Selasa, Agustus 4, 2026
BerandaKarimunPT Timah Restocking Ribuan Kepiting Bakau di Karimun, Perkuat Kelestarian Ekosistem Laut...
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

PT Timah Restocking Ribuan Kepiting Bakau di Karimun, Perkuat Kelestarian Ekosistem Laut dan Ekonomi Nelayan

KARIMUN, beritakita.info – PT Timah Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut melalui program pelestarian lingkungan di wilayah operasional perusahaan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan melakukan restocking ribuan bibit kepiting bakau di sejumlah kawasan pesisir Kabupaten Karimun sebagai langkah menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Program restocking tersebut merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Timah yang berfokus pada pelestarian ekosistem pesisir. Sepanjang pelaksanaannya, perusahaan telah menebarkan ribuan bibit kepiting bakau di perairan Kundur dan Karimun agar populasi kepiting dapat berkembang secara alami dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir.

Selain melakukan restocking kepiting bakau, PT Timah juga secara konsisten melaksanakan penanaman mangrove di kawasan pesisir. Keberadaan hutan mangrove dinilai sangat penting sebagai habitat alami kepiting bakau, sehingga kedua program tersebut saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Department Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, menjelaskan bahwa kegiatan restocking merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga keanekaragaman hayati serta meningkatkan produktivitas sumber daya perikanan di wilayah pesisir.

Menurutnya, kepiting bakau memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan menjadi salah satu komoditas yang banyak diminati masyarakat. Karena itu, menjaga keberlangsungan populasinya di alam diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi nelayan tradisional.

Program pelestarian yang dijalankan PT Timah mendapat apresiasi dari masyarakat pesisir. Ketua Kelompok Nelayan Desa Gemuruh, Idrus, menilai penebaran bibit kepiting yang dilakukan perusahaan selama beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil positif.

Ia mengatakan, populasi kepiting bakau yang sebelumnya sulit ditemukan kini mulai meningkat sehingga memberikan peluang tambahan penghasilan bagi nelayan tradisional.

“Sejak PT Timah rutin melakukan penebaran bibit kepiting, sekarang populasinya mulai berkembang dengan baik. Kami sebagai nelayan sangat merasakan manfaatnya karena hasil tangkapan semakin baik,” ujar Idrus.

Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Pongkar, Abdul Jamal. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat mengingat tingginya permintaan pasar terhadap komoditas kepiting bakau.

Ia berharap bibit yang telah dilepaskan dapat terus berkembang sehingga hasilnya dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.

Melalui program restocking kepiting bakau, PT Timah kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan praktik pertambangan yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Perusahaan meyakini bahwa menjaga ekosistem pesisir merupakan investasi penting bagi masa depan lingkungan sekaligus mendukung keberlangsungan mata pencaharian masyarakat nelayan di wilayah operasional perusahaan.

*Nichita Bella