Minggu, Juli 26, 2026
BerandaEkonomiMomen Bersejarah, Mega Proyek Kutei North Hub Dimulai, 8.000 Tenaga Kerja Akan...
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Momen Bersejarah, Mega Proyek Kutei North Hub Dimulai, 8.000 Tenaga Kerja Akan Terserap, Bupati Tekan SDM Lokal Jadi Prioritas Utama

KARIMUN, beritakita.info – Langkah besar pembangunan ekonomi dan industri strategis nasional resmi dimulai di Karimun. Kamis (23/7/2026), digelar upacara Pemotongan Baja Perdana dan Peletakan Lunas untuk modul Topside FPSO Bahtera Haluan Lestari di fasilitas PT Saipem. Kegiatan ini menjadi tonggak awal pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kutei North Hub bernilai miliaran dolar AS.

Bupati Karimun Iskandarsyah hadir langsung memantau perhelatan strategis ini. Ia menegaskan, kehadiran investasi raksasa ini bukan sekadar soal proyek industri, melainkan peluang emas yang harus dirasakan dampaknya secara nyata oleh masyarakat Karimun.

“Hari ini adalah kebanggaan luar biasa bagi kita semua. Proyek ini menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja. Ini adalah kesempatan besar, the big opportunity, agar Karimun semakin maju. Pekerjaan ini mutlak harus menjadi peluang nyata bagi putra-putri kita sendiri,” tegas Bupati Iskandarsyah.

Karimun Dapat Porsi Terbesar, Integrasi Final Dilakukan di Sini

Total investasi untuk FPSO Bahtera Haluan Lestari mencapai USD 2,9 miliar, dari keseluruhan nilai proyek Kutei North Hub yang menembus USD 11,8 miliar. Pengerjaan fabrikasi tersebar di tiga wilayah Kepri: Batam 10 ribu ton, Bintan 10 ribu ton, dan Karimun mendapat porsi terbesar sebesar 20 ribu ton. Bahkan, proses penggabungan atau integrasi akhir seluruh modul akan dilakukan di wilayah Kabupaten Karimun.

“PT Saipem telah berkomitmen memprioritaskan 68 hingga 75 persen tenaga kerjanya berasal dari putra-putri daerah. Namun, kesempatan ini harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi, keterampilan, dan sertifikasi yang sesuai standar industri,” jelasnya.

Siapkan SDM Lewat Pelatihan Khusus

Menyikapi hal tersebut, Bupati mengaku telah bergerak cepat berkoordinasi dengan Wakil Gubernur dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi. Pemerintah daerah tengah merancang program pelatihan khusus melalui Balai Latihan Kerja, guna mempersiapkan lulusan SMA dan SMK setempat agar siap bersaing memenuhi standar industri minyak dan gas internasional.

Proyek FPSO ini nantinya akan beroperasi di laut dalam Selat Makassar mulai kuartal keempat 2028, dengan kapasitas produksi gas mencapai 1.000 MMSCFD dan kondensat 80.000 barel per hari, menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional.

Saat bertemu Kepala SKK Migas dan Dirjen Migas Kementerian ESDM yang turut hadir, Bupati kembali menegaskan harapan agar prioritas penyerapan tenaga kerja lokal tetap dijaga, bahkan untuk proyek-proyek migas mendatang seperti Blok Masela.

“Ini bagian dari strategi ketahanan energi nasional. Kami sampaikan langsung agar putra-putri Karimun senantiasa menjadi prioritas dalam setiap proyek vital yang akan berjalan,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara kesiapan industri dan penyiapan sumber daya manusia yang matang, Karimun kini bersiap menjelma menjadi salah satu pusat tenaga kerja ahli sektor maritim dan migas yang andal di Indonesia.

*Nichita Bella