabungan Quick Response Region Naval Command IV Lanal Tanjung Balai Karimun bersama Satgas Cakra 26-K Pusintelal berhasil menggagalkan penyelundupan 240 unit cartridge vape yang ternyata berisi narkotika. Penindakan dilakukan di perairan Pulau Menteras Besar, Kabupaten Karimun, pada Sabtu, (5/9/2026). Barang haram yang diduga berasal dari Malaysia dan hendak diselundupkan ke Batam ini kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar dalam konferensi pers di Markas Komando Lanal Tanjung Balai Karimun, Senin (7/9/2026), disaksikan jajaran instansi terkait.

Wadan Kodaeral IV, Laksma TNI Ketut Budiantara, dalam pernyataannya menegaskan bahwa penemuan ini menunjukkan adanya modus baru peredaran narkoba yang memanfaatkan gaya hidup anak muda kekinian.
“Ini perlu diwaspadai dan harus disosialisasikan ke masyarakat kita. Jangan sampai menggunakan vape yang mengandung narkoba,” ujar Ketut di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun.
Ia menjelaskan, narkotika jenis cair dalam cartridge vape ini sangat berbahaya karena penyerapan zat aktif langsung melalui paru-paru dan masuk ke otak secara instan.
“Dampak kesehatannya sangat fatal. Efeknya memicu halusinasi parah, kerusakan saraf instan, disfungsi jantung, risiko gagal napas, hingga ketergantungan ekstrem,” tegasnya.

Laksma Ketut memperingatkan, peredaran narkoba jenis baru ini mengancam masa depan generasi muda dan berpotensi menghambat pencapaian bonus demografi Indonesia pada tahun 2030 mendatang. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi maritim untuk memperkuat kolaborasi dalam memberantas peredaran gelap narkoba.
Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Samuel Cherestian Noya, memaparkan kronologi lengkap penindakan yang berawal dari patroli rutin di perairan Menteras Besar. Tim mendeteksi pergerakan kapal bermesin 40 PK yang melaju dari arah barat menuju timur.
“Tim patroli sempat mendekat sampai jarak sekitar lima meter dengan kapal pelaku,” kata Samuel.
Alih-alih berhenti, pelaku justru melakukan manuver berbahaya dengan mempercepat laju kapal. Petugas sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun pelaku tetap berusaha melarikan diri. Dalam situasi kejar-kejaran yang menegangkan, pelaku melempar satu tas berisi ratusan cartridge vape narkotika ke laut untuk menghilangkan jejak.

“Pada saat dikejar, pelaku sudah tahu dan melempar satu tas ke laut. Karena situasi gelap, petugas fokus mengamankan barang bukti yang terlihat terlebih dahulu,” tutur Samuel.
Kondisi malam yang gelap dan lokasi perairan yang luas membuat pelaku berhasil meloloskan diri. Saat ini, TNI AL bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan di balik penyelundupan narkoba jenis baru ini.
*Nichita Bella









