KARIMUN, beritakita.info – Kehadiran PT Timah Tbk di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas operasional perusahaan, tetapi juga melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Beragam inisiatif di bidang ekonomi, sosial, budaya, keagamaan, hingga pelestarian lingkungan terus dijalankan perusahaan sebagai bentuk komitmen mendukung pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berbagai program tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Desa Sawang Laut. Melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah desa dan kelompok masyarakat, PT Timah terus mendorong pengembangan potensi lokal agar mampu menciptakan desa yang mandiri dan berdaya saing.
Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, mengapresiasi kontribusi PT Timah yang selama ini konsisten mendukung berbagai program pembangunan di desanya.
“PT Timah sudah menjadi bagian dari masyarakat Desa Sawang Laut. Banyak program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun pembangunan desa,” ujar Jefrizal.
Di sektor ekonomi, PT Timah mengembangkan Program Berlian Kundur, sebagai pengembangan dari Program BERLIAN. Program ini menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari budidaya ikan kakap putih, pembibitan mangrove, pertanian hidroponik, pengembangan usaha mikro pengolahan terasi, hingga Sekolah Sadar Iklim.
Program tersebut melibatkan berbagai kelompok masyarakat, di antaranya Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tuah Bersatu, Kelompok Lanjut Lestari pengolah terasi, serta Kelompok Lanjut Bestari yang mengembangkan budidaya tanaman hidroponik. Pada 2025, program kembali diperluas melalui pengembangan budidaya ayam pedaging oleh Kelompok Unggas Sejahtera serta pengelolaan bank sampah oleh Kelompok Lanjut Berseri.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, PT Timah juga berkontribusi dalam memperkuat identitas budaya masyarakat melalui pembangunan Gerbang Tanjak atau Simpang Tanjak di Desa Sawang Laut. Ikon yang mengusung filosofi tanjak khas Melayu tersebut kini menjadi salah satu landmark desa sekaligus destinasi swafoto yang menarik perhatian masyarakat maupun pengunjung.
Menurut Jefrizal, pembangunan Simpang Tanjak berawal dari keinginan masyarakat menghadirkan simbol yang merepresentasikan budaya Melayu sebagai identitas daerah.
“Ini adalah tanah Melayu, sehingga kami ingin menghadirkan ikon yang mencerminkan budaya masyarakat. Alhamdulillah sekarang sudah berdiri Simpang Tanjak yang menjadi wajah baru desa sekaligus spot foto bagi masyarakat yang datang ke sini,” katanya.
Di bidang keagamaan, PT Timah juga aktif mendukung berbagai kegiatan masyarakat, salah satunya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Desa Sawang Laut yang diikuti 64 peserta. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, perusahaan secara konsisten menjalankan program pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove dan berbagai kegiatan konservasi pesisir. Program ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.
Melalui berbagai program pemberdayaan yang terintegrasi, PT Timah kembali menegaskan komitmennya untuk tumbuh bersama masyarakat. Sinergi yang dibangun tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas budaya, meningkatkan kualitas kehidupan sosial, serta mendorong terwujudnya desa yang mandiri dan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.
*Nichita Bella




