Minggu, Juni 21, 2026
BerandaKarimunPerkuat Budaya K3 Perusahaan, PT TIMAH Tbk Gelar Webinar Keselamatan Pertambangan
spot_img
spot_img
spot_img

Perkuat Budaya K3 Perusahaan, PT TIMAH Tbk Gelar Webinar Keselamatan Pertambangan

KARIMUN, beritakita.info – Industri pertambangan timah, terutama yang beroperasi di lepas pantai, menyimpan profil risiko yang jauh lebih kompleks dibanding tambang darat. Gelombang laut, arus bawah air, hingga interaksi dinamis antara manusia dan mesin di atas kapal isap, menjadi tantangan harian yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Menyadari kerawanan tersebut, PT TIMAH Tbk menggelar Webinar Keselamatan Pertambangan 2026 pada Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Bulan K3 Nasional, sekaligus upaya perusahaan memperkuat benteng pertahanan operasionalnya melalui edukasi regulasi dan teknis.

Anatomi Risiko Tambang Laut

Sub Koordinator Keselamatan Pertambangan Mineral Kementerian ESDM, Dean Andreas Simorangkir, yang hadir dalam webinar tersebut, membedah karakteristik risiko spesifik yang dihadapi PT TIMAH Tbk. Menurutnya, operasional kapal isap dan kapal keruk memiliki dinamika mekanik yang unik dan sangat dipengaruhi oleh faktor alam yang sulit diprediksi.

“Penambangan di laut dipengaruhi oleh cuaca, gelombang, dan jarak pandang yang berbeda. Interaksi antara manusia dan mesin pun lebih dinamis. Tantangan terbesarnya adalah menjaga disiplin operasional di tengah rutinitas,” ujar Dean. Ia memperingatkan agar para pekerja tidak meremehkan risiko sekecil apa pun, meski pekerjaan tersebut sudah menjadi makanan sehari-hari.

Landasan Hukum dan Kedisiplinan Smelter

Tak hanya di laut, fokus keselamatan juga diarahkan pada hilirisasi, yakni operasional smelter. Proses peleburan logam cair dengan suhu ekstrem memerlukan pengendalian risiko yang sangat ketat.

Dalam webinar ini, para pakar dari Ditjen Minerba ESDM memaparkan landasan regulasi yang menjadi “kitab suci” keselamatan, mulai dari Permen ESDM Nomor 26 hingga Kepdirjen ESDM Nomor 185/2018 yang mengatur juknis Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP).

Inspektur Tambang Ahli Muda, Zulkifli Basri, menekankan bahwa mayoritas insiden bermula dari kelalaian dalam identifikasi risiko awal. “Keselamatan harus jadi prioritas sejak awal. Pastikan lokasi aman dan pahami bahayanya. Harapan kita sederhana: pergi bersemangat, bekerja selamat, pulang tetap sehat,” tegas Zulkifli.

Ekosistem K3 yang Kolaboratif

Bagi PT TIMAH Tbk, webinar ini bukan sekadar pemenuhan jam pelatihan. Ini adalah langkah untuk membangun ekosistem K3 yang kolaboratif antara perusahaan, pemerintah sebagai pengawas, dan karyawan sebagai pelaksana di lapangan.

Pengawasan dari Inspektur Tambang kini diposisikan bukan hanya sebagai fungsi represif atau pemberi sanksi, melainkan sebagai mitra preventif dan edukatif. Tujuannya satu: memastikan setiap kebijakan keselamatan terinternalisasi hingga ke level operator di ujung kapal atau di depan tungku peleburan.

Dengan mengedepankan profesionalisme dan ketangguhan dalam mengelola risiko, emiten pertambangan timah ini berupaya membuktikan bahwa produktivitas tinggi dan kontribusi devisa bagi negara tidak harus dibayar dengan kompromi terhadap keselamatan jiwa manusia.(*)